#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Jika Terpilih Jadi Ketum KONI, Muddai Madang Akan Berikan Asuransi Atlet
04 June 2019 02:21 WIB
JAKARTA – Muddai Madang resmi mendeklarasikan diri sebagai bakal calon (balon) Ketua Umum (Ketum) KONI Pusat, Senin (4/6). Tim pemenangan Muddai sendiri menyatakan, akan ada beberapa terobosan yang akan dilakukan sosok yang kini menjabat Wakil Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) tersebut.

Anggota tim pemenangan Muddai, Raja Parlindungan Pane mengatakan, nantinya jika Muddai terpilih, asuransi untuk atlet bakal diupayakan. Pasalnya, hal ini sangat penting mengingat profesi atlet sangat akrab dengan cedera.  Tanpa adanya asuransi, para pahlawan Indonesia itu seringkali harus merogoh kocek sendiri demi membenahi masalah fisik yang menimpa mereka.

“Ya, asuransi atlet memang hal yang penting,” ujar Raja.


Baca Juga :
- Filipina Gondol Emas dari Cabor Esports SEA Games 2019, Nomor Mobile Legends!
- Kontingen Indonesia Lewati Target Minimum, Begini Komentar Sesmenpora

Sedangkan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI), Eddy Fadil Rachman mengatakan, KONI Pusat bakal maju jika dipimpin seorang pengusaha seperti Muddai. Kata dia, akan banyak inovasi dan terobosan yang dilakukan Muddai pada era kepemimpinannya kelak.

“Terobosan untuk memajukan olahraga akan lahir dari Pak Muddai. Kami juga berharap media turut bersinergi dengan cabor-cabor,” kata Eddy. 

Sekretaris Jenderal Asosiasi Jetski Indonesia (IJBA), Rinaldi Duyo mengatakan, dukungan organisasinya kepada Muddai bukan tanpa alasan. Menurut Rinaldi, IJBA sangat yakin lantaran komunikasi dengan Muddai tidak pernah putus.


Baca Juga :
- Target Awal Terlewati, Harry Warganegara: Kita Coba Kejar Misi Akhir
- Update Perolehan Sementara Medali SEA Games 2019: Indonesia Naik ke Peringkat Ketiga

Rinaldi yakin, di tangan Muddai, dukungan KONI ke cabor akan sangat terasa. Hal inilah yang ia rasa masih sangat kurang selama ini. Cabor, kurang bersinergi dengan Kemenpora, KONI, maupun KOI. Efeknya, Pelatnas seringkali kekurangan dana.

“Selama ini dalam Petunjuk Teknis (Juknis) yang dikeluarkan Kemenpora, pelatnas hanya digelontor uang saku atlet, akomodasi, dan transportas, saat hendak melakukan try-out. Padahal, banyak cabor yang juga butuh alat. Untuk itu, di sini sebenarnya dukungan KONI sangat dibutuhkan,” kata Rinaldi.*Dhanes 

loading...

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA