#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Irfan Jaya : Saya Ingin Jadi Kepala Desa di Bantaeng
26 April 2019 12:25 WIB
SURABAYA – Memulai karier bersama PSM junior, Irfan Jaya tidak lantas promosi ke tim utama PSM. Anak Bantaeng, Sulawesi Selatan ini malah dipinjamkan ke Persebaya pada 2017. Pada musim pertamanya di Kota Pahlawan, Irfan langsung jadi idola. Itu setelah membawa Persebaya juara Liga 2 2017, sekaligus jadi pemain terbaik. 

Awal musim ini, Irfan kembali meraih prestasi individu membanggakan. Beberapa waktu lalu, ia ditetapkan sebagai pemain muda terbaik Piala Presiden 2019. Kepada TopSkor, pria 22 tahun ini menceritakan kisah hidupnya. Berikut perikan lengkap wawancaranya: 

Target musim ini?


Baca Juga :
- Wawancara Eksklusif Indra Sjafri : "Buat Saya WFH Memang Kehidupan Saya Bertahun-tahun"
- Wawancara Eksklusif Hambali Tolib: 'Tawaran Endorse Banyak, tapi Saya Belum Percaya Diri'

Targetnya, semoga musim ini lebih baik dari musim yang pertama (2018). Bisa lebih lagi. Bisa mencetak lebih banyak gol dari musim lalu (6 gol) dan assist lebih banyak lagi (musim lalu 3 assist). Lebih berkontribusi buat Persebaya.

Pemain muda terbaik Piala Presiden 2019... 

Alhamdulillah, saya bersyukur bisa mendapatkan penghargaan sebagai pemain muda terbaik. Saya juga tidak menyangka bisa mendapatkan gelar individu di Piala Presiden tahun ini.

Selanjutnya?

Semoga gelar ini bisa menjadi motivasi bagi saya sendiri menghadapi kompetisi Liga 1 2019 nanti. Dan, ini juga atas dukungan dari tim serta suport dari Bonek, pendukung setia Persebaya.

Hadiah gelar itu dibuat apa?

Sebagian saya tabung. Ada yang buat investasi juga. Buat perbaikan rumah dan sebagian lagi buat bantu orang lain.

Irfan sudah jadi idola pemuda Bantaeng ya?

Kebetulan, di sana (Bantaeng) saya orang pertama yang bermain di Liga 1. Terus orang pertama juga yang main di timnas (Indonesia). Kalau timnas lagi main, pasti ramai. Banyak acara nonton bareng.

Tetapi tahun ini belum dipanggil timnas...

Masih pengen dipanggil lagi ke timnas Indonesia. Dan semoga bisa dipanggil lagi. Yang pasti, saya memberi yang terbaik buat Persebaya. Biar bisa dipantau pelatih timnas (Simon McMenemy).

Anak kedua baru lahir ya?

Saya bersyukur sekali. Dapat cowok semua. Semoga bisa mengikuti jejak karier saya nanti. Bisa jadi pemain sepak bola atau kalau tidak anak yang berbakti bagi kedua orang tua. Sukses juga dalam kariernya.

Keluarga tidak dibawa ke Surabaya?

Anak-istri masih di kampung. Habis lebaran mau bawa ke sini. Termasuk kedua anak saya, Naldo Sanjaya dan Raffianda Sanjaya.

Tiga tahun dirantau. Sudah nyaman?

Nyaman-nyaman saja. Keluarga juga betah. Hampir tiga tahun, tiga musim di sini. Sudah seperti kampung sendiri.

Dalam karier, sudah dapat apa saja?

Alhamdulillah sudah bisa beli kebun. Saya investasi dari hasil keringat sendiri. Saya buat rumah, buat orang tua umrah. Semoga rezeki bisa bertambah.

Sudahmenatap masa depan ya?

Pasti itu. Karena saya juga tidak selamanya bisa main bola. Harus memanfaatkan dari sekarang selagi muda. Jadi harus pintar investasi buat masa depan.


Baca Juga :
- Wawancara Eksklusif! Djanur Bongkar Masalah Barito
- WAWANCARA EKSKLUSIF TopSkor bersama Marco Motta (Edisi 2)

Saat pensiun nanti mau jadi apa?

Balik ke kampung. Mungkin bisa jadi kepala desa. Tapi tidak tahu juga. Dilihat nanti (sambil tertawa).* Muhammad Bahrul Marzuki 
  
 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA