#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Muhammad Fadli: Darah Saya Pembalap
06 September 2018 12:30 WIB
SOLO - Tanpa trauma berlebihan. Tragedi 7 Juni 2015 itu telah dilupakan. Muhammad Fadli Immanudin menatap masa depan.

"Balapan motor sama sepeda sama saja," tutur Fadli atlet balap sepeda andalan Indonesia yang akan tampil pada Asian Para Games 2018 Jakarta 6-13 Oktober nanti.

Beralih dari balap motor ke sepeda bukan kemauannya. Takdir telah menuntun kehidupannya. Dia harus berpisah dengan kaki kirinya usai menjuarai Asia Road Race Championship di Sentul, Jawa Barat, tiga tahun silam.


Baca Juga :
- Komunitas Sepeda Lipat, Sepatu Roda, dan Pecinta Kopi Ramaikan Malam Pergantian Tahun bersama Super Adventure
- 12 Pengab Desak Pengprov ISSI Jabar Gelar Musorprovlub

Tapi, semangat Fadli tak pernah lekang. Pembalap Thailand, Jakkrit Sawangswat, yang menabraknya telah dimaafkan. Fadli harus membuka lembaran baru kehidupannya setelah 6 bulan hanya bisa terbaring.

"Saya tak mau bermanja dengan keadaan. Darah saya pembalap. Saya harus tetap balapan meski tidak di atas motor," tekad Fadli yang menggunakan kaki kiri palsu.

Mental juara dan darah balapan telah membangkitkannya dari keterpurukan. Dia bertekad membuktikannya di Asian Para Games 2018.

"Dari tim paracycling targetnya dua perunggu. Tapi target pribadi saya medali emas," tandasnya.

Pada ASEAN Para Games 2017 di Malaysia, kayuhan Fadli menghasilkan dua medali perak, 2 perunggu. Sejurus kemudian Fadli yang masuk klasifikasi C4  tampil di Asian Track. Turun dinomor Asia 4000 meter dia kebagian perunggu.

Fadli yang akan tampil di nomor Road Race dan ITT di Asian Para Games nanti sudah melakukan persiapan sejak Januari 2018.

Menurutnya tak ada masalah selama pelatnas di Solo, Jawa Tengah. Sepeda yang akan digenjotnya sudah ada dari sponsor.

Di pelatnas kata Fadli banyak hal-hal yang bikin improve selama latihan. Karena dulu biasanya latihan otodidak jadi sekarang latihan dengan pelatih di bikin program setiap hari. Jadi sebelum ini latihan dulu interval paling capek karena intensitas tinggi. 


Baca Juga :
- Hujan Tak Surutkan 3.000 Pesepeda Ikuti Gowes Nusantara Etape Tarakan
- Dari Gowes Nusantara, Bone Bolango Ingin Punya Stadion Olahraga

Lawan terberat?
Menurutnya ada 3 negara kuat yakni Cina, Iran dan Malaysia. Ketiga negara tersebut sudah punya paracycling lebih dari lima tahun. Sedangkan di Indonesia baru mulai.

"Saya TC baru mulai 2018, sebelum masuk NPC saya ikut APG latihan mandiri belum ada TC. Hitungannya dadakan," ujarnya.*Suryansyah

loading...

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA