#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Semen Padang FC Turun Kasta, The Kmers Tetap Setia
17 November 2017 19:33 WIB
PADANG – Terlempar dari kompetisi kasta tertinggi Liga 1 musim 2017 dengan capaian peringkat 15 di klasemen dan mengoleksi 35 poin di akhir musim. Semen Padang FC (SPFC) mengulang sejarah kelam yang terdegradasi pada 2007 lalu, namun dapat bangkit lagi di musim 2009/2010 ke kasta tertinggi.

Kemenangan 2-0 di laga kandang terakhirnya  melawan PS TNI di Liga 1 2017, tidak lantas membuat SPFC lepas dari degradasi.

Mengingat nasib SPFC masih ada ditangan Perseru Serui, yang ternyata menang di kandang Persib Bandung. Sehingga secara otomatis SPFC kalah jumlah poin dan terlempar ke Liga 2 musim 2018 mendatang. Terpuruknya prestasi SPFC ini, membuat kecewa  kelompok suporter, salah satunya The Kmers.

Ketua kelompok suporter SPFC, Nurman Anwar Bay atau yang akrab disapa  Bule, mengatakan,  kekecewaan itu sudah pasti dirasakan semua pecinta SPFC termasuk The Kmers.

"Kami gak bisa berkata lagi, kami memang kecewa sempat syok, gak nyangka bisa separah begini. Karena awalnya target  juara, tapi jangankan juara, untuk bertahan aja kami gak bisa," kata Bule dengan intonasi datar, menyiratkan kesedihan diujung telpon, Jumat (17/11).

Terpuruknya SPFC bahkan berimbas kepada psikologis para suporter, khususnya di kampung masing-masing. "Warga kampung sudah tahu kami suporter Semen Padang, kami keluar saja sekarang terasa  malas, kami sedih," ucapnya lagi menimpali.


Baca Juga :
- Insan Sepak bola Kehilangan, Ucapan Duka Mengalir untuk Satia Bagdja
- Menarik! Rival Barcelona di LaLiga Kembali Dekati Rakitic

Namun secara umum, ia menilai kompetisi musim 2017 ini memang agak aneh, karena tidak ada Liga di dunia yang sekali sebulan berubah aturan.

"Waktu kami ikut rapat dengan Menpora,  Menpora saja menyalahkan PSSI.  PSSI saat ini  yang apa dibilangnya itu yang dilanggar, aneh," tuturnya.

Saat disinggung, apakah materi pemain SPFC memengaruhi performa SPFC musim ini ? Bule menganggap komposisi pemain sudah bagus.

"Saya sering rapat dengan manajemen,  kalau soal pemain itu sudah oke, skill pemain SPFC sudah di atas rata-rata. Hanya saja pembinaan di dalam itu yang ibarat jantung yang rusak, membuat semuanya rusak," kata Bule.

Ia menegaskan, sejak awal putaran kedua Liga 1 2017 pihaknya sudah mendengungkan harus ada evaluasi dari segi manajemen.


Baca Juga :
- Jelang Laga Melawan Napoli, Dembele dan Griezmann Kembali Berlatih
- Robert Rene Alberts Sebut Lanjutan Liga 1 2020 Unik dan Menantang

"Manajemen sebaiknya yang mengerti bola, dan lebih peduli dengan apapun yang terjadi. Akhir-akhir kompetisi baru mau mendengar keluhan, tapi ya sudahlah sudah terlanjur," ucapnya  menyayangkan.

Terakhir, Bule  mencoba melupakan kekecewaan ini dan  menepis semua kesedihan, ia tidak mau menyalahkan siapa-siapa lagi dan apa yang sudah terjadi. Kelompok suporter The Kmers ingin menatap ke depan dan berdo'a agar SPFC cepat bangkit. 

"Harapan kami mudah-mudahan musim 2018-2019 Semen Padang bisa bangkit lagi, dan yang penting Kmers tetap dengan slogan kami Setia Sampai Mati," kata Bule menutup pembicaraan.*

BERITA TERKAIT

news
Social Media Twitter/Facebook/Instagram/Youtube just search = Agoes TopSkor
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA