#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Carlos Sainz Jr: McLaren Sadang Bangun Kekuatan Agar Menjadi Skuat yang Diperhitungkan
13 January 2021 06:45 WIB
MARANELLO - Carlos Sainz Jr sudah tidak lagi berstatus sebagai pembalap McLaren. Mulai musim depan ia bakal memperkuat Ferrari. Namun begitu,  dia yakin mantan timnya itu tengah membangun kekuatan di Formula 1 (F1) untuk menjadi skuat yang diperhitungkan dengan regulasi 2022.

Sejak Sainz bergabung (dari Renault) pada 2019, McLaren melesat di klasemen konstruktor dari keenam menjadi ketiga pada 2020. Sainz juga membuat finis podium pertama McLaren dalam lima setengah tahun terakhir saat P3 di GP Brasil 2019.

Musim lalu, performa Sainz Jr dan rekan setimnya, Lando Norris, juga impresif. Sainz Jr dan Norris masing-masing sekali naik podium.


Baca Juga :
- Williams Racing Perpanjang Kontrak Roy Nissany
- Kalender Masih Sisakan Satu Lomba Kosong, F1 Upayakan GP Portugal Bisa Mengisi

Mulai 2021, McLaren akan berganti power unit (dari Renault) ke Mercedes. Mereka juga siap membangun terowongan angin (wind tunnel) baru seiring masuknya investor baru dari Amerika Serikat (AS) pada Desember lalu.

Sainz menyebut, McLaren banyak mengalami perubahan signifikan sejak ia kali pertama melakukan tes bersama mereka pada akhir musim 2018. Menurut Sainz, itu bisa menjadi fondasi bagi McLaren untuk kembali menjadi kekuatan besar dalam waktu dekat.

“Orang-orang yang ada di McLaren menurut saya salah satu yang terbaik di F1. Memang masih butuh upaya keras untuk mendongkrak performa mobil karena saat ini mereka masih tertinggal 1 detik per lap dari Mercedes,” ucap pembalap Spanyol, 26 tahun, itu.

“Tetapi di saat yang sama, menurut saya McLaren ini sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi regulasi 2022.”

Sainz menyebu McLaren memang masih butuh struktur tim yang lebih spesifik dan kokoh. Tetapi, itu bisa mereka wujudkan jika melihat siapa saja orang di balik layar McLaren saat ini.

“Menurut saya, dalam waktu dekat, mereka akan menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan,” kata Sainz Jr.

Faktor lain yang diyakini Sainz Jr bisa membuat McLaren kembali menjadi tim besar tak lain suasana dalam tim. Sainz mengaku hubungannya dengan Norris selama di McLaren sangat baik.

“Kami memulai dari nol pada 2018. Jadi, target untuk kami tidak terlalu besar. Kami juga tidak pernah saling iri satu sama lain,” ucap Carlos Sainz Jr yang posisinya di McLaren kini digantikan Daniel Ricciardo.

“Hubungan saya tidak hanya bagus dengan Norris tetapi kami berdua juga aktif membantu tim. Atmosfer positif dalam tim membuat kami serasa di rumah sendiri di McLaren. Saya melihat orang-orang di sini memiliki motivasi luar biasa, selalu ingin maju bersama.”

Terlepas dari asumsi dan analisis Carlos Sainz Jr soal masa McLaren, tim yang bermarkas di Woking, Inggris, itu memang memiliki sejarah impresif di Formula 1.

Debut sebagai tim di GP Monaco 1966, McLaren mempu delapan kali menjuarai konstruktor (1974, 1984, 1985, 1988, 1989, 1990, 1991, 1998) dan 12 pembalap (1974, 1976, 1984, 1985, 1986, 1988, 1989, 1990, 1991, 1998, 1999, 2008).


Baca Juga :
- Sergio Perez Dikhawatirkan Tak Bisa Atasi Tekanan
- Fernando Alonso, Lewis Hamilton, dan Sebastian Vettel Bilang Mobil F1 Masa Kini Terlalu Berat

McLaren juga pernah sukses bekerja sama dengan Mercedes sebagai pemasok mesin selama 20 musim antara 1995-2014. Saat terakhir merebut gelar juara dunia konstruktor (1998) dan pembalap (2008, Lewis Hamilton), McLaren juga menggunakan mesin dari Mercedes.  

 

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA