#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


SOS: Setop Berpikir Lanjutkan Kompetisi Musim 2020!
17 October 2020 19:51 WIB
JAKARTA – Konsisten dalam inkonsistensi. Konsisten dalam ketidakpastian. Begitulah wajah sepak bola Indonesia.

PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru  menggantung kejelasan kompetisi dalam extraordinary club meeting di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

PSSI, LIB dan klub hanya menyampaikan pernyataan sikap ingin melanjutkan Liga 1 Indonesia 2020 yang masih menyisakan 31 pertandingan.


Baca Juga :
- Pemerintah Minta PSSI Menindaklanjuti Inpres No.3 dan Road Map yang Sudah Tersusun
- Shin Tae-yong Angkat Bicara soal Kompetisi Liga 1 yang Tidak Dapat Izin Polri

“Sayangnya, pertemuan tidak menyertakan pihak pemerintah semisal Kemenpora lewat BOPI maupun pihak kepolisian yang memegang kendali izin keramaian,” kata Koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali, dalam rilisnya, Sabtu (17/10/2020).

“Akhirnya, bertepuk sebelah tangan. PSSI berharap bisa dilanjutkan November, bila tidak bisa diharapkan diizinkan Desember atau bahkan Januari 2020. Pilihan yang diberikan ini bukti ketidakjelasan,” Akmal menambahkan.

“Kasihan klub, pelatih, dan pemain yang digantung dan pastinya sangat terdampak dengan ketidakpastian tersebut. Lebih baik tegas,” ujar mantan jurnalis olahraga itu.

Menurut Akmal, PSSI bisa mencontoh AFC yang menghentikan Piala AFC dengan alasan force majeure karena pandemi  Covid19.

Termasuk juga Piala Asia Futsal di Kuwait, Piala Asia U-16, Piala Asia U-19, dan juga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022.

“PSSI lebih baik setop berpikir melanjutkan kompetisi bila tak pasti. Lebih baik fokus mempersiapkan musim 2021,” katanya.

Toh menurut Akmal, bila menilik kalender, bulan ini sejatinya sudah fase akhir musim 2020. “Dilanjutkan tanpa degradasi dengan 31 pertandingan maraton, sangat berisiko dan makna kompetisinya menjadi bias,” ia menegaskan.

Menurut Akmal lebih baik PSSI mempersiapkan musim 2021 dengan memastikan digelar Februari 2021 misalnya. Dengan regulasi dan protokol kesehatan yang ketat.

Dengan sistem yang kuat dan menjamin keamanan, kesehatan, dan keselamatan pelaku sepak bola.

Sementara sebagai simulasi menuju musim 2021 untuk menghidupkan kembali sepa kbola sebagai hiburan sekaligus mengembalikan psikologi masyarakat  di tengah pandemi, PSSI bisa menggagas kembali turnamen Piala Presiden yang dilokalisasi di satu tempat.


Baca Juga :
- Kelana Mahessa Langsung Menjadi Starter Timnas U-19 Indonesia versus Hajduk Split U-19, Sore Nanti
- Hasil Lengkap Uji Coba Timnas U-19 Indonesia di Kroasia

Atau Piala Indonesia, Piala Bhayangkara atau Piala Gubernur dan bentuk turnamen lainnya. Risikonya akan lebih kecil dibandingkan melanjutkan kompetisi.

“Turnamen juga bisa dijadikan alat lobi untuk sepak bola kembali bergulir dengan pihak pemerintah. Tentunya, dengan meyakinkan pemerintah bahwa olahraga adalah vaksin terbaik saat pandemi,” Akmal memungkasi.*05

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA