#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Unik! Sampah Plastik Ternyata Jadi Penyebab Bagnaia dan Jack Miller Gagal Finis di Emilia Romagna
22 September 2020 03:14 WIB
EMILIA ROMAGNA - Dua rider Tim Pramac Racing-Ducati gagal finis di GP Emilia Romagna, tepatnya di putaran ketujuh dalam Kejuaraan Dunia MotoGP 2020, Minggu (20/9/2020).

Hal ini tentunya menjadi perhatian khusus. Mereka sempat bersaing di depan, Ducati Desmosedici GP20 yang digeber Jack Miller tiba-tiba kehilangan tenaga hingga memaksanya mundur di lap kedelapan.

Francesco "Pecco" Bagnaia, yang memimpin sejak lap 6 dan hampir merebut kemenangan pertamanya, terjatuh di lap 20 meskipun ia mengaku mengendarai Desmosedici GP20 dengan sangat baik.


Baca Juga :
- Fabio Quartararo Pimpin MotoGP Prancis, Jack Miller Melesat, dan Kebangkitan Luar Biasa Juan Mir
- Cerita Murid Valentino Rossi Masuk ke Paddock Tim Pabrikan Ducati

Setelah lomba, Tim Pramac Racing mengumumkan bila penyebab Miller dan Bagnaia gagal finis di GP Emilia Romagna adalah sampah plastik lapisan kaca helm (visor tear-off) dari pembalap lain.

Kasus Miller adalah yang paling jelas. Sebuah lapisan plastik tear-off masuk air box (filter udara) motor Miller. Dari logo yang terlihat, tear-off itu ternyata milik Fabio Quartararo, pembalap Tim Petronas Yamaha SRT.

"Setelah start bagus, sebuah tear-off masuk air box motor Jack Miller di lap kedua," demikian pernyataan resmi Tim Pramac Racing.

"Setelah itu, mesin motor menurun drastis karena kekuarangan oksigen hingga memaksa Miller untuk mundur di lap kedelapan."

Menariknya, ini bukan kali pertama dialami Ducati di MotoGP. Beberapa tahun lalu, Tito Rabat (Tim Avintia Ducati) juga mengalami masalah serupa dengan Miller.

Untuk kasus Bagnaia, pembalap asal Italia itu yakin ia terjatuh karena kehilangan daya cengkeram (grip) setelah ban motornya melindas sesuatu yang licin.

"Setelah terjatuh, saya langsung melihat panel data untuk melihat apa yang terjadi karena kecelakaan ini sangat aneh," ucap Bagnaia.

"Saya mampu mengontrol gap dengan Vinales sepenuhnya. Melihat data, semua masih sama: kecepatan, tuas gas, dan racing line. Sepertinya saya melindas sesuatu, seperti plastik tear-off atau serpihan lain yang membuat ban kehilangan grip."

Baik Jack Miller maupun Pecco Bagnaia sudah bisa bisa menerima hasil buruk di GP Emilia Romagna yang sebenarnya bukan kesalahan mereka.

"Analisis (penyebab insiden) saya mungkin baru perkiraan. Tapi, jujur, saya agak takut karena kecelakaan seperti ini benar-benar tidak bisa diprediksi."

Beberapa tahun terakhir, upaya pelarangan penggunaan tear-off sebetulnya sudah diupayakan. Namun, alasannya lebih ke arah polusi (sampah plastik) ketimbang keselamatan lomba.

Setiap pembalap biasanya membawa tiga lapis tear-off pada helm mereka dalam lomba. Bila ditambah latian bebas dan kualifikasi, bisa dibayangkan sampah plastik yang dihasilkan dari tear-off.

Setelah latihan bebas dan kualifikasi, mungkin lintasan masih bisa dibersihkan. Namun saat lomba? Jelas tidak mungkin lintasan selalu bersih.


Baca Juga :
- Pembalap MotoGP asal Australia ‘Menampar’ Saingannya atas 'Kecelakaan Pesawat' yang Hampir Mematikan
- Inilah Penyebab Marquez Susah Dikejar

Para pembalap Formula 1 (F1) pernah dilarang membuang tear-off helm di lintasan pada tahun 2016. Hal itu dilakukan setelah munculnya problem mekanis akibat plastik tear-off yang masuk sistem pendingin rem (brake ducts).

Tetapi, belakangan FIA menghilangkan aturan tersebut dan hanya meminta saling pengertian di antara seluruh pembalap terkait sampah tear-off ini.

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA