#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Rossi Puji Kesempurnaan Bagnaia dalam "Menjinakkan" Ducati yang Tak Mudah Dikuasai
20 September 2020 13:53 WIB
VALENTINO Rossi memuji anak didiknya yaitu Francesco Bagnaia yang mengendarai Ducati dengan "cara yang sempurna" di MotoGP Emilia Romagna Grand Prix di Misano.

Bagnaia mencetak podium kedua sekembalinya dari cedera di GP San Marino akhir pekan lalu di Misano dan mengalahkan pebalap Yamaha Rossi dalam prosesnya menuju posisi kedua.

Pembalap Pramac itu melanjutkan performa kuatnya di akhir pekan kedua Misano, mencetak rekor lap ke puncak FP3 dan berada di jalur terdepan dalam kualifikasi dengan rekor 1m30.973s sebelum dia membatalkan catatan putaran tersebut karena melebihi batas lintasan. Hasilnya, Bagnaia jatuh ke tengah baris kedua di urutan kelima.


Baca Juga :
- Draf Kalender Formula 1 2021 Telah Dirilis, Dibuka di Australia Lewati Vietnam dan Berakhir di Abu Dhabi
- Dekati Juara Dunia MotoGP, Joan Mir Mulai Ambil 'Kalkulator'

Rossi yang berada di urutan ketujuh dalam kualifikasi mengikuti Bagnaia sebentar selama sesi Q2 dan mencatat bahwa gaya juara Moto2 2018 mampu "memperbaiki" beberapa masalah Ducati 2020.

“Pecco mengendarai sangat bagus, karena dia mampu dengan gayanya menggunakan Ducati dengan cara yang sempurna,” kata Rossi.

“Dia mampu memperbaiki beberapa masalah yang dimiliki Ducati. Tapi (dia juga) menggunakan secara maksimal beberapa keunggulan yang dimiliki Ducati, seperti mesin dan akselerasi.

“Ducati adalah motor berperforma tinggi, tapi tidak mudah untuk dikendarai. Jadi, mengikuti Pecco, dia berkendara dengan sangat, sangat baik, tapi sayangnya dia menyentuh area hijau (run-off area). Jika tidak, dia membuat posisi terdepan. Dan saya pikir besok (hari ini) dia akan sangat kuat dalam balapan karena dia memiliki kecepatan yang sangat bagus. ”

Mengomentari kualifikasi sendiri, Bagnaia mengakui kesalahannya di tikungan terakhir karena dia "terlalu nafsu".


Baca Juga :
- Dua Pembalap Yamaha Dominasi Kualifikasi, Quartararo Rebut Pole
- Finis Kedua Latihan Bebas, Quartararo Sakit Pinggul Tapi Lebih Stres di Rumah Ketimbang Balapan

“Untuk kualifikasi, saya membuat waktu lap yang sangat-sangat bagus,” kata pebalap Pramac itu. “Di sektor tiga saya sangat kuat dan sangat cepat. Tapi, saya terlalu lapar di tikungan terakhir dan saya membuka gas terlalu banyak dan saya melebar. Bagaimanapun, waktu putarannya luar biasa.

“Selalu menyenangkan memiliki rekor di sirkuit, tapi bagaimanapun kami telah menunjukkan bahwa kami sangat kuat dan itu lebih penting kecepatan daripada waktu putaran. Kami telah menunjukkan bahwa kami dapat melakukan putaran waktu ini, tetapi juga kecepatannya. Jadi, yang pasti, lebih baik mulai dari barisan depan. Tapi bagaimanapun, kecepatannya sangat bagus jadi mungkin balapan tidak akan menjadi masalah."

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA