#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Neymar Didukung Penuh Pemerintah Brasil dalam Konflik Bernuansa Rasialisme dengan Alvaro Gonzalez
16 September 2020 16:11 WIB
RIO DE JANEIRO – Kementerian Perempuan, Keluarga, dan Hak Asasi Manusia Brasil menyatakan dukungan terhadap Neymar Junior, Selasa (15/9), setelah bintang Paris Saint Germain itu diganjar kartu merah dalam sebuah insiden bernuansa rasisme.

Insiden itu terjadi dalam pertandingan Ligue 1 saat PSG kalah 0-1 dari Olympique Marseille di Parc Des Princes, Minggu (13/9). Para pemain dari kedua tim terlibat tawuran di menit terakhir yang memaksa wasit mengeluarkan lima kartu merah.

Salah satunya diberikan kepada Neymar yang memukul bagian belakang kepala Alvaro Gonzalez. Kasus ini berbuntut panjang lantaran pemain termahal di dunia itu berkilah bahwa tindakannya dilakukan lantaran komentar rasial yang dilontarkan bek Marseille itu.


Baca Juga :
- David Da Silva Menjawab Kabar Dirinya Bergabung dengan Borneo FC
- Boateng Mengecat Rambutnya Jadi Ungu karena Kalah Taruhan di Final Liga Champions

Neymar menuding Gonzalez memanggilnya “monyet”, tapi pemain asal Spanyol itu langsung membantahnya di media sosial. Pelatih Marseille, Andre Villas-Boas pun membelanya.

“Kami yakin Alvaro bukan rasialis. Saya sangat mengenalnya, saya tahu siapa dia dan apa yang diwakilinya,” kata Villas-Boas.

“Kami tidak meragukan apa yang dikatakannya. Kami akan membantu menemukan kebenaran. Neymar tahu bahwa tuduhan seperti itu sangat serius.”

Di pihak lain, Neymar juga mendapatkan dukungan dari pemerintah Brasil, khususnya dari Kementerian Perempuan, Keluarga, dan Hak Asasi Manusia Brasil.

“Menghadapi kasus rasialisme berikutnya dalam sepak bola, ini bukan kali pertama (Neymar) manjadi korban prasangka rasial,” begitu bunyi pernyataan resmi lembaga tersebut.


Baca Juga :
- Carlos de Oliveira Berharap Arema Memiliki Training Camp
- ‘PSG Sangat Menderita’, Neymar Kembali tapi Masalah Lain Muncul

“Kami mengecam semua jenis kekerasan dan kami menentang semua jenis diskriminasi berdasarkan warna kulit. Sikap ini sesuai dengan komitmen Presiden Brasil Jair Bolsonaro untuk mengakhiri rasialisme dalam sepak bola dan di semua bidang di masyarakat.”

Terlepas dari apapun alasan di balik ulahnya memukul Gonzalez, Neymar tetap terancam sanksi maksimal tujuh pertandingan. Di pihak lain, Gonzalez juga terancam sanksi maksimal 10 pertandingan jika terbukti bersalah dalam kasus rasialisme.

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA