#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Gugat Liga Primer yang Tolak Proses Akuisisi Klub, Newcastle Sewa Tim Pengacara yang Sukses Bantu Man City Batalkan Sanksi UEFA
15 September 2020 21:09 WIB
NEWCASTLE – Pemilik Newcastle United, Mike Ashley, siap melayangkah gugatan hukum terhadap Liga Primer yang dianggap telah menggagalkan proses penjualan klub itu kepada pihak Arab Saudi.

Miliarder asal Inggris itu bahkan telah menyewa tim pengacara yang telah sukses membantu Manchester City memenangi banding melawan UEFA di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) sehingga klub itu bebas dari sanksi larangan tampil di kompetisi Eropa selama dua musim.

Pekan lalu, Ashley melontarkan kecaman terhadap Ketua Liga Primer, Richard Masters, terkait kegagalan proses pengambilalihan Newcastle oleh konsorsium Arab Saudi.


Baca Juga :
- Lionel Messi Bakal Merusak Reputasi Besarnya Jika Hijrah dari Barcelona ke Liga Primer
- Gol Phil Foden Hindarkan Man City dari Kekalahan, 1-1 lawan West Ham dan Belum Konsisten

Kini, peluang Ashley menjual The Magpies boleh dibilang telah tertutup setelah konsorsium yang dipimpin oleh pengusaha wanita asal Inggris, Amanda Staveley, itu menarik kembali tawaran mereka yang bernilai 300 juta paun (Rp5,7 triliun) Juli.

Rabu lalu, Ashley mengecam Liga Primer karena menolak menyetujui pengambilalihan Newcastle dan operator kompetisi elite Inggris itu balik menyerang dengan menyebut sang pengusaha telah berbohong.

Perseteruan antara Ashley dan Liga Primer mencapai puncaknya awal pekan ini setelah firma hukum London, Blackstone, mengumumkan pihaknya tengah bekerja sama dengan pemilik Newcastle itu.

“Shaheed Fatima QC dan Nick De Marco QC kini bekerja untuk Newcastle United FC dan Mike Ashley (berdasarkan instruksi firma hukum Dentons) dalam perselisihan dengan Liga Primer terkait penolakan rencana pengambilalihan klub yang dilakukan PCP Capital Partners, Reuben Brothers, dan Public Investment Fund of Saudi Arabia (PIF) berdasarkan tes pemilik dan direktur klub,” begitu bunyi pernyataan resmi Blackstone.

Nama firma hukum tersebut berkibar di dunia sepak bola setelah mereka sukses membantu City melawan UEFA di CAS musim panas lalu untuk membatalkan hukuman larangan tampil di kompetisi Eropa selama dua musim lantaran pelanggaran financial fair play

CAS juga mengurangi denda yang harus dibayarkan The Citizens dalam kasus itu dari 30 juta euro (Rp258 miliar) menjadi hanya 10 juta euro (Rp176 miliar).


Baca Juga :
- Edinson Cavani Bisa Cetak Gol dalam Debutnya Malam Ini, seperti Lukaku, Ibrahimovic, dan Martial
- AS Roma dan Frank Lampard Memuji Aksi Marcus Rashford yang Terus Membantu Anak-anak Kurang Mampu di Inggris

Ini menjadi babak baru dari kisruh pengambilalihan Newcastle yang sempat diyakini bakal rampung saat diberlakukannya lockdown wabah virus Corona.

The Magpies bahkan disebut-sebut bakal mendapat suntikan dana yang sangat besar dari pemilik baru asal Arab Saudi itu yang bisa membuat mereka menjelma salah satu kekuatan terbesar di Inggris dan Eropa seperti Manchester City.

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA