#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Era Baru Messi di Barca bersama Ronald Koeman yang Katanya Tak Bisa Dikendalikan
07 September 2020 12:23 WIB
SUDAHLAH! Lionel Messi bertahan di Barca, habis perkara. Soal dia disebut plinplan, menjilat ludah sendiri, dan semua cap negatif soal Messi jadi tak penting lagi karena tantangan di musim depan jauh lebih penting daripada stigma. Kini, bola kembali ke Ronald Koeman setelah lebih dari 10 hari dipegang Jose Maria Bartomeu, Presiden Barca.

Ronald Koeman pun akan langsung berpikir bagaimana menyusun timnya dengan berbagai elemen yang ada, termasuk Messi. Bahkan, porsi memikirkan Messi akan lebih besar dari pemain lain di skuat Barca. Tak ada yang aneh dan wajar saja karena ini Messi, salah satu pemain terhebat sepanjang sejarah umat manusia.

Justru, akan jadi aneh saat Ronald Koeman menelepon Messi dan bilang hak istimewanya dicabut. Tim disusun merujuk pada strategi tim dan tak lagi merujuk pada Messi sebagai sentral permainan. Apa bisa seorang pelatih menyamakan semua pemainnya padahal ada satu yang luar biasa menonjol di antara pemain lainnya.


Baca Juga :
- Ronald Koeman Bakal Menggunakan Double Pivot untuk Barcelona dalam Pola 4-2-3-1
- Diam-diam, Man City Sedang Memburu The New Messi tapi Penilaiannya Masih Subjektif

Pastinya, permainan tim akan bergoyang saat Messi bergerak. Sudah tak terhitung Messi melakukan itu, siapa pun pelatih Barca. Mungkin, Ronald Koeman hanya ingin memberikan pesan kepada pemain lain di Barca bahwa sebaiknya tak melulu bergantung kepada Messi saat pertandingan.

Jika Messi lagi malas atau mood-nya enggak bagus, permainan Barca bisa jelek juga. Itulah yang sejatinya tak diinginkan Ronald Koeman. Jadi, dengan membahasakan Messi bukan lagi sentral permainan akan membuat para pemain Barca bisa mengabaikan sang kapten jika sedang bermain jelek.

Tak masalah jika itu jadi strategi Ronald Koeman. Pokoknya, Barca harus selalu menang saat Messi lagi bagus atau jelek. Jika lagi bagus, bantu dia di lapangan, saat lagi jelek, ya tinggalkan. Pemain Barca harus punya pola pikir seperti. Ini baru benar dan itulah hakikat tugas Ronald Koeman di Barca.

Katanya, Ronald Koeman itu pelatih yang tak bisa dikendalikan oleh pemain. Tak mau menuruti keinginan pemain dan punya prinsip yang kuat saat memimpin sebuah tim. Ini bagus dan positif untuk Barca. Pembuktiannya tentu saat musim sudah bergulir. Mampukah Ronald Koeman mengendalikan Messi dan bukan sebaliknya.

Tindakan paling ekstrem yang belum pernah dilakukan pelatih Barca adalah tak memainkan Messi. Ini pas Messi bugar ya. Kalau lagi cedera ya tak mainlah. Atau, berani menarik Messi di tengah pertandingan saat situasi sedang genting. Kalau Ronald Koeman bisa melakukan itu, top markotop!

Messi itu pemain, maka kendalikanlah dia. Soal Messi nantinya tak respek dengan Ronald Koeman, itu urusan nanti. Prinsip utamanya, pelatih yang mengatur dan mengendalikan pemain. Ucapan Ronald Koeman saat menghubungi Messi harus dibuktikan tatkala Barca bertanding nanti.

Bicara soal prinsip, Messi pun juga punya. Saat sudah di lapangan, segala intrik politik pun ditinggalkannya. Messi hanya melihat timnya ini sedang bermain bagus atau tidak dan apa yang bisa dia lakukan. Saat bertanding, Messi hanya mencari kemenangan. Dia memang kecanduan akan kemenangan.

Saat Barca tak menang, Messi pun biasanya uring-uringan. Orang pun melihat Messi sebagai sosok yang sensitif dan baperan. Ya, namanya manusia masak enggak boleh sensitif dan baper sih. Bukankah itu pertanda dia sangat memikirkan prestasi timnya sehingga jadi terlalu dalam kena hati saat kalah.

Jika Ronald Koeman mau mengendalikan Messi dan menyedot semua perhatian publik ke dirinya, ya Barca harus menang terus. Publik akan cerdas menilai bagaimana kinerja Ronald Koeman di Barca, apa pun strategi yang akan dipakainya. Meski, saat Barca bertanding, sentral permainan masih bersumbu ke Messi.

No problem karena Ronald Koeman tak akan kehilangan kredit. Dia bakal disebut sebagai pelatih yang mampu mengoptimalkan semua elemen di tim, termasuk Messi. Jadi, sebenarnya tak ada yang salah jika Messi masih sangat diandalkan lalu Barca pun menang. Sempurnanya lagi, saat Messi cedera atau lagi ngambek, Barca bisa tetap menang.

Jika premis itu terjadi, sosok Ronald Koeman pun kian melambung. Inilah yang sedang dinantikan semua fan Barca. Sebaliknya, jika kemungkinan terburuk terjadi yaitu Messi ngambek dan bermain malas, lalu Barca kalah, ya publik pasti langsung menghujat Ronald Koeman. Kontan!

Bukan hanya karena tak bisa mengendalikan Messi tapi tak mampu pula mengoptimalkan semua materi di Barca yang hebat-hebat itu. Lain cerita jika Ronald Koeman bisa membuat Barca tetap menang meski dia sedang ribut (semoga jangan) dengan Messi. Publik pun akan memberikan angin dukungan untuk Ronald Koeman.

Ini yang ditunggu. Bisakah Ronald Koeman melakukan itu? Seharusnya bisa karena para letnan yang mendampingi sebagian sudah cabut. Luis Suarez ke Juventus, Ivan Rakitic ke Sevilla, dan Arturo Vidal ke FC Internazionale. Sergio Busquets sudah turun performanya jadi tak bisa banyak bicara lagi.

Gerard Pique mau melakukan apa saja meski harus tersingkir agar Barca bisa jaya lagi. Mungkin tersisa Jordi Alba saja. Ronald Koeman pun akan membangun tim yang berisikan pemain yang relatif belum jadi letnannya Messi. Pemain yang lebih mematuhinya ketimbang mendengarkan Messi.


Baca Juga :
- Resmi! Newcastle Dapatkan Callum Wilson dari Bournemouth, Stok Striker pun Berlimpah
- Messi Jadi Model Jersey Ketiga Barca, Masih Diandalkan sebagai Mesin Penghasil Uang

Mungkin ini yang disebut Ronald Koeman dengan membangun tim berdasarkan strategi dan tidak menjadikan Messi sebagai sentral. Apalah itu, yang penting menang saja dulu.   Sepak bola itu sebenarnya jujur dan antikonflik. Saat pelatih mampu mengantarkan timnya menang, semua akan senang.

Messi pun bisa ikut senang dan mengakui keandalan strategi Ronald Koeman. Soal Messi yang sudah merasa habis di Barca, itu jadi urusan lain. Jika Messi tetap mau pergi tahun depan pun, itu cerita nanti.***

BERITA TERKAIT

D
BarC4!
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA