#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Jamal Murray Kenakan Sepatu Khusus untuk Perangi Rasisme
01 September 2020 04:38 WIB
DENVER - Pebasket NBA terus menggaungkan isu ketidakadilan yang dialami kaum minoritas. Hal ini sangat penting bagi mereka dan kondisinya makin intens dalam sepekan terakhir.

Aksi boikot para pemain dan tim-tim NBA jadi bukti. Mereka melakukannya untuk memprotes rasisme sistemik dan kebrutalan polisi Amerika Serikat (AS) menyusul tragedi Jacob Blake.

Jamal Murray adalah salah satu yang gencar menggunakan sesi bincang media untuk membahas masalah yang selalu menjadikan kaum minoritas dan kulit hitam AS sebagai korban.


Baca Juga :
- Christian Pulisic dari “Diremehkan” karena Dia Orang Amerika Serikat hingga Jadi Pemain Kunci di Chelsea
- Bukannya Ucapkan Selamat kepada LA Lakers yang Jadi Juara, Presiden Donald Trump Malah Meledek Minimnya Penonton Final NBA

Bintang Denver Nuggets itu bicara soal Breonna Taylor, perempuan 26 tahun, dan George Floyd, pria 46 tahun. Kedua warga kulit hitam itu tewas dibunuh polisi Negeri Paman Sam.

Dan Jamal Murray ingin menyoroti kembali ketidakadilan yang telah merenggut nyawa Breonna Taylor dan George Floyd saat playoff NBA kembali dilanjutkan pada Sabtu (29/8/2020) lalu.

Pebasket 23 tahun itu meletakkan sepatu yang dibuat khusus untuk mengenang Breonna Taylor dan George Floyd di atas kursi selama dua menit sebelum menjawab pertanyaan jurnalis.

Pada bagian luar masing-masing sepatu menampilkan wajah kedua warga kulit hitam yang menjadi korban kebrutalan dan kesewengan-wenangan polisi AS tersebut.

Jamal Murray ingin mengajak publik AS, khususnya fan NBA, untuk selalu mengingat Breonna Taylor dan George Floyd serta rasisme yang masih terjadi di negaranya.

"Salah satu orang yang tergambar di sepatu itu (George Floyd) dicekik selama 8 menit dan satunya lagi (Breonna Taylor) ditembak saat sedang tidur," ujar Murray.

"Itu bukti krisis keadilan dan hak sipil sedang terjadi. Dan ini terus terjadi dan dilakukan dengan cara yang tidak manusiawi," ia menambahkan.

Pada Minggu (30/8/2020), Jamal Murray kembali menegaskan sikap atas ketidakadilan dan kebrutalan polisi terhadap warga kulit hitam lainnya, Jacob Blake.

Hal tersebut disampaikannya setelah membantu Denver Nuggets menang atas Utah Jazz,119-107, pada gim keenam playoff NBA. Jamal Murray tampil luar biasa dengan mencetak 50 poin.

Pebasket asal Kanada itu emosional saat wawancara seusai laga. Murray mengatakan perlawanan atas ketidakadilan dan rasisme sangat penting baginya meski tidak terjadi di negaranya.


Baca Juga :
- LA Lakers Juara NBA ke-17, Penggemar Rusuh Teriaki Kobe Bryant
- Rocco Commisso Terus Upayakan Stadion Baru untuk Fiorentina: Pemilik asal Amerika Lainnya Sudah Punya

"Hal seperti ini tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, tapi di mana-mana. Dan NBA telah bersatu untuk melawannya. Itu sangat penting," ucap Murray.

"Sepatu ini (yang bergambar Breonna Taylor dan George Floyd) memberikan saya hidup. Meski mereka sudah tiada, mereka membantu saya menemukan kekuatan untuk terus berjuang."

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA