#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Beberapa Alasan Mengapa Luka Doncic Layak Sandang Status Legenda NBA
27 August 2020 03:30 WIB
DALLAS - Kata atau status "legendaris" mungkin agak berlebihan disematkan kepada Luka Doncic menyusul performa impresifnya pada Minggu (23/8/2020) atau Senin pagi WIB.

Bintang Dallas Mavericks itu menjadi protagonis saat timnya meraih kemenangan overtime, 135-133, atas Los Angeles (LA) Clippers di NBA Bubble, Florida, Amerika Serikat (AS).

Namun jika melihat saksama statistik Luka Doncic pada game keempat playoff antara Dallas Maverick vs LA Clippers, maka "legendaris" kata yang cocok menggambarkannya.


Baca Juga :
- Bukannya Ucapkan Selamat kepada LA Lakers yang Jadi Juara, Presiden Donald Trump Malah Meledek Minimnya Penonton Final NBA
- LA Lakers Juara NBA ke-17, Penggemar Rusuh Teriaki Kobe Bryant

Doncic adalah anomali dalam NBA dua musim terakhir, tentu dalam sudut pandang positif. Ia berasal dari Slovenia dan baru 21 tahun, namun sudah memberikan dampak besar.

Saat ini, Luka Doncic telah menyandang status sebagai superstar dan pebasket elite. Banyak pihak meyakini sang pemain bakal menjadi bintang besar NBA di masa depan.

Hal tersebut sekali lagi dibuktikan guard sekaligus forward Dallas Mavericks tersebut saat membantu timnya melakukan comeback fantastis melawan LA Clippers pagi tadi.

Pada pertandingan tersebut, Doncic mencetak triple double, 43 poin, 17 rebound, dan 13 assist. Hebatnya, semua itu dilakukannya meski mengalami problem ankle kaki kiri.

Dan yang membuat Luka Doncic makin fantastis adalah saat ia sukses mencetak tiga poin pada detik terakhir (buzzer beater) untuk memastikan kemenangan Dallas Mavericks.

Meski menjadi pahlawan timnya, Doncic justru memuji tim medis Mavericks yang berjasa membuatnya tampil maksimal. Sebuah karakter dan sikap seorang pemain besar.

"Mungkin Anda tidak tahu bahwa orang-orang di belakang layar telah melakukan pekerjaan luar biasa. Tim medis memastikan saya dapat bermain hari ini," ujar Doncic.

"Kondisi saya sejujurnya belum 100 persen, namun saya pikir tidak ada masalah berarti pada ankle kiri saya. Mereka (tim medis) membantu saya setiap waktu," ia menambahkan.

Hasil positif tersebut membuat Doncic dan kawan-kawan berhasil menyamakan skor menjadi 2-2 dari empat gim playoff yang telah dilakoni melawan LA Clippers.

Apa yang dilakukan Doncic melawan Clippers merupakan hal yang hanya dapat diperlihatkan oleh para legenda basket, bukan pemain muda yang baru dua tahun berkarier di NBA.

Namun, seperti yang telah dijelaskan di atas, Luka Doncic adalah pengecualian karena pebasket berpostur 201 cm ini anomali yang tidak sering terjadi dalam NBA.

Guna mempertegas irisan antara Luka Doncic dengan status legenda atau kata legendaris, berikut ini adalah empat rekor yang ditorehkannya untuk membuktikan hal tersebut.

Pertama, Doncic adalah pemain termuda dalam sejarah NBA yang berhasil membawa timnya meraih kemenangan lewat buzzer beater dalam sebuah pertandingan playoff.

Ia mematahkan rekor yang sebelumnya dipegang Kevin Martin saat membantu Sacramento Kings mengalahkan San Antonio Spurs dalam playoff NBA 2006.

Kedua, Luka Doncic juga menjadi pebasket pertama NBA yang mencetak 43 atau lebih poin, melakukan 17 atau lebih rebound, dan membuat 13 atau lebih assist dalam laga playoff.

Satu-satunya pemain yang membukukan lebih banyak poin, rebound, dan assist daripada Doncic adalah Wilt Chamberlain (53-32-14) pada 1968. Itu pun pada laga reguler.

Ketiga, Luka Doncic adalah satu dari dua pebasket NBA yang sukses mencetak 30 poin triple double pada playoff sebelum berusia 22 tahun. Pemain lainnya adalah LeBron James.

Keempat, berdasarkan ESPN Stats & Info, Doncic juga satu dari dua pemain NBA yang dapat mencetak minimal 40 poin dengan buzzer beater saat timnya tertinggal dalam playoff.

Ia bergabung dengan Michael Jordan. Legenda NBA dan Chicago Bull tersebut melakukannya pada 1989. Ketika itu Jordan membawa Bulls menang 101-100 atas Cleveland Cavaliers.

Kelima, Luka Doncic pun mencatatkan diri sebagai pemain ketiga dalam sejarah playoff NBA yang mencetak minimal 40 poin, minimal 15 rebound, dan minimal 10 assist.

Mantan pemain klub basket Real Madrid tersebut bergabung dengan dua nama legendaris NBA yang telah lebih dulu melakukannya, Oscar Robertson dan Charles Barkley.

Terakhir, Luka Doncic termasuk ke dalam daftar sembilan pemain dalam sejarah NBA yang mampu mencatatkan triple double beruntun dalam playoff.

Pada pertandingan ketiga Dallas Mavericks versus LA Clippers, sang bintang sukses menyumbangkan 13 poin, 10 rebound, dan 10 assist.

Tetapi, dari sembilan pebasket, ia adalah sosok ketiga, setelah Magic Johnson (5) dan LeBron James (2) yang mampu melakukannya pada usia 21 tahun atau kurang.


Baca Juga :
- Legenda NBA Michael Jordan Terjun ke Dunia Balap
- Sulit Cari Lapangan Latihan karena PSBB, Manajer Satria Muda: Nanti Pemain Malah Jadi Atlet Fitness

"Sejak awal, kami tahu anak ini (Doncic) memiliki talenta luar biasa. Dia pemain yang sangat fokus dengan mentalitas fantastis," ujar pelatih Dallas Mavericks Rick Carlisle.

Kapasitas Luka Doncic sebagai pembeda tentu akan kembali dibutuhkan Dallas Mavericks saat melakoni gim kelima melawan La Clippers pada Rabu (26/8/2020) nanti.

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA