#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Kendala Teknis Dua Musim Lalu Masih Hantui Mercedes
13 August 2020 04:59 WIB
STUTTGART - Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas finis di posisi kedua (P2) dan P3 pada GP 70th Anniversary, akhir pekan lalu.

Kendati begitu, ternyata tidak semua strategi Tim Mercedes-AMG Petronas berjalan lancar di Sirkuit Silverstone, Inggris.

Untuk lomba putaran kelima Kejuaraan Dunia Formula 1 (F1) 2020 itu, Pirelli selaku pemasok tunggal ban menyediakan ban C2, C3, dan C4 yang memiliki kompon lebih lunak dibanding ban untuk lomba sebelumnya di trek yang sama (C1, C2, C3).


Baca Juga :
- Ungguli Lewis Hamilton, Valtteri Bottas Tercepat di FP2 GP Rusia
- Mantan Bos F1 Sarankan Hamilton Gabung Red Bull Racing

Konsekuensinya, tekanan minimal angin ban untuk GP 70th Anniversary sudah pasti lebih tinggi dibanding lomba sebelumnya, GP Inggris, saat Lewis Hamilton menang dengan tiga ban dan Valtteri Bottas finis ke-11 karena sempat pecah ban.

Untuk menghindari pecah ban depan kiri seperti yang dialami Hamilton dan Bottas, para teknisi Mercedes mengembangkan setingan bagian belakang sasis Mercedes F1 W11 yang berdampak pada cepat ausnya ban kanan belakang baik mobil Hamilton maupun Bottas.

Kondisi tersebut juga sangat dipengaruhi tingginya suhu lintasan dibanding lomba sebelumnya.

Problem seperti ini alami Mercedes pada F1 2018 lalu. Kendati Hamilton mampu sembilan kali menang (dari total 19 lomba) serta menjadi juara dunia pembalap dan Mercedes di konstruktor, saat itu mereka kesulitan dengan manajemen ban dalam lomba panas.

Akhir pekan ini, 15-16 Agustus 2020, lomba putaran keenam, GP Spanyol, akan berlangsung di Sirkuit Catalunya. Tiga tahun terakhir, Lewis Hamilton mampu memenangi lomba di Catalunya.

Namun yang patut dicatat, jika kalender tidak diubah karena ada pandemi Covid-19, GP Spanyol selalu digelar pada pertengahan Mei alias di musim semi. Praktis, suhu udara tidak setinggi musim panas seperti saat ini.

Seperti Silverstone, Catalunya juga memiliki sejumlah tikungan cepat dan lambat. Bila bagian tengah Silverstone lebih teknis, Catalunya memiliki lintasan lurus lebih dari 1 km dengan permukaan trek yang tidak sama.

Karakter Catalunya juga lebih cepat dibanding Silverstone. Di Catalunya, pembalap bisa menekan habis pedal gas (full throttle) hingga 72 persen per lapnya yang hanya 4,655 km.

Bandingkan dengan Silverstone yang memiliki lintasan lebih panjang (5,891km) tapi pembalap hanya bisa full throttle sekitar 70 persen per lapnya.

Dengan perbedaan lintasan dan suhu yang lebih tinggi dibanding tahun lalu, Andrew Shovlin selaku Chief Race Engineer Mercedes dan para teknisinya harus segera menemukan solusi jika tidak ingin sasis W11 "lebih menderita" di Catalunya.


Baca Juga :
- Lewis Hamilton Akan Diperiksa FIA karena Pakai Kaos Berbau Politis
- Lewis Hamilton: Ini Seperti Tiga Kali Race dalam Sehari

Satu lagi yang mungkin bisa jadi masalah Mercedes, Pirelli akan kembali menurunkan ban C1, C2, dan C3 -- seperti untuk GP Inggris -- di Catalunya nanti.

 

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA