#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Usain Bolt Curhat, Nama Besarnya Tidak Dihargai di Dunia Sepak Bola
06 August 2020 22:32 WIB
CANBERRA – Meski sudah meninggalkan dunia atletik sejak 2017, nama Usain Bolt tetap berkibar sebagai sprinter legendaris dunia.

Pria asal Jamaika ini masih tercatat sebagai pemegang rekor dunia pada dua nomor lari paling bergengsi, 100 meter dan 200 meter putra.

Catatan rekornya yakni 9,58 detik (100 meter putra) dan 19,19 detik (200 meter putra) yang dicapainya pada 2009 lalu belum terpecahkan hingga sekarang.


Baca Juga :
- Jadwal Liga Inggris Hari Ini, Sabtu 26 September
- Solsjkaer Marah Saat Donny van de Beek Diremehkan

Medali emas dalam berbagai ajang bergengsi pun sudah jadi langganannya. Termasuk total delapan emas Olimpiade dan 11 emas Kejuaraan Dunia Atletik.

Tapi, kejayaan dan nama besarnya seketika pudar ketika menjajal cabang olahraga terfavorit di dunia, sepak bola, usai pensiun dari atletik.

Ya, menjadi pemain sepak bola memang salah satu impiannya sejak kecil. Dalam sebuah wawancara dengan The Guardian pada 2016 lalu, Bolt mengaku ingin menjajal karier sebagai pesepak bola profesional setelah pensiun dari atletik.

Cita-citanya ketika itu adalah bergabung dengan Manchester United. “Jika saya bisa bergabung dengan Manchester United itu seperti impian yang jadi kenyataan,” kata Bolt saat itu.

Demi mencapai impiannya itu, Bolt pun memutuskan pensiun dari dunia atletik pada 2017 dalam usia 31 tahun.

Ini dianggapnya sebagai jembatan untuk meniti karier baru sebagai pesepak bola. Apa daya, Manchester United tidak juga memanggilnya karena skill sepak bolanya biasa saja.

Mungkin Liga Primer Inggris terlalu berat, sehingga Bolt pun mencoba mengalihkan peruntungannya ke Liga Australia (A-League) pada 2018 lalu.

Ia sempat ikut trial di salah satu klub A-League Central Coast Mariners, seraya berharap dapat mewujudkan impian masa kecilnya menjadi pemain sepak bola.

Pencariannya sempat menarik perhatian dunia, dan semakin intensif ketika Bolt yang dipasang pada posisi sayap mencetak dua gol dalam pertandingan persahabatan pramusim.

Namun kemampuannya dipertanyakan. Termasuk oleh mantan striker Irlandia Andy Keogh yang mengatakan dia punya sentuhan seperti trampolin, dan pembicaraan kontrak pun gagal. Alhasil, Bolt memutuskan menghentikan kariernya sebagai pesepak bola.   

Pada Kamis (6/8/2020) Bolt mengungkapkan kekecewaannya soal kegagalannya saat beralih ke sepak bola kepada jaringan televisi Channel Nine Australia. "Saya rasa saya tidak mendapat kesempatan yang adil,” Bolt menegaskan.

"Saya tidak melakukannya sebagaimana saya ingin melakukannya. Tapi ini (sepak bola) sesuatu yang saya pikir akan saya kuasai. Tapi ini hanya satu hal yang Anda lewatkan dan harus terus maju," kata Bolt.

Selain Australia, Bolt sebelumnya juga pernah trial dengan klub-klub sepak bola di Jerman, Afrika Selatan, dan Norwegia. Tapi semua gagal.

Ditanya apakah ia menyesal dengan upaya perubahan kariernya, dia menjawab. "Saya kadang memikirkannya bahwa ini tidak berhasil seperti yang saya inginkan, karena sepak bola adalah sesuatu yang saya sukai,” ujarnya.

"Fakta bahwa ini tidak berhasil, saya memikirkannya. Tapi seperti saya katakan, ini salah satu hal yang harus dilewati," ia menambahkan.


Baca Juga :
- "Masa Depan Terlihat Cerah!" Lakukan Penyelamatan Gemilang dalam Debutnya di MU, Dean Henderson Dipuji Warganet
- Solskjaer Ungkap Satu Kelemahan Mason Greenwood yang Membuatnya Belum Dianggap Striker Sejati

Awal tahun ini, Bolt dan pasangannya Kasi Bennett menjadi orangtua dari seorang bayi perempuan. Ia mengaku puas dengan kehidupannya, kendati kecewa karena tidak menjadi pesepak bola.

"Menjadi orangtua sekarang, itu berbeda. Ini memberi rasa pencapaian, maka saya sangat gembira dan bersemangat untuk meneruskan perjalanan ini," kata Bolt kepada stasiun televisi Australia itu.*05

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA