#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


INFOGRAFIS: Daftar Pelatih Arema yang Tidak Bertahan dalam Satu Musim (1988-2020)
06 August 2020 13:35 WIB

MALANG  Arema FC berdiri sejak 11 Agustus 1987 atau 33 tahun lalu. Tercatat 22 pelatih pernah menukangi tim ini. 

Delapan di antaranya pelatih mancanegara atau asing dan sisanya 14 orang merupakan pelatih domestik atau lokal.

Sepanjang 31 musim kompetisi sejak era Galatama XII 1987/1988 hingga Liga 1 2020 keikutsertaan tim Singo Edan, 12 pelatih tak penuh menuntaskan hingga durasi kontraknya berakhir.

Jelang lanjutan kompetisi Liga 1 2020 dalam keadaan luar biasa karena pandemic\ virus corona (Covid-109), skuat Arema dikagetkan dengan mundurnya aristek tim Roberto Mario Carlos Gomez.

Pelatih asal Argentina tersebut, menjadi pelatih ke-12 tim Singo Edan yang tidak menyelesaikan tugasnya hingga kompetisi berakhir dalam 33 tahun terakhir ini.

Mereka hanya sempat melakoni 146 laga dari yang seharusnya 266 laga atau hanya 54,88 persen laga.

“Posisi pelatih kepala, kami belum ada rencana mencari pelatih pengganti dalam waktu dekat. Kami masih tunggu respons dari manajemen coach Mario Gomez (AAManagers Argentina,red), Sementara ini kami juga menunggu arahan owner (Iwan Budianto dan Agoes Soerjanto,red) dan direksi Arema, seperti apa langkah yang harus ditempuh nantinya,"  ucap General Manager PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI), Ruddy Widodo, kepada TopSkor.id.

"Jika memang harus mencari pelatih baru, tentu dia arus menerima dengan kondisi seperti yang diatur dalam SKEP/53/VI/2020 yaitu gaji 50 persen dan komposisi tim yang sudah ada."

Menariknya, kasus mundurnya Mario Gomez sama persis dengan yang ditempuh almarhum Miroslav Janu (Republik Ceko) tahun 2007, sama-sama masalah materi atau tak sepakat besar kontrak baru.

Di tengah masa sulit pandemi virus corona, Mario Gomez sejak awal tak setuju dengan regulasi PSSI yaitu SKEP/48/III/2020 (gaji 25 persen) dan SKEP/53/VI/2020 (gaji 50 persen).

Sedangkan, Miroslav Janu mundur setelah timnya menuntaskan 34 laga ISL 2007 dan bersiap menghadapi menghadapi Babak 8 Besar Liga Indonesia Wilayah I (Barat) di Stadion Brawijaya, Kediri (16-26 Januari 2007).

Janu menolak atau tak setuju tawaran nilai kontrak baru dari manajemen Arema.

Ketika itu kick-off Babak 8 Besar molor sebulan dari jadwal semula, sehingga semua delapan tim termasuk Arema harus mengajukan penambahan kontrak berdurasi sebulan kepada pelatih dan pemain.

Janu yang gagal pertahankan gelar juara pada Copa Dji Sam Soe 2007 (Piala Indonesia,red) dan Arema tersingkir pada babak penyisihan Grup F AFC Champions League 2007, meminta nilai kontrak lebih besar dair yang ditawarkan manajemen.

Dia beralasan, jika hanya diperpanjang satu bulan, risikonya dia akan menganggur lama begitu Babak Delapan Besar hingga final yang hanya berlangsung 23 hari saja hingga musim kompetisi baru.

Pada akhirnya Arema pasrah melepas Miroslav Janu pergi, sama seperti yang dipilih ketika kembali terjadi pada kasus Mario Gomez pada LIga 1 2020 ini. Gomez mundur meski dia baru sempat melakoni tiga laga pada kompetisi dan kondisi force majeure yang melanda semua liga domesti seantero dunia.

Pelatih asal Argentina, Mario Gomez menjadi pelatih keenam Arema yang mengundurkan diri, setelah Aji Santoso (Juli 2017), Rahmad Darmawan (Agustus 2013), Miroslav Janu (Rep. Czech, Januari 2008), M Basri (10 Januari 1993), dan Sinyo Aliandoe (3 Januari 1989).

Sisanya lima pelatih tak selesaikan semusim penuh karena dicoret manajemen tim atau dianggap gagal di tengah jalan, yaitu Joko “Gethuk” Susilo ( Mei 2018), Wolfgang Pikal (Austria, Januari 2012), Bambang Nurdiansyah (Agustus 2008), Gusnul Yakin (Maret 2003), dan Terrence ‘Terry’ Wetton (Australia, Februari 2003). Sedangkan satu lainnya, Suharno (Agustus 2015) karena kompetisi terhenti dan meninggal dunia.

Tercatat hanya 10 pelatih saja yang lancar menjalankan tugasnya hingga kompetisi berakhir. Mereka adalah Miroslav Janu (Republik Ceko 2010/11), Robert Rene Alberts (Belanda 2009/10), Daniel Roekito, M. Basri (1999/2000), duet Hamid Asnan dan Winarto (1998/99), dan Suharno (1996/97).

Kemudian, Gusnul Yakin (1995/96 dan 1993/94), Halilintar Gunawan (1994/95), Andi M Teguh (1990-1992 dan 1990), dan Sinyo Aliandoe (1987/88). Satu musim pada 1997/98 Arema bersama pelatih Gusnul Yakin terhenti pada laga ke-14 dari total laga Grup Barat karena terjadi tragedi Reformasi Mei 1998.

Daftar Pelatih Arema FC Tak Tuntas Satu Musim :

  1. 2020 Roberto Mario Carlos Gomez (Argentina, 25 Juli 2020, mundur karena tak sepakat kontrak baru. 3 laga)
  2. 2018 Joko “Gethuk” Susilo (14 Mei 2018, dicoret, 8 laga)
  3. 2017 Aji Santoso (31 Juli 2017, mundur, 17 laga)
  4. 2015 Suharno (19 Agustus 2015, kompetisi terhenti dan meninggal dunia, 3 laga)
  5. 2013 Rahmad Darmawan (7 Agustus 2013, mundur gagal penuhi target juara, 30 laga)
  6. 2011 Wolfgang Pikal (Austria, 5 Januari 2012dicoret, 4 laga)
  7. 2008 Bambang Nurdiansyah (2 Agustus 2008, 4 laga, dicoret) 
  8. 2008 Miroslav Janu (Rep Ceko, 9 Januari 2008, mundur karena tak sepakat kontrak baru, 34 laga)
  9. 2003 Gusnul Yakin (6 Maret 2003, dicoret, 5 laga)
  10. 2003 Terrence ‘Terry’ Wetton (Australia, 1 Februari 2003, dicoret, 5 laga)
  11. 1992-1993 M Basri (10 januari 1993, mundur pindah ke Mitra Surabaya, 16 laga)
  12. 1988/1989 Sinyo Aliandoe (3 Januari 1989, mundur, 17 laga)

BERITA TERKAIT

news
__backpacker-nya Top Skor di Jawa Timur dan sekitarnya__(that's one thing you learn in sports, you don't give up and you fight to the finish)
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA