#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Tujuh Tahun lalu Dunia Sepak Bola Dikejutkan dengan Kepergian Legenda Persib Ini
01 August 2020 15:04 WIB
BANDUNG –  Pada 1 Agustus 2013, dunia sepakbola Bandung diselimuti awan duka.  Legenda Persib, Bambang Sukowiyono yang kala itu menjabat sebagai Ketua Umum Pengprov PSSI Jawa Barat  meninggal dunia di RS Santo Borromoues.

Almarhum Sukowiyono meninggal dalam usia 50 tahun karena sakit kelenjar getah bening yang dideritanya. Sebelum meninggal almarhum sempat menjalani operasi dan dirawat  selama dua pekan tepatnya 12 Juli 2013. Lalu, sempat meninggalkan rumah sakit dan kemarin alhmarhum harus kembali dirawat sampai menghembuskan nafasnya yang terakhir, Kamis, 1 Agustus 2013.

Sebelum meninggal,  almarhum sempat mengatakan pernah menjalani operasi di salah satu rumah sakit di kawasan Bandung Selatan.  Namun, ia masih merasakan nyeri dan sakit hingga akhirnya memutuskan untuk memeriksakan kembali ke rumah sakit Borromeus.


Baca Juga :
- Legenda Persib Sesalkan Mario Gomez Mundur dari Kompetisi Liga 1
- Cara Pelatih Kiper Persib Membangun Chemistry dengan Pemainnya Laiknya Seorang Ayah

Kepergian pria yang akrab disapa Suko ini cukup mengejutkan. Pasalnya, ia meninggal dalam situasi dan kondisi persepkbolaan terkena imbas kericuhan di tubuh PSSI kala itu.

Suko sendiri saat itu, ditunjuk untuk mengisi kursi Ketua Umum PSSI setelah ketua umum,  Tony Aprilani  dinyatakan tidak lagi menjabat lantaran membentuk KPSI yang disebut-sebut sebagai tandingan kepengurusan yang sah yakni PSSI.

Di kalangan tokoh, mantan pemain dan insan sepakbola almarhum dikenal sebagai  Ketua Umum Pengprov PSSI Jawa  Barat yang diangkat  oleh Ketua Umum PSSI Johar Arifin pada 2012 lalu sebagai caretaker dan dikukuhkan melalui Musdalub

Pengprov PSSI Jawa Barat pada Juli di tahun yang sama. Namun, perjalanannya sebagai ketua umum Pengprov penuh dengan cobaan, tekanan, trik serta intrik pihak-pihak yang tidak menginginkan almarhum memimpin induk tertinggi sepakbola di Jawa Barat itu.

Namun, almarhum tetap gigih pada pendiriannya dengan satu misi yakni, membangun sepakbola. Almarhum juga pernah membawa Persib juara Perserikatan di era 1986 serta asisten pelatih Persib pada 2003.

Almarhum juga pernah menyandang asisten pelatih timnas U-16 bersama pelatih Mundari Karya. “Almarhum menjadi harapan insan sepak bola di Jabar karena hanya beliau satu-satunya yang berani dan siap untuk menjadi ketua umum dengan misi yang jelas tanpa mengenal lelah. Jelas dengan berita duka ini kami sebagai kawan, sahabat sangat kehilangan, tugas kita meneruskan cita-cita alhmarhum yang sempat dibahas bersama kita sebelum meninggal,” kata Boyke Adam, kerabat dekatnya ketika itu.

Alhmarhum juga dikenal sebagai sosok yang jujur, ulet dan loyal dalam membangun sepakbola di Jawa Barat dan nasional umumnya. Terakhir pesan almarhum kepada pengurus PSSI Jawa Barat adalah untuk tidak menyerah oleh dengan keadaan dalam menyatukan sepak bola di Jawa Barat yang saat itu mulai terpecah.

Almarhum pun sangat idealis dalam menjalankan prinsipnya. Cita-cita alhmarhum yang sampai saat itu belum tercapai adalah mengembalikan kejayaan sepak bola di Jawa Barat tanpa ada perselisihan paham.


Baca Juga :
- Kondisinya Sudah Membaik, Indra Tohir Pilih Berobat Jalan
- Persib Bentangkan 'Karpet Merah' Sambut Kedatangan Geoffrey dan Kawan-kawan

“Semasa menjadi pemain almarhum contoh pemain yang ulet dan berdisiplin tinggi. Almarhum dikenal sebagai sosok yang pantang menyerah dalam segala hal termasuk saat menjadi ketua umum PSSI Jabar, kami sebagai sahabat dekat sangat kehilangan  karena selama ini belum ada yang segigih almarhum untuk sepakbola di Jawa Barat,” ucap Encas Tonif kerabat  dekat lainnya.

Almarhum dilahirkan di kota Solo 7 Februari 1963. Almarhum meninggalkan istri dan ketiga anaknya.*03

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA