#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Guardiola dan Mourinho Baru Bisa Disebut Pelatih Genius Jika Pernah Memenangi Liga Champions 3 Kali Beruntun seperti Zidane
01 August 2020 12:53 WIB
PELATIH tim nasional Aljazair, Djamel Belmadi, menilai Zinedine Zidane layak mendapatkan lebih banyak respek sebagai pelatih.

Pria asal Prancis ini dikenal sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa, tapi sebagai pelatih, dia kurang mendapatkan pengakuan.

Maklum, Zizou baru menjalani karier sebagai pelatih di level senior selama empat tahun. Dia juga baru menangani satu klub yaitu Real Madrid.


Baca Juga :
- Napoli Siap Saingi Chelsea dan Arsenal untuk Dapatkan Reguilon
- Hanya Barcelona yang Masih Berpeluang ke Semifinal, Dominasi Spanyol di Liga Champions Mulai Pudar

Meski begitu, dari segi prestasi Zidane tidak kalah jauh dari para pelatih yang selama ini disebut-sebut sebagai yang terbaik di dunia seperti Jose Mourinho dan Pep Guardiola.

Gelar La Liga yang diraihnya bersama Los Blancos musim ini adalah trofi ke-11 yang menjadi koleksinya sebagai pelatih.

Koleksi Zidane memang masih kalah banyak dari Guardiola yang memenangi 28 gelar bersama tiga klub berbeda, Barcelona, Bayern Muenchen, dan Manchester City, atau Mourinho yang telah meraih 24 gelar bersama FC Porto, Chelsea, FC Internazionale, Madrid, dan Manchester United.

Tapi, pria berdarah Ajazair ini pernah melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan para pelatih sepanjang sejarah yaitu memenangi gelar Liga Champions tiga musim berturut-turut bersama Los Blancos (2015/16, 2016/17, 2017/18).

Pencapaian Zidane inilah yang disoroti oleh Belmadi dan dijadikan argumen untuk menobatkan mantan kapten tim nasional Prancis itu sebagai pelatih genius.

“Saya mengaggumi Guardiola, (Juergen) Klopp, dan Zidane... Jangan lupa Zidane adalah pelatih hebat,” kata Belmadi kepada harian olahraga Prancis, L'Equipe.

“Jika Mourinho atau Guardiola pernah memenangi gelar Liga Champions tiga kali berturut-turut, kita akan menyebut mereka pelatih genius.

“Zidane adalah pelatih genius meski dia tidak melakukan revolusi terhadap sepak bola.

“Di pihak lain, kita berbicara tentang filosofi dari sejumlah pelatih yang belum pernah memenangi apa-apa.

“Ada apa ini? Apa yang kita inginkan?


Baca Juga :
- Melepas Angka Sial! Setelah 2 Tahun Tertunda, Thibaut Courtois Bakal Memakai Nomor Punggung 1 di Real Madrid Musim Depan
- Masa Pinjaman Dipotong, Martin Odegaard Resmi Pulang ke Real Madrid

“Apakah kita menilai seseorang dari kemenangan yang dia raih atau dari filosofinya yang terbaik?

“Fan mengharapkan kita menang.”

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA