#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Conte yang Mengawali Siklus Scudetto Juve, Conte pula yang Bisa Mengakhiri bersama Inter
31 July 2020 14:45 WIB
MILAN – Hari ini, Antonio Conte genap berusia 51 tahun. Tidak banyak ucapan selamat kepada pria yang memang tidak terlalu menyukai publikasi.

Namun, ada satu narasi terkait Conte dan Inter saat ini dan intinya adalah impian sang pelatih dan juga I Nerazzurri. Conte sudah memesan meja scudetto dan dia hanya menunggu waktu untuk merayakannya.

Dan, bisa jadi momen tersebut akan terjadi musim depan. Tuttusport, sebuah harian olahraga Italia asal Turin memberikan penilaian dengan “perkembangan yang tidak terbantahkan” untuk performa Inter sepanjang musim ini di bawah asuhan Conte.


Baca Juga :
- Faktor Andrea Pirlo yang Membuat Arturo Vidal Bisa Kembali ke Juventus
- Jose Callejon Tujuh Tahun di Napoli Mencetak Gol dengan Cara yang Sama

Ya, I Nerazzurri memang gagal untuk meraih gelar Seri A musim ini namun apa yang diraih Inter di bawah asuhan mantan pelatih Juventus dan Chelsea tersebut sangat mengagumkan.

Musim ini di Seri A, Inter mampu meraih 79 poin ketika kompetisi menyisakan satu pertandingan lagi.

Itu merupakan pencapaian poin yang lebaih bauk dibandingkan dengan yang mereka raih pada dua musim sebelumnya di bawah asuhan Luciano Spalletti. Di masa Spalletti, Inter meraih 72 poin pada 2017/18 dan 69 poin pada 2018/19.

Dengan perbandingan itu pula, terlihat bahwa Inter kini terlihat mampu memperbaiki jarak antara mereka dan Juventus. Pada akhir 2018/19, Inter mengakhiri musim di bawah Juventus dengan jarak 21 poin.

Saat ini, Inter hanya tertinggal delapan poin dari Juventus ketika kompetisi menyisakan satu laga lagi. Jika besok mereka mampu mengalahkan Atalanta, mereka akan meraih total 82 poin di akhir musim, jumlah yang sama ketika Inter meraih treble.

Di bawah asuhan Conte pula, Inter memiliki rapor pertahanan yang sangat mengagumkan. Gawang Samir Handanovic hingga kini hanya kemasukan 36 gol, yang terbaik di antara kontestan Seri A musim ini.

Jumlah tersebut lebih baik dibandingkan dengan Juventus yang kemasukan 40 gol, lebih baik dari Atalanta yang kemasukan 46 gol, dan dari Lazio yang kemasukan 39 gol.

Sedangkan untuk aspek serangan atau produktivitas, Inter merupakan kedua terbaik setelah Atalanta (98 gol).

Jika musim depan Conte mampu membawa Inter meraih gelar Seri A, itu menjadi sukses yang tersendiri karena dia membawa tim yang tidak memiliki sejarah dalam kariernya sebagai pemain.

Conte memang identik dengan Juventus. Dia salah satu gelandang terbaik yang dimiliki Juve pada 1991 hingga 2004 sebelum akhirnya gantung sepatu.

Karena itu, ketika sebagai pelatih dia membawa Juventus meraih gelar Seri A yang merupakan siklus suksesnya sejak 2011/12, tidak ada yang terkejut. Intinya, Conte memang Juventus.

Kini, sebagai pelatih, dia akan mencoba meraih gelar dengan klub lain yang justru identik sebagai pesaing atau rival dari Juventus.


Baca Juga :
- BOOM! Sergio Conceicao Jadi Kandidat Terbaru untuk Gantikan Antonio Conte di Inter
- Berselisih dengan Crsitiano Ronaldo dan Perokok Berat, Maurizio Sarri Tidak Pernah Dianggap Pelatih yang Tepat buat Juventus

Conte adalah pelatih yang mengawali siklus sukses scudetto Juventus sejak 2011/12 hingga saat ini. Dan, dia pula yang akan mencoba menghentikan siklus tersebut.

Jika tidak musim ini, tampaknya musim depan karena tanda-tandanya sudah terlihat. Ya, dengan performa Inter pada musim ini, hanya Inter yang bisa menghentikan siklus sukses Juventus.*

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA