#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Tinju Pro Lesu Darah, Mantan Juara WPBF International Hero Tito Alih Profesi
30 July 2020 11:01 WIB
HERO Tito tidak mengelak bahwa kondisi dan gaung dunia tinju profesional di Tanah Air era 2000-an ini tak segemerlap pada 1970 hingga 1990-an.

Tidak ada lagi promotor sekelas dan segila Boy Bolang, Herry “Aseng” Sugiarto, Tourino Tidar, atau Daniel Bahari yang rajin memanggungkan banyak ajang.

Dunia tinju profesional Indonesia mati suri, timbul tengggelam, dan banyak petinju, manajer dan pelatih terdampak secara langsung, bahkan aktivitas di boxing camp penuh ketidakpastian.


Baca Juga :
- Luke Campbell dan Ryan Garcia Dibentrokan November, Tapi Tempat Pertarungan Belum Diputuskan
- Maria Sharapova Pamer Skill Tinju: Saya Ingin Pukul Beberapa Orang Tertentu

Hero Tito yang mantan juara WPBF International (World Profesional Boxing Federation) kelas Ringan pada 27 November 2016, sekitar setahun terakhir ini  tak pernah lagi memiliki kesempatan naik ring.

Petinju asal Malang ini meraih sabuk juara WPBF International setelah menang TKO ronde ke-8 atas Thongchai Kunram (Thailand) di Los Palos Gymnasium, Lospalos, Timor-Leste.

Bahkan tanpa pernah mempertahankan gelar sekalipun, sabuk gelar juara WPBF Internasional terlepas dari pinggangnya (07/09/2019) dianggap lowong dan berpindah ke petinju Zambia,     Hannock Phiri.

Kondisi itu diperparah dengan munculnya wabah virus corona (Covid-19), imbasnya dalam lima bulan ini ajang tinju terkapar alias knock out.

Alasan  itu pula yang memaksa satu-satunya petinju profesional Malang yang memiliki  jam terbang  internasional dari generasi terakhir  harus alih profesi.

“Satu tahun lebih sejak Mei 2019 tidak ada kesempatan naik ring, apalagi lima bulan ini ada pandemi virus corona. Sementara ring tinju adalah sumber nafkah bagi keluarga saya,” kata Hero Tito, dengan nada lirih.

“Segala pekerjaan sampingan sudah saya jalani untuk kebutuhan keluarga, pernah jadi tukang parkir,  satpam, sopir taksi online sampai honorer di Pemkot Malang,” kata Hero Tito lagi.

Bahkan dirinya harus ke Jakarta untuk mencari pekerjaan dan akhirnya kantor pusat PT. Pangansari Utama di Jakarta menawarinya profesi baru sebagai sport instructure di camp atau kantor pertambangan gas di Papua Barat.

“Ya profesi itu saya jalani sudah ada enam bulan ini, sementara anak dan istri tetap di Malang,” petinju kelahiran  Malang 27 September 1986 tersebut menambahkan.

Petinju yang memiliki julukan The Lion itu, boleh jadi menjadi petinju pro di Tanah Air yang masih aktif dan memiliki rekor naik ring terbanyak.

Sejak debut pertamanya di tinju pro pada 28 Februari 2004 atau 20 tahun, Hero tercatat  44 kali naik ring, di antaranya 27 kali memnang (16 menang angka, 11 kali menang KO), 15 kali kalah, dan serta dua kali draw.

Petinju bergaya ortodoks dan counter boxer itu, selain pernah merebut sabuk juara WPBF Internasional juga pernah empat kali juara nasional.

Hero dua kali juara nasional kelas Bulu 57,1 kg tahun 2012 dan 2013, dan juara nasional kelas Ringan Yunior  tahun 2016 dan  2017.

Saat ini Hero masih bernaung di sasana d’Kross Boxing Camp Malang di bawah tempaan pelatih  Widodo.

“Aktivitas saya selain sport instructure di camp SKK Migas Bintuni Bay, Papua Barat, akhir Juli mencoba menjadi youtuber dan baru sekadar menshare aktivitas fitness dan tinju,” kata Hero lagi.


Baca Juga :
- Warjok Olahraga: Ongen Saknosiwi Ingin Tarung di Las Vegas, "Kalau Rahang Kepukul Lihat Orang Jadi Tiga"
- Mayweather & Rapper 50 Cent Ribut, Padahal Mereka Bersahabat

Menurutnya, itu kegiatan sampingan yang cukup menarik dan ke depan akan mengisi dengan beberapa video tentang teknis tinju di channel youtube miliknya: herotitoofficial.*

Biodata Hero Tito
Nama: Heru Purwanto
Nama ring: Hero Tito
Julukan: The Lion Tito
Lahir: Malang 27 September 1986
Alamat: Banjarejo, Pakis, Kabupaten Malang Jawa Timur
Pendidikan: SMA
Istri: Didin Nurul Wijayanti
Anak: Tasya Adinca Az Zahra dan Tito Al Ghazali
Petinju idola: Oscar de La Hoya dan Chirs Jhon
Gaya bertinju: Ortodoks dan counter boxer
Kelas tinju: Ringan 61,2kg
Rekor ring: 44 main, 16 MA, 11 MKO, 10 KA, 3 KTKO, 2 KKO, 2 Draw
Debut Pro: 28 Februari 2004
Postur: 171 cm/61 kg
Sasana: d’Kross Boxing Camp Malang
Pelatih: Widodo
Pekerjaan: Sport Instructure PT. Pangansari Utama, Papua Barat
Prestasi Internasional :
Juara WBF International (World Profesional Boxing Federation) kelas Ringan (27/11/2016 vs Thongchai Kunram MTKO 8 di Dili, Timor-Leste)
Prestasi Nasional :
Juara nasional 2013 kelas Bulu 57,1 kg (KTI)
Juara nasional 2012 kelas Bulu 57,1 kg (KTPI)
Juara nasional 2017 kelas Ringan Yunior 58,9 kg (KTI)
Juara nasional 2016 kelas Ringan Yunior 58,9 kg (ATI)

BERITA TERKAIT

news
__backpacker-nya Top Skor di Jawa Timur dan sekitarnya__(that's one thing you learn in sports, you don't give up and you fight to the finish)
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA