#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Sang Legenda Timnas Indonesia, Slamet Pramono Berpulang
04 July 2020 21:25 WIB

MALANG – Innalillahi wainna ilaihi rojiun, publik sepak bola Malang dan nasional kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Mantan gelandang serang timnas Indonesia era  1965-1976, Slamet Pramono meninggal dunia. Almarhum juga Mantan asisten pelatih Arema Malang Galatama 1987-1992 tersebut, mengembuskan nafas terakhir, Sabtu (04/7) pukul 19.30 WIB karena sakit dalam usia 75 tahun. 
    
Sebelumnya pekan lalu, legenda Arseto Solo, Arema Malang, dan Timnas Indonesia, Mahdi “Meok” Haris mendahaului menghadap Sang Khaliq. Saat ini jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka, di Perum Sukun Indah Blok J No 16  Bandungrejosari, Sukun, Kota Malang. Rencana jenazah akan dimaakamkan, Minggu (05/07/2020) pagi di TPU Kasin, Klojen, Kota Malang. 

“Beliau adalah panutan kami sejak awal Arema Malang berdiri dan mulai ikut kompetisi Galatama 1987. Meski waktu itu selama empat musim 1987-1992 beliau adalah asisten pelatih, tapi untuk urusan hubungan pemain dan pelatih beliau yang berperan. Beliau sarat pengalaman di Timnas Indonesia. Saya dan semua rekan-rekan pemain merasa sangat kelehilangan, beliau sangat mewakili tipikal sepak bola khas Malang, yang keras, ngeyel, tapi tidak kasar. Innalillahiwainnailaihirojiun, semoga Allah menerima amal ibadahnya, diampuni semua dosanya, dimasukkan ke surganya Allah SWT, aamiin,” ujar mantan pemain Arema Galatama era 1980-1990-an, Singgih Pitono. 

Slamet Pramono selama karir sepak bolanya sebagai pemain, pernah membela PS Atomcy Malang (1969-1974), PS HW Malang (1962-1969), Persema Malang (1967-1974), PSBI Blitar (1974-1976), dan Persebaya Surabaya (1976-1985). Bahkan almahum melekat dengan julukan “Tendangan Geledeg” semasa menjadi pemain. 

“.....saat saya membela klub amatir Atomcy Malang, klub itu lebih pantas disebut Timnas Indonesia, sebab di klub ini waktu itu ada saya, kiper Suharsoyo, Waskito, Trisno Broto, Sungatman, Sutono, Slamet Bindeng, Agus Salam, dan Eddy Badak. Tahun 1972 PS Atomcy mampu mengalahkan Timnas Indonesia senior dua kali, 2-1 di stadion Gajayana dan 1-0 di Stadion Senayan. Saya waktu itu cetak dua gol di Malang dan Jakarta,” kenang Slamet Pramono saat ditemui TopSkor.id, tahun 2019 lalu.*03

BERITA TERKAIT

news
__backpacker-nya Top Skor di Jawa Timur dan sekitarnya__(that's one thing you learn in sports, you don't give up and you fight to the finish)
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA