#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS: Bruno Fernandes Ikuti Jejak Cantona di Manchester United
04 July 2020 07:24 WIB
MANCHESTER – Jika Eric Cantona sangat berperan besar ketika Manchester United (MU) meraih trofi pertama di bawah asuhan Alex Ferguson, maka Bruno Fernandes bisa menjadi figur penting dalam titik tolak di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer.

Ketika bergabung ke MU pada 1991/92, Cantona memang langsung memberikan efek positif bagi Tim Setan Merah yang ketika itu belum pernah lagi meraih trofi Liga Primer (Divisi Satu) sejak kali terakhir meraihnya pada 1966/67.

Cantona yang mencetak sembilan gol dari 22 laga Liga Primer pada 1992/93 kemudian mendapat “gelar” dari fan MU dengan panggilan King Eric. Selanjutnya, Cantona memberikan gelar Liga Primer lagi pada 1993/94, 1995/96, dan 1996/97.


Baca Juga :
- Promosikan Fitur Anti-Bullying, Twitter Malah Mem-bully Bek Tengah Manchester United
- Gagal Merebut Jadon Sancho, Manchester United Diledek Borussia Dortmund di Media Sosial

Cantona mengakhiri kariernya di MU pada 1997. Total tampil dalam 185 laga dengan mencetak 82 gol, dengan 64 gol di antaranya di Liga Primer.

Meski demikian, menilai karier Cantona tidak cukup hanya dengan angka-angka gol yang diciptakannya melainkan dengan karakter kepemimpinan yang dibawanya ke dalam tim.

“Dia (Cantona) memiliki semangat yang sangat kuat, personalitas dan karakter yang besar,” kata mantan pemain MU, Gary Pallister. “Memiliki karakter itu adalah satu hal yang sangat baik, tapi kemampuan mentransformasikannya ke dalam tim juga satu hal lainnya, dan Eric telah melakukannya,” dia menambahkan.

Tentu saja, masih sangat jauh membandingkan antara Cantona dan Fernandes. Sejak bergabung ke MU pada bursa transfer Januari lalu, Fernandes baru tampil dalam 13 pertandingan untuk MU dalam semua ajang. Karena itu, dia tidak dapat dibandingkan.

Meski demikian, harus diakui pula bahwa Fernandes telah memberikan efek yang sama seperti yang diberikan Cantona ketika baru kali pertama bergabung di MU.

Fernandes sejauh ini baru tampil dalam delapan pertandingan Liga Primer untuk MU. Namun, dari jumlah tersebut dia telah menorehkan lima gol termasuk dua golnya ke gawang Brighton, akhir Juni lalu.

Fernandes juga memberikan tiga assist dari delapan laga tersebut. Rapor atau statistik tersebut memiliki kesamaan dengan jejak King Eric dalam dalapan laga awal dengan MU pada 1992 silam.

Di sisi lain, seperti Cantona pula, melihat Fernandes pun tidak cukup dengan jumlah gol serta kreativitasnya sebagai pemain. Melainkan juga pemain yang yang didatangkan dengan nilai 47 juta paun ini memiliki karakter yang juga sangat kuat dalam permainan timnya.


Baca Juga :
- Hadapi Sevila di Semifinal Liga Europa, Fan Manchester United Senang Tidak Bertemu Wolves untuk Ke-100 Kalinya
- Pekan Ini, Bek 22 Tahun yang Tampil Mengesankan di Ligue 1 Itu Akan Memilih Manchester United atau Arsenal

Bersama Fernandes, MU tidak terkalahkan dalam 15 laga terakhir dalam semua ajang sejak akhir Januari lalu. Mantan pemain Sporting CP ini membawa kreativitas dan inspirasi ke MU.

“Dia seorang konduktur, pemimpin, dan seorang pemenang. Dia ingin selalu meraih kemenangan,” kata pelatih MU, Ole Gunnar Solskajer. “Dia tidak mau hanya sekadar cukup bagus, dan dia memang membuat saya sangat terkesan,” dia menambahkan.*

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA