#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Kiper Cadangan Inter Ini Punya Rekor Janggal, Tidak Pernah Dimainkan, tapi Sudah 2 Kali Kena Kartu Merah
30 June 2020 23:21 WIB
MILAN – Kiper cadangan FC Internazionale, Tommaso Berni, punya rekor aneh, tidak pernah dimainkan, tapi telah mengantungi dua kartu merah.

Penjaga gawang veteran berusia 37 tahun ini memang lebih sering menjalani karier sebagai kiper cadangan di sejumlah klub seperti Lazio, Sampdoria, dan Torino.

Meski begitu, kiper asal Italia yang juga pernah berkiprah di Inggris bersama Wimbledon dan di Portugal bersama Braga ini menorehkan rekor yang tidak biasa.


Baca Juga :
- Inter Milan Ikut Berburu Pemain Bintang Atletico Bersaing dengan Manchester United, Muenchen dan PSG
- Inter Milan Jadi Target Rekor 100 Gol Atalanta, Trio Ini Patut Diwaspadai

Kita bukan bicara soal clean sheet atau berapa lama dia tidak kebobolan. Rekornya jauh lebih mencengangkan daripada semua itu.

Sejak bergabung dengan I Nerazzurri pada 2014, Berni belum pernah sekalipun mendapatkan kesempatan merumput, baik di ajang domestik maupun internasional. Meski begitu, dia sudah mendapatkan dua kartu merah.

Kedua kartu merah itu didapatkan Berni di Serie A musim ini. Kartu merah pertama dia peroleh dalam laga lawan Cagliari pada 26 Januari lalu lantaran dia memberikan tepuk tangan buat wasit yang mengusir striker Lautaro Martinez dari lapangan.

Berni kembali mendapatkan kartu merah dalam laga Inter lawan Parma, Minggu lalu. Saat itu I Nerazzurri tengah tertinggal 0-1 dan ketegangan pun mulai menyeruak. Berni yang merasa kesal dengan sejumlah keputusan wasit berulang kali berteriak-teriak melancarkan protes dari bangku cadangan.

Ulah itu membuat sang wasit kehilangan kesabarannya sehingga dia mengganjar Berni dengan kartu merah di menit ke-68. Hebatnya, setelah insiden kartu merah itu Inter malah bangkit dengan mencetak dua gol dalam enam menit terakhir untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1.

Lantaran statusnya sebagai kiper cadangan, Berni merupakan pemain Inter yang gajinya paling rendah. Kabarnya, dia hanya dibayar sekitar 180 ribu paun (Rp3,1 miliar) per tahun atau 3.500 paun (Rp61 juta) per pekan.

Nilai itu terlihat seperti dibilang recehan jika dibandingkan dengan gaji yang diterima para pemain top Inter seperti striker Romelu Lukaku (275 ribu paun atau Rp4,8 miliar per pekan) dan gelandang serang Christian Eriksen (170 ribu paun atau Rp2,9 miliar per pekan).

Berni bukan punya rekor tidak biasa, tapi juga memiliki istri yang terbilang unik, Luna Dakota Riot. Dia adalah wanita yang mengaku sebagai hippy dan menamakan dirinya “Putri Rembulan” di Instagram.


Baca Juga :
- Tolak Man-City, Lautaro Martinez Bersedia Menunggu Barcelona 12 Bulan
- Inter Milan Pesta Gol, Conte Mengamuk: Serang Saya, Bukan Pemain!

Luna dan Berni menikah di Kenya pada awal 2019 dengan disaksikan sebuah suku di Afrika. Keduanya juga sangat berani berekspresi seperti saat mengunggah foto di akun Instagram yang memperlihatan mereka yang tengah berpelukan tanpa sehelai pakaian pun.

“Tetap bebas, tetap liar, fokus pada dirimu sendiri. Ibu Pertiwi adalah rumah kita.” Begitu bunyi caption foto tersebut.

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA