#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


PT LIB: Naik Tidaknya Subsidi Klub Tergantung Negosiasi dengan Sponsor
30 June 2020 17:17 WIB
JAKARTA - PT Liga Indonesia Baru (LIB) belum bisa memastikan apakah subsidi yang akan diterima klub Liga 1 dan Liga 2 akan mengalami kenaikan ketika kompetisi berlanjut pada Oktober mendatang di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita mengatakan bahwa besaran subsidi termin ketiga dan selanjutnya, tergantung hasil dari renegosiasi dan tanda tangan kontrak baru dengan sponsor.

Pada prinsipnya, dikatakan Akhmad, PT LIB ingin memenuhi permintaan klub terkait peningkatan besaran subsidi. Sebab, pengeluaran klub bisa jadi juga meningkat jika kompetisi dilanjutkan di tengah pandemi karena harus rutin melakukan pengetesan virus corona.


Baca Juga :
- Timnas U-19 Indonesia Taklukkan Qatar, Pelatih Shin Tae-yong Soroti Pertahanan
- Uji Strategi! Preview Timnas Indonesia U-19 vs Qatar U-19, Live Malam Ini

Akan tetapi, pihak PT LIB harus melakukan renegosiasi dengan para sponsor tersebut terlebih dahulu sebelum memastikan. Sebab dijelaskan Akhmad, kesepakatan sebelumnya sudah tidak berlaku karena adanya kondisi kahar atau force majeure yang memaksa kompetisi dihentikan sementara sejak Maret lalu.

"Saya pribadi mau jumlahnya naik seperti rencana. Namun, situasi pandemi Covid-19 ini membuat kita harus saling memahami. Bisa saja pemasukan dari sponsor justru berkurang karena kondisi tidak normal," kata Akhmad.

Satu yang pasti dikatakan Akhmad, PT LIB  akan transparan soal keuangan karena mayoritas saham perusahaan dimiliki oleh klub Liga 1.

Lelaki yang dikenal dekat dengan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan saat menjabat di Lemhanas itu, mengatakan bahwa para sponsor kompetisi, termasuk sponsor utama yang sudah menjalin kerja sama sejak musim lalu masih tertarik untuk menyokong kelanjutan kompetisi 2020.

"Sebenarnya sponsor masih berminat, tetapi harus ada tanda tangan kontrak baru," Akhmad menjelaskan.

Sebelumnya, dalam pembicaraan antara PSSI, klub, dan PT LIB pada awal Juni 2020, muncul wacana untuk menaikkan jumlah subsidi bagi klub jika Liga 1 dan 2 dilanjutkan di tengah era new normal.

Saat itu muncul wacana, setiap tim Liga 1 akan mendapatkan subsidi sebesar Rp 800 juta. Jumlah itu meningkat sebesar Rp280 juta dari jumlah yang diterima sebelum pandemi yaitu Rp 520 juta.

Untuk musim 2020, klub Liga 1 baru dua kali menerima subsidi tepatnya sebelum kick off pada Februari lalu dan pertengahan Mei setelah PT LIB menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.

Sementara untuk tim Liga 2, besaran subsidi yang didapat bertambah bahkan hingga 100 persen menjadi Rp200 juta.

"Pada prinsipnya, kami ingin persoalan terkait subsidi beres. Namun semuanya kembali lagi tergantung sponsor, karena kalau tidak, kami harus membayar subsidi dari mana?" kata Akhmad.


Baca Juga :
- Tegas! PT LIB Tak Akan Tutup-tutupi Informasi Jika Muncul Klaster Covid-19 di Liga 1
- PT LIB: Tugas Tim Medis Selama Kompetisi Tiga Kali Lebih Berat

Sebagai tambahan informasi, lewat surat keputusan (SK) bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi dalam Keadaan Luar Biasa tahun 2020, PSSI resmi memutuskan Liga 1, 2, dan 3 musim 2020 akan bergulir kembali mulai Oktober 2020.

Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan pada Sabtu, 27 Juni 2020 dan disebarkan ke Komite Eksekutif (Exco) PSSI, PT Liga Indonesia Baru, Asosiasi Provinsi PSSI se-Indonesia, Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) dan Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI).*01

BERITA TERKAIT

news
For me, Everyday it's a Game Day....
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA