#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Mengenal Perbedaan Martial Arts Self Defense Versus Martial Arts Combat Sport
30 June 2020 07:21 WIB
SOLO -- Saat ini, beragam jenis olahraga beladiri atau martial arts sudah begitu berkembang di berbagai penjuru dunia termasuk di Indonesia. Ternyata, seni beladiri ini sendiri juga setidaknya ada dua jenis, yakni martial arts self defense dan martial arts combat sport.

Lalu apa bedanya dua seni beladiri ini? Topskor.id mencoba mengurainya bersama seorang ahli seni beladiri campuran (Mix Martial Arts/MMA), Jeremy Meciaz yang juga adalah fighter yang punya pengalaman di ajang ONE Championship :  

Sebenarnya, apa perbedaan martial arts self defense dan martial arts combat sport?


Baca Juga :
- Petarung Rudy Agustian Keranjingan Main PS 5
- Tiga Laga Panas di Thailand Tandai Kembalinya ONE Championship

Martial arts self defense adalah beladiri yang bersifat lite dan lebih berfokus untuk  mempertahankan diri dari kejahatan yang bersifat praktis untuk membela diri. Biasanya beladiri seperti ini kebanyakan beladiri tradisional seperti karate, wing cun, kungfu, taekwondo, pencak silat, aikido, krav maga atau juga eskrima.

Bela diri ini juga dipertandingkan namun sifatnya non combatan atau kebanyakan bersifat lite point dengan alat perlindungan lengkap.

Sedangkan martial arts combat sport adalah olahraga beladiri combatan yang bersifat full body contact dan beladiri keras. Sejauh ini, beladiri yang bisa dikategorikan combat sport adalah Muay Thai, Kickboxing, MMA, Brazillian Jiu-Jitsu, Sanda & Boxing juga wrestling. Beladiri jenis ini lebih bersifat aggresor atau penyerang. Kalau bahasa awamnya mungkin dikategorikan beladiri berantem/berkelahi.

Apakah beladiri self defense martial bisa berkompetisi di ajang olahraga combat sport ?

Bisa. Banyak dari mereka yang sudah mulai membuka wawasan dan membuka diri untuk belajar teknik hybrida meskipun kadang masih kurang sempurna dan terbawa teknik-teknik gaya mereka. Kalau di sasana kami di Predator MMA Indonesia menyarankan kepada insan-insan beladiri tradisional yang ingin memperdalam ilmu combat sport, bisa saja belajar dan gabung di fight camp beladiri combat sport yang sudah. Tujuannya adalah ada agar kematangan lebih sempurna apabila diarahkan dengan pelatih-pelatih dan atlet-atlet MMA berpengalaman.

Apa yang menjadi karakteristik MMA dibanding beladiri lain?

MMA merupakan sebuah konsep beladiri campuran yang dikategorikan menjadi empat jenis pertarungan. Yakni :

1.Stand up fighting

2.Ground fighting

3.Clinch fighting

4.Submssion

Kelengkapan teknik ini yang menjadi karakteristik Mixed Martial Arts (MMA).

Apakah bisa kita menghibridakan setiap beladiri menjadi MMA?

Tidak, standar MMA adalah mempunyai regulasi, uji kelayakan, efisiensi, efektivitas dari beladiri yang dapat dihibridakan menjadi satu konsep di olahraga MMA beserta transisinya. Dari hasil riset, hanya kategori beladiri combat sport yang efektif dipadukan menjadi rangkaian di dalam pertarungan MMA. 

Apa itu transisi di dalam pertarungan MMA?

Karena 90 persen setiap jenis pertarungan dimulai dari posisi berdiri (stand up fighting) dan berakhir di bawah lantai (ground fighting), maka transisi menjadi penting untuk dipelajari bagaimana membawa seseorang kebawah lantai dan mengakhirinya. Maka digunakanlah clinch fighting dan mengakhirinya dengan menghajar lawan ataupun melumpuhkan atau submission.

Dapatkah beladiri self defense dan traditional berkompetisi di ajang MMA?


Baca Juga :
- Kota Solo Segera Miliki Sasana Terbesar di Indonesia untuk Martial Arts
- Chatri Sityodtong Beberkan Perbedaan One Championship dengan UFC

Bisa saja, asalkan membuka diri untuk juga belajar tehnik beladiri combat sport dan tidak fanatik terhadap satu beladiri saja.*Sri Nugroho/02

 

BERITA TERKAIT

news
Penulis adalah penggila sepak bola nasional dan seorang Milanisti. Fotografi dan dunia olahraga menjadi teman keseharian. Penulis juga pecinta kucing dan ikan koi.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA