#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Dokter Persib Usulkan Tes PCR untuk Protokol Kesehatan Liga
29 June 2020 16:06 WIB
BANDUNG - PSSI dan PT LIB sudah memutuskan kompetisi Liga 1 musim ini kembali digulirkan Oktober mendatang.

Untuk memulai latihan perdana dokter tim Persib Bandung Rafi Ghani akan melakukan bebarapa tahapan protokol kesehatan.

Pemain Persib harus mengisi formulir apakah ada panas badan selama beberapa hari, termasuk gejala batuk pilek atau sesak napas.


Baca Juga :
- FIFA Memutuskan Pergantian hingga Lima Pemain Diberlakukan sampai Agustus 2021
- Bek Persija, Ryuji Utomo, Pilih Medan Pegunungan untuk Menempa Fisik jelang Liga 1

"Lalu kita akan mekakukan pemeriksaan seksama dan test PCR buat pemain," kata Rafi kepada wartawan, Senin (29/6).

Rafi tidak setuju jika protkol  kesehatan untuk Liga 1 menggunakan rapid test karena jika tidak reaktif boleh masuk lapangan.

Rafi menilai rapid test hanya untuk mengetahui antibodi didalam badan seseorang. Dan sudah bisa dipastikan itu akan reaktif/positif pada saat pemeriksaan rapid tes. 

"Mengapa saya tidak setuju karena ada salah seorang atlet saya yang pada maret terpapar corona dengan pemeriksaan PCR," kata Rafi.

Kelebihan swab PCR kata Rafi, bisa langsung mengetahui kondisi seseorang apakah terpapar virus atau tidar. 

Sementara rapid tes, kita hanya mengetahui antibody pada seseorang. Artinya pembentukan antibody perlu waktu. 

"Jadi usulan saya memang test Swab PCR yang lebih baik. Selanjutnya kita ikuti protokol kesehatan yang baik," Rafi menjelaskan.

Menurutnya, usulan ini sudah disampaikan kepada dokter PSSI yang membuat protokol kesehatan ini. 

"Kemungkinan kita mau mengadakan pertemuan untuk membuat protokol kesehatan yang lebih baik," kata Rafi.


Baca Juga :
- Liga 1 Lanjut Oktober Jadi 'Perjudian' bagi Timnas Indonesia Senior
- Diminta jadi Tim Musafir, Ini Kriteria Kandang Baru yang Diinginkan PSM Makassar

Sementara untuk pemain asing yang berada di luar Indonesia ada protokol yang mesti dijalani di negaranya, sebelum masuk ke Indonesia.

"Oleh negaranya sudah disiapkan pemeriksaan PCR sebelum masuk ke Indonesia. Sebagai bukti bahwa mereka boleh terbang," kata Rafi.*

BERITA TERKAIT

news
tukang tulas tulis persib bandung
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA