#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Novak Djokovic Diteror Ancaman Kematian, Tembok di Jalan Tertulis: Djokovic, Mati!
29 June 2020 06:50 WIB
SPLIT- Novak Djokovic menerima ancaman kematian setelah menjadi tuan rumah turnamen tenis yang membuat beberapa bintang terkontak virus corona.

Dia juga dituding karena keputusannya yang bodoh mengabaikan aturan social-distancing. Bahkan menari tanpa busana di klub malam.

Rekan pro Grigor Dimitrov, Viktor Troicki, dan Borna Coric semuanya dinyatakan positif memiliki virus corona setelah ikut serta dalam turnamen di Kroasia tersebut. 


Baca Juga :
- Panas! Keluarganya Dihina Fan Lazio, Immobile Beri Balasan
- Lionel Messi Berpeluang Mematahkan Rekor Assist Xavi Hernandez

Sekarang pesan-pesan mengerikan yang mengancam kehidupan Djokivic telah disemprotkan ke tembok-tembok di ibu kota Split, Kroasia. Menurut RT.com terjemahannya berbunyi: “Djokovic, mati. Harapan kami adalah agar Anda mati. Salam dari Split. Mati."

Pelatih Djokovic, Goran Ivanisevic mengungkapkan bahwa ia juga telah dites positif terkena virus corona. Berita itu datang tiga hari dari Djokovic mengumumkan dia positif.

Ivanisevic menulis di Instagram: "Sayangnya setelah dua tes negatif dalam 10 hari terakhir, saya baru tahu saya telah dites positif untuk Covid-19."

Pria Kroasia berusia 48 tahun, yang memenangkan Wimbledon pada 2001, mengatakan dia merasa baik dan tidak memiliki gejala apa pun. Djokovic memposting permintaan maaf di Instagram setelah begitu banyak bintang terkenal yang dites positif.

Dia menulis: “Saya sangat menyesal turnamen kami telah menyebabkan kerusakan."

"Semua yang penyelenggara dan saya lakukan bulan lalu, kami lakukan dengan hati yang murni dan niat yang tulus," tuturnya.


Baca Juga :
- INAFOC Targetkan Renovasi Stadion PIala Dunia U-20 Dimulai Agustus
- Memori Persib! Deden Natshir: Teman-teman Menangis, Saya pun Menangis

"Kami percaya turnamen ini memenuhi semua protokol kesehatan dan kesehatan wilayah kami tampaknya dalam kondisi baik untuk akhirnya menyatukan orang karena alasan filantropis."

"Kami salah dan itu terlalu cepat. Saya tidak bisa mengungkapkan betapa saya menyesal atas hal ini dan setiap kasus infeksi."*

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA