#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Sejarah! Ini Supremasi Gemilang Indonesia di Aga Khan Gold Cup
28 June 2020 17:15 WIB

JAUH sebelum Asian Club Championship (AFC Champions) pertama kali tahun 1967, AFC justru merancang pilot project dari salah satu turnamen internasional tertua di Asia yaitu Aga Khan Gold Cup di Dhaka, Bangladesh. Event tahunan tersebut pertama kali digelar pada 1958 di Dacca Stadium (kini Bangabandhu National Stadium), saat itu Bangladesh masih merupakan bagian dari Pakistan sebelum memisahkan diri tahun 1971.  

Event yang mengabadikan nama Aga Khan, sebuah gelar bagi pemimpin muslim di Pakistan Timur (Bangladesh) keturunan Imam Ismaili Nizari itu, sempat diselenggarakan 16 kali (1958-1982) sebelum berganti nama menjadi President's Gold Cup (1983-1993). Federasi sepak bola di berbagai belahan Asia, secara bergantian menjadi peserta undangan selain tim-tim asal Asia Selatan. 

Indonesia tercatat sudah 12 kali mengikutinya hingga terakhir 1982,  kecuali pada tahun 1958, 1959, 1975, dan 1976 meski diundang tapi tak hadir karena alasan nonteknis. Empat kali Indonesia pernah memboyong pulang ke Tanah Air trofi gelar juara Aga Khan Gold Cup, yakni tim Indonesia Selections tahun 1961 asuhan pelatih Tony Pogacknik.

Tim  yang merupakan kombinasi beberepa pemain junior Timnas Indonesia U19 juara Piala Asia Junior 1961 dan Timnas Indonesia (senior) juara Merdeka Games 1961 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada babak final menghantam Pakistan Railways FC Lahore  5-0 (16/101961). 

Giliran tim PSSI Garuda Indonesia U23 Plus  merebut juara pada tahun 1966 setelah di final memukul juara India, Mohammedan SC Kolkata 2-1 lewat gol-gol Sucipto ‘Gareng’ Suntoro dan Sinyo Aliandoe. Tahun berikutnya pada Aga Khan Gold Cup 1967, PSMS Medan ditunjuk Ketum PSSI yang baru saat itu, Kosasih Poerwanegara sebagia bonus juara Antar Perserikatan 1966/1967 juga meraih juara di Dhaka, Bangladesh. 

Pada babak final di Dacca Stadium, tim Ayam Kinantan dengan sepak bola bergaya Rap-Rap melumat Mohammedan SC (India) 2-0 lewat dua gol tandukan emas Tumsila. Gelar juara terakhir Indonesia diraih pada Aga Khan Gold Cup 1979 lewat Niac Mitra. Final tanggal  6 Desember 1979, Niac Mitra menghantam juara Chinese National League 1978 (kini China League One), Liaoning FC 4-2 lewat drama adu penalti setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal 90 menit. 

Hasil lainnya juga digapai PSMS Makassar sebagai runner pada Aga Khan Gold Cup 1960, setelah di final ditundukkan tim asal India, Mohammedan SC 1-4 (11/10/1960). Persebaya Surabaya finis runner up pada Aga Khan Gold Cup 1970 setelah takluk 1-2 dari Bargh Shiraz FC, Iran (31/10/1970) dalam laga yang dihentikan pada menit ke-85 setelah Persebaya mencetak gol,  karena terjadi keributan pemain kedua tim.*03

Catatan Perjalanan Indonesia di Aga Khan Gold Cup 
Aga Khan Gold Cup 1958 (tidak ikut)
Aga Khan Gold Cup 1959 (tidak ikut)
Aga Khan Gold Cup 1960 (runner up, PSM Makassar)
Aga Khan Gold Cup 1961 (juara, Indonesia XI)
Aga Khan Gold Cup 1962 (perempatfinalis, Persib Bandung)
Aga Khan Gold Cup 1963 (semifinalis, PSSI Garuda Indonesia U23)
Aga Khan Gold Cup 1964 (ketiga Grup A, Persija Jakarta)
Aga Khan Gold Cup 1966 (juara, PSSI Garuda Indonesia U23)
Aga Khan Gold Cup 1967 (juara, PSMS Medan)
Aga Khan Gold Cup 1968 (perempatfinalis, Indonesian Selections)
Aga Khan Gold Cup 1970 (runner up, Persebaya Surabaya)
Aga Khan Gold Cup 1975 (tidak ikut)
Aga Khan Gold Cup 1976 (tidak ikut)
Aga Khan Gold Cup 1977/78 (ketiga Grup B, Tim PON Aceh)
Aga Khan Gold Cup 1979 (juara, Niac Mitra) 
Aga Khan Gold Cup 1981/1982 (kelima Grup B, Persipal Palu)

BERITA TERKAIT

news
__backpacker-nya Top Skor di Jawa Timur dan sekitarnya__(that's one thing you learn in sports, you don't give up and you fight to the finish)
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA