#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Tanpa Ronny Rosenthal, Tidak Ada Gelar Divisi Satu 1989/90 bagi Liverpool
28 June 2020 15:37 WIB
LIVERPOOL – Tanpa Ronny Rosenthal, Liverpool boleh jadi bukan 30 tahun menanti gelar Liga Primer melainkan 31 tahun. Tanpa Rosenthal, tidak akan ada gelar Liga Primer (Divisi Satu) 1989/90 dan gelar The Reds masih 17 trofi untuk Divisi Satu.

Musim itu, The Reds asuhan Kenny Dalglish memang memiliki bintang dengan level mesin gol seperti Ian Rush, John Barnes, dan King Kenny sendiri yang merupakan pelatih merangkap pemain.

Di antara mereka, ada Rosenthal yang pantas mendapatkan tempat istimewa dalam sukses Liverpool merengkuh gelar Divisi Satu saat itu.


Baca Juga :
- Juergen Klopp Berencana Meninggalkan Liverpool
- Cetak Satu Gol dan Satu Assist, Heung Min Son Selalu Ada Setiap Dibutuhkan

The Reds pada musim itu mencoba untuk meraih trofi setelah pada musim sebelumnya (1988/89) gagal secara dramatis setelah kalah 0-2 dari Arsenal yang membuat The Gunners tampil sebagai juara.

Rival Liverpool pada 1989/90 bukan lagi The Gunners melainkan Aston Villa. Ketika itu, Villa memiliki pemain bintang seperti David Platt dan pelatih tenar yaitu Graham Taylor.

Ketika persaingan keduanya memanas, masing-masing menghadapi situasi yang berbeda. Villa tidak memiliki masalah di lini depan apalagi setelah mereka mendatangkan Tony Cascarino, yang dikenal sebagai tandem Teddy Sheringham di Willwall.

Di Liverpool, Dalglish menghadapi situasi yang sebaliknya. Dia kehilangan penyerang andalannya saat itu, Ian Rush, yang mengalami cedera. Sedangkan John Aldridge sudah dijual ke Real Sociedad di awal musim.

Yang menarik, Dalglish justru memutuskan mendatangkan sosok yang namanya nyaris tidak pernah terdengar oleh telinga kebanyak fan Liverpool saat itu. Ya, pemain yang akan menjadi mesin gol selama Rush cedera adalah sosok yang bermain di liga Belgia dan Israel: Ronny Rosenthal.

Ketika itu, Rosenthal yang masih berusia 26 tahun bergabung ke Liverpool dengan status pinjaman.

Nama Rosenthal sebenarnya tidak asing dalam sepak bola Eropa ketika itu karena dia memiliki rapor yang mengesankan, Mencetak 24 gol dari 54 laga untuk Standard Liege. Dia juga menjadi bagian dari timnas Israel yang nyaris lolos ke putaran final Piala Dunia 1990.

Bagi pendukung Liverpool, sosoknya yang mudah terlihat karena dia memiliki postur yang ideal sebagai penyerang. Tinggi (sekitar 1,80 meter) dengan fisik yang kuat. Fan Liverpool kemudian memberikan panggilan kepadanya dengan Rocket Ronny.

Dan, Rosenthal kemudian memutar balikkan anggapan yang menyepelekan dirinya. Di luar dari perkiraan, dia menorehkan delaoan gol hanya dalam delapan pertandingan bersama Liverpool.

Ketika Rush cedera di pertengahan musim, Rosenthal justru menjadi pemain kunci yang membuat Liverpool berhasil menjadi pemenang dalam persaingan dengan Aston Villa dalam meraih gelar.

Gol pertama Rosenthal di Liga Primer (Divisi Satu) yang membuat suporter Liverpool memberikan julukan Rocket Ronny kepada dirinya. Tepatnya dalam laga menghadapi Charlton Athletic, 11 April 1990, Rosenthal mencetak hattrick pada menit ke-26, 50, dan 62 dalam kemenangan 4-0.

Hattrick tersebut pun diciptakan dengan “sempurna”, dengan kaki kanan, kaki kiri, dan lewat tandukan. Sebaliknya, pembelian Villa dengan Cascarino dianggap gagal karena dia hanya mencetak dua gol dalam 10 pertandingan.


Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Jelang Tottenham vs Arsenal, Rapor Mikel Arteta Lebih Baik dibanding Mourinho
- Solskjaer Yakin Manchester United Kini Kembali Menjadi Impian Pemain Muda Potensial

Karena performanya yang mengesankan itulah kemudian Liverpool mempermanenkan statusnya dengan harga 1 juta paun. Meski demikian, kariernya tidak berjalan mulus karena dia kemudian harus bersaing dengan sang superstar The Reds, Ian Rush.

Nama Rosenthal tetap diingat sebagai pemain penting dalam sukses Liverpool meraih gelar Divisi Satu 1989/90. Perannya krusial karena nyaris selalu mencetak gol dalam tujuh laga terakhir Divisi Satu musim itu ketika The Reds bersiang dengan Villa.*

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA