#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Manchester United Musim Ini Memiliki Cukup Kesamaan dengan Rapor Liverpool pada 2016/17
27 June 2020 22:33 WIB
MANCHESTER – Membanding Manchester United (MU) dan Liverpool yang kini sudah juara Liga Primer memang tidak sepadan.

Namun, ada satu hal yang diyakini bahwa rapor Tim Setan Merah musim ini memiliki jejak yang mirip dengan perjalanan The Reds sebelum pasukan Juergen Klopp tersebut berada di momen emas saat ini.

Musim itu adalah 2016/17. Saat itu, Klopp membawa timnya mencatat rapor tidak terkalahkan menghadapi The Big Six (sebutan untuk klub besar seperti MU, Arsenal, Tottenham Hotspur, Manchester City, Chelsea, dan termasuk juga Liverpool).


Baca Juga :
- Lama Tidak Terdengar, Fernando Torres Bikin Gym Sendiri dan Berlatih Tinju
- Agen Bale Menyatakan, Transfer ke Tottenham Sudah Rampung dan Tinggal Diperkenalkan

Liverpool memperlihatkan permainan dengan kualitas yang tinggi setiap menghadapi laga besar menghadapi klub besar tersebut. The Reds meraih empat poin lawan Chelsea, lawan yang saat itu tampil dengan status juara berahan.

Mereka juga mencatatkan kemenangan menghadapi City, Tottenham, dan dua kemenangan lawan Arsenal.

Penyebab bahwa pada musim itu Liverpool hanya mengakhiri musim di posisi keempat tidak lain karena pada 2016/17 itu, mereka justru kesulitan saat menghadapi tim gurem seperti Burnley, Crystal Palace, dan Hull City.

Tapi, pada musim itulah, dengan meraih hasil positif menghadapi tim-tim yang kuat, Liverpool asuhan Klopp ketika itu dinilai sebagai tim yang sudah memiliki potensi juara.

Pada musim kedua di Liverpool, Klopp sudah memperlihatkan progress yang sangat positif. Nah, pencapaian The Reds ketika itu memiliki cukup kesamaan dengan rapor MU pada 2019/20 ini.

Menghadapi penghuni tujuh teratas klasemen sementara Liga Primer saat ini, MU hanya mengalami satu kekalahan dari 11 duel. Rapor positif tersebut termasuk kemenangan atas Manchester City, juara bertahan (2018/19) baik kandang maupun tandang.

Performa bagus tersebut pun diwarnai pula dengan kemenangan besar atas Chelsea baik kandang dan tandang dengan agregat gol 6-0. Seperti Liverpool pada empat musim lalu itu, MU juga mengalami masalah saat menghadapi klub-klub medioker di musim ini.

Marcus Rashford dan kawan-kawan kalah dari Burnley, Crystal Palace, Watford, West Ham, dan Bournemouth.

Dari soal transfer atau pembelian pemain, kedua pelatih ini memang mendatangkan pemain dengan posisi yang berbeda, tapi memiliki efek sangat positif. Keputusan Klopp mendatangkan Virgil Van Dijk dan Alisson Becker, menjadi salah satu kunci yang sangat penting dalam kekuatan Liverpool.

Sebaliknya, Solskjaer telah mendatangkan Bruno Fernandes yang sudah langsung memperlihatkan perannya membuat MU semakin memiliki kekuatan dalam aspek menyerang.

Dalam 11 pertandingan di semua ajang sejak bergabung pada Januari lalu, Fernandes telah mencetak empat gol dan memberikan lima assist.


Baca Juga :
- Ini Alasan Liverpool Mendatangkan Thiago: Butuh Umpan Terobosan
- Thiago Alcantara ke Liverpool, Pilih Klopp ketimbang Guardiola yang Mantan Pelatihnya

Di Liga Primer dalam ukuran performa hanya tujuh laga terakhir sejak kedatangan Fernandes, MU ada di peringkat kedua. Mereka meraih 15 poin meski mereka menghadapi jadwal yang keras termasuk menghadapi lima tim yang berada di lima besar teratas.

Dengan perbandingan tersebut, fakta bahwa MU di bawah asuhan Solksjaer memiliki potensi berada di trek persaingan gelar pada musim depan.*

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA