#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Legenda Tinju Roberto Duran Positif Covid-19
26 June 2020 15:37 WIB
PANAMA - Legenda tinju Roberto "Hands of Stone" Duran dirawat di rumah sakit setelah dinyatakan positif terkena virus corona.

Roberto Duran mantan juara dunia empat divisi. Petinju asal Panama itu kini berusia 69 tahun. Dia memiliki rekor pro mencengangkan 103-16. 

Putranya, Robin Duran, menulis di Instagram: "Hasil tes baru saja tiba untuk ayah saya, dan mereka mengkonfirmasi dia positif untuk Covid-19."


Baca Juga :
- Anthony Joshua Pamer Kekuatan Pukulan, Kubrat Pulev: Saya Akan Mencabik Wajahnya
- Riddick Bowe Beberkan Kehidupan Pahit Setelah Tinju: Dari Multi-Jutawan hingga Sopir Truk

“Saat ini dia tidak memiliki gejala flu. Dia tidak dalam perawatan intensif atau pada respirator, hanya di bawah pengawasan. Kami akan menyampaikan lebih banyak informasi selama beberapa hari."

Putranya memutuskan untuk membawa ayahnya ke rumah sakit sebagai tindakan pencegahan. Salah satu paru-parunya tidak berfungsi dengan baik setelah kecelakaan mobil di Argentina pada tahun 2001.

Kecelakaan itu menyebabkan pejuang itu akhirnya pensiun dari ring tinju setelah kari3r yang memukau yang lebih dari tiga dekade.

Duran, yang bertarung secara profesional dari tahun 1968 hingga 2001, menikmati status legendaris di Panama dan Amerika Latin.

Dijuluki "Hands of Stone", kinerja terbaiknya bisa dibilang datang melawan Sugar Ray Leonard pada 1980 ketika ia menjadi juara kelas welter WBC.

Mereka bertemu dalam suatu pertandingan ulang beberapa bulan kemudian. Duran mundur di tengah-tengah bentrokan itu dengan terkenal mengatakan "Tidak ada mas" - "Tidak lagi."

Sebuah film, berjudul dengan nama panggilannya, dirilis pada 2016 tentang kariernya, yang disutradarai dan ditulis oleh Jonathan Jakubowicz. Pertarungan terakhir Duran adalah kekalahan poin dari Hector Camacho pada Juli 2001.

Dia mendorong warga Panama untuk mematuhi langkah-langkah pengurungan di awal pandemi virus corona dan mendesak mereka memakai masker dan mempraktikkan jarak sosial.


Baca Juga :
- Anaknya Minta Petinju Ini Pensiun, Takut Kehilangan Nyawa, tapi Campbell Justru Termotivasi
- Mantan Juara Dunia Inggris,Junior Witter, Klaim Bisa Kalahkan Mayweather

Panama memiliki kasus virus corona dan kematian Covid-19 yang paling tinggi di Amerika Tengah. Pada Kamis (25/6), para pejabat melaporkan lebih dari 1.000 kasus selama 24 jam sebelumnya bersama dengan 17 kematian lainnya, angka tertinggi mereka sejauh ini.

Secara total, negara ini telah memiliki lebih dari 29.000 kasus yang dikonfirmasi, dengan lebih dari 13.000 kasus masih aktif, dan 564 kematian.*

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA