#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Suporter Chelsea Protes: Roman Abramovich, Kami Tidak Akan Bertekuk Lutut
26 June 2020 15:21 WIB
LONDON - Penggemar Chelsea protes anti-Black Lives Matter (BLM) di luar Stamford Bridge. Mereka menyanyikan: ‘Roman Abramovich, kami tidak akan bertekuk lutut'.

Protes kecil anti-BLM diadakan di luar Stamford Bridge, Jumat (26/6). Segelintir penggemar Chelsea meminta klub untuk menghentikan pemain 'berlutut' sebelum pertandingan Liga Premier.

Semua pemain, staf ruang belakang dan ofisial pertandingan telah berlutut sebelum kick-off sejak dimulainya Liga Premier, Rabu lalu. Aksi itu sebagai pengakuan atas gerakan Black Lives Matter.


Baca Juga :
- Lama Tidak Terdengar, Fernando Torres Bikin Gym Sendiri dan Berlatih Tinju
- Update Bursa Transfer Liga Inggris Musim 2000-2001, Chelsea Paling Royal

Kematian George Floyd dalam tahanan polisi Mei lalu memicu protes di seluruh Amerika. Awalnya karena kebrutalan polisi yang dihadapi banyak orang Afrika-Amerika di Amerika Serikat.

Namun, protes meluas ke seluruh dunia untuk menyoroti rasisme sistemik yang dihadapi oleh orang kulit hitam. Liga Premier juga mengambil sikap yang kuat dengan pesan 'politik' selama pertandingan. Bahkan menuliskan pesan Black Lives Matter pada bagian belakang kaus pemain. 

Meskipun didukung secara luas, BLM telah mendapat kecaman di beberapa tempat dan pesan ‘White Lives Matter’ diterbangkan di Stadion Etihad selama bentrokan Manchester City melawan Burnley, kemarin.

Protes Anti-Black Lives Matter di London awal bulan ini dan sejumlah kecil penggemar Chelsea di luar Stamford Bridge awal pekan ini.

Seorang penggemar, yang tampaknya memimpin protes, menyanyikan: 'Roman Abramovich, kami tidak akan berlutut'. Penggemar yang sama membuka protes dengan pesan untuk pemilik klub, mengklaim gerakan Black Lives Matter adalah rasis.'

"Kami di sini hari ini untuk mengirim pesan ke Roman Abramovich," kata penggemar Chelsea.

"Roman Abramovich, kami tidak akan bertekuk lutut. Kami tidak ingin para pemain kami bertekuk lutut. Anda datang ke sini dari Rusia, Anda melepaskan diri dari komunisme. Pemerintah sebelumnya tidak akan membiarkan Anda membangun ekstensi ke klub ini."

"Pemerintah yang kami miliki sekarang mereka memperjuangkan Brexit, kami ingin Brexit dan kami ingin Anda menunjukkan kepada kami bahwa Anda bukan bagian dari oligarki globalis."


Baca Juga :
- Christian Pulisic Pemain Termuda yang Menyandang Nomor 10 di Chelsea sejak 1993
- Manchester United dan Chelsea Tak Akan Bisa Juara Liga Primer Selama Masih Ada Juergen Klopp dan Pep Guardiola

"Black Lives Matter adalah organisasi rasis yang Marxis dan ada di sini untuk menurunkan patung-patung kami dan mengambil semua yang kami cintai di negara ini.

"Kami percaya semua kehidupan itu penting. Jadi Roman Abramovich jangan biarkan pemain kami atau jangan memaksa pemain kami untuk berlutut."*

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA