#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Chatri Sityodtong Beberkan Perbedaan One Championship dengan UFC
11 June 2020 15:06 WIB
JAKARTA - CEO ONE Championship, Chatri Sityodtong, terus mengikuti perkembangan terkait wabah COVID-19. Dia percaya organisasi yang dipimpinnya segera kembali menyelenggarakan ajang kelas dunia dalam waktu dekat. 

Chatri mengaku kagum kepada Presiden UFC, Dana White, yang bisa segera melangsungkan kembali ajang seni bela diri campuran di tengah masa pandemi. Namun bagi Chatri, hal yang utama adalah kesehatan dan keselamatan. Dia masih mempertimbangkan langkah-langkah terbaik sebelum ONE Championship kembali menghelat ajang di tengah masa krisis kesehatan ini.

Chatri mengatakan pada Rabu (10/6) bahwa ONE Championship akan kembali pada musim panas ini – antara  Juni hingga Agustus – namun, belum bisa mengumumkan tanggal dan tempatnya. 


Baca Juga :
- Wow! Khabib Nurmagomedov Beri Tanggapan soal Perbandingan dengan Muhammad Ali
- Khabib Nurmagomedov Ungkap Rahasia di Balik Rekor Cemerlangnya

Chatri tengah bekerja bersama para petinggi pemerintahan di beberapa negara serta pakar kesehatan untuk menyelenggarakan ajang di Tiongkok, Thailand, dan Singapura. Setelah melalui tahap perencanaan yang matang, ONE akan melanjutkan penyelengaraan ajang seoptimal mungkin selama tahun 2020 ini.

Terakhir kali ONE menyelenggarakan ajang adalah pada bulan Februari lalu secara tertutup lewat agenda bertajuk ONE: KING OF THE JUNGLE di Singapura. 

“Tentu saya kagum pada Dana White yang mempunyai keberanian serta visi untuk menyelenggarakan ajang dalam masa yang sulit,” tutur Chatri. 

“Di ONE Championship, kami mempunyai intensitas yang sama, namun bisa dibilang kami lebih berhati-hati, karena keselamatan adalah prioritas paling penting bagi kami. Kami tidak terburu-buru untuk kembali hanya karena pertimbangan tanggung jawab terhadap broadcaster atau brand [sponsor]. Kami ingin kembali dalam situasi dimana semua orang benar-benar terjamin keselamatannya.”

Chatri juga menghadapi tantangan kesehatan yang berbeda dari UFC karena ONE Championship mengadakan pertandingan di beberapa negara sekitar Asia Pasifik. 

Contohnya, ONE menggelar ajang di 9 negara berbeda selama 2019. Tiap negara mempunyai tantangan kesehatan yang berbeda, peraturan yang berbeda-beda terkait visa, dan regulasi pemerintahan yang lebih luas jika dibandingkan dengan satu komisi atletis saja.

“Pemerintahan yang berbeda mempunyai peraturan yang berbeda, begitu juga peraturan terkait lockdown. Jadi memang diperlukan kehati-hatian dalam menyelenggarakan sesuatu,” jelas Chatri. 

“Saya dan tim sedang bekerja untuk melewati proses ini, dan kami merasa yakin.”

Di Singapura contohnya, peraturan ketat tengah diterapkan untuk menurunkan kurva penyebaran COVID-19. Semua aktivitas olahraga profesional tengah terhenti sejak tiga bulan lalu. Baru akhir-akhir ini fasilitas olahraga mulai diperbolehkan untuk beroperasi kembali. Para atlet sepak bola pun belum kembali berlatih.  

Chatri mengaku tidak khawatir akan tertinggal oleh pesaingnya dari Amerika tersebut. Ia mengatakan bahwa ONE Championship mempunyai brand yang berbeda sebagai promotor yang berasal dari Asia. Selain itu, ONE terbukti memiliki jumlah penonton online yang lebih banyak dari UFC sepanjang tahun lalu.


Baca Juga :
- Keren, George St. Pierre Bakal Miliki Peran di Film Terbaru Marvel
- Petarung Ini Bawa Beruang Melawan Petinju yang Pukul KO Mike Tyson

"The Home of Martial Arts" ditonton sebanyak 5,6 miliar kali sepanjang tahun tersebut, yang membuatnya menjadi promotor MMA terpopuler dalam ranah daring. 

Pertimbangan kesehatan merupakan refleksi dari visi ONE Championship yang mengedepankan kisah perjuangan para atlet serta nilai-nilai Asia yang lebih mementingkan kepentingan bersama.*

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA