#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Persis Solo Tunggu Arahan Terbaru dari PSSI Terkait Gaji dan Kontrak Pemain
04 June 2020 05:39 WIB
SOLO -- Dari rapat virtual tim-tim Liga 2 2020 dengan PSSI pada Selasa (2/6/2020) lalu, PSSI memberikan opsi kompetisi Liga 2 akan dilanjutkan pada Oktober mendatang. Persis Solo menanggapi opsi ini dengan positif dengan berharap segera ada kepastian terkait agenda yang sudah disampaikan pada rapat virtual sebelumnya.

“Saya juga sudah sampaikan pada pak CEO (Azmy Alqamar). Dan kita berharap segera ada keputusan resmi PSSI agar dapat mengambil langkah dalam hal ini persiapan-persiapan yang harus dilakukan,” kata Hari Purnomo kepada Topskor.id.

Salah satu yang juga dinantikan Persis dikatakan Hari adalah tentang arahan terkait gaji pemain dari PSSI. “Dari arahan sebelumnya, yang pembayaran gaji maksimal 25 persen adalah hanya sampai bulan Juni saja. Nah bulan Juli sampai berikutnya, harapannya PSSI segera berikan arahan lagi,” ucap dia.


Baca Juga :
- Pemain Asing Bhayangkara FC: PSSI Terlambat, Indonesia Perlu Mencontoh Liga Korea
- Asprov Jatim Berikan Dispensasi Klub tak Ikuti Liga 3

Dikatakannya, terkait kontrak pemain, juga pihaknya menunggu arahan dari federasi. “Kontrak pemain apakah masih seperti sebelumnya atau ada revisi kontrak. Ini perlu arahan lagi,” kata Hari menambahkan.

Pasalnya, bakal ada perbedaan yang mencolok terkait jumlah laga yang akan dilakoni pemain jika nanti Liga 2 kembali digelar pada Oktober mendatang. Ini karena memang format kompetisi yang berbeda diterapkan.

Jika biasanya adalah dua wilayah yakni barat dan timur berformat kompetisi penuh, akan berubah jadi home tournament dengan dibagi menjadi empat grup dimana masing-masing berisi enam tim.


Baca Juga :
- Sambut Liga 3, Asprov PSSI Jateng Segera Ajak Klub Berdialog
- Bek Persib, Ardi Idrus, Sudah Tahu Aturan Kontrak dari PSSI

Jumlah laga pun berubah drastis. Dimana saat dibagi dalam dua grup, satu tim akan menjalani 22 pertandingan di fase awal. Sedangkan dengan sistem home tournament dilanjut babak delapan besar, maksimal satu tim akan bermain sebanyak sembilan laga jika mampu mencapai babak puncak alias final.

“Biar ada dasarnya dalam sistem penggajian pemain. Biar sama-sama lega. Pemain tidak dirugikan, manajemen juga bisa menunaikan kewajibannya,” kata Hari lagi.*

BERITA TERKAIT

news
Penulis adalah penggila sepak bola nasional dan seorang Milanisti. Fotografi dan dunia olahraga menjadi teman keseharian. Penulis juga pecinta kucing dan ikan koi.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA