#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Emosional! Hamilton Umbar Perasaan dengan Tangan Terkepal, Desak Pembalap F1 Tidak Duduk Diam
03 June 2020 07:32 WIB
LONDON - Lewis Hamilton begitu emosional. Hatinya bercampur aduk tak karuan. Juara dunia F1 itu mendesak orang-orang "untuk tidak duduk diam" dalam perjuangan melawan rasisme. 

Hamilton mengumbar perasaannya di akun Instagramnya. Pembalap Inggris ini diliputi kemarahan menyusul pembunuhan George Floyd pekan lalu.

Kepolisian Minneapolis Derek Chauvin berlutut di leher Floyd selama sembilan menit setelah menangkapnya karena diduga menggunakan uang kertas palsu senilai 20 dolar AS. 


Baca Juga :
- Mantap! Valtteri Bottas Segera Perpanjang Kontrak dengan Mercedes
- Peringatan Keras Lewis Hamilton dan Mercedes

Floyd memohon untuk hidupnya. Dia menyatakan tidak bisa bernafas. Sementara tiga petugas lainnya tidak melakukan apa-apa saat Floyd dilututkan Chauvin. 

Kematiannya telah memicu kerusuhan besar di seluruh negara bagian di Amerika. Presiden Donald Trump mengerahkan militer untuk meredam kerusuhan. 

Namun kemarahan menyebar di seluruh dunia setelah video yang diposting di media sosial menunjukkan kebrutalan petugas polisi yang mengganggu pengunjuk rasa damai dengan gas air mata.

Jutaan orang dibawa ke media sosial untuk menunjukkan solidaritas dengan mereka yang memprotes. Sementara Hamilton mengkritik rekan-rekannya di Formula 1 karena "tetap diam" atas pembunuhan Floyd.

 

View this post on Instagram

This past week has been so dark. I have failed to keep hold of my emotions. I have felt so much anger, sadness and disbelief in what my eyes have seen. I am completely overcome with rage at the sight of such blatant disregard for the lives of our people. The injustice that we are seeing our brothers and sisters face all over the world time and time again is disgusting, and MUST stop. So many people seem surprised, but to us unfortunately, it is not surprising. Those of us who are black, brown or in between, see it everyday and should not have to feel as though we were born guilty, don’t belong, or fear for our lives based on the colour of our skin. Will Smith said it best, racism is not getting worse, it’s being filmed. Only now that the world is so well equipped with cameras has this issue been able to come to light in such a big way. It is only when there are riots and screams for justice that the powers that be cave in and do something, but by then it is far too late and not enough has been done. It took hundreds of thousands of peoples complaints and buildings to burn before officials reacted and decided to arrest Derek Chauvin for murder, and that is sad. Unfortunately, America is not the only place where racism lives and we continue to fail as humans when we cannot stand up for what is right. Please do not sit in silence, no matter the colour of your skin. Black Lives Matter. #blackouttuesday ?????

A post shared by Lewis Hamilton (@lewishamilton) on

Sekarang dia menindaklanjutinya dengan pernyataan panjang untuk 16,3 juta pengikutnya di Instagram.

Dia berbagi gambar tangan kanan yang terkepal - simbol gerakan Black Power. "Minggu terakhir ini begitu gelap. Saya gagal mempertahankan emosi saya," tulis Hamilton.

"Saya telah merasakan begitu banyak kemarahan, kesedihan dan ketidakpercayaan."

"Saya telah merasakan begitu banyak kemarahan, kesedihan dan ketidakpercayaan pada apa yang telah saya lihat.

"Saya benar-benar diliputi kemarahan ketika melihat pengabaian terang-terangan seperti itu bagi kehidupan rakyat kita.

"Ketidakadilan yang kita lihat dihadapi saudara dan saudari kita di seluruh dunia berkali-kali menjijikkan, dan HARUS berhenti.

"Begitu banyak orang tampaknya terkejut, tetapi bagi kami sayangnya, itu tidak mengejutkan.


Baca Juga :
- Taklukkan GP Styrian, Lewis Hamilton Mendekati Rekor Schumacher
- Kembali ke Renault, Fernando Alonso Berniat Menambah Koleksi Trofinya di Formula 1 yang Sempat Ditinggalkan sejak 2018

"Kita yang berkulit hitam, cokelat atau di antaranya, melihatnya setiap hari dan tidak perlu merasa seolah kita dilahirkan bersalah, tidak termasuk, atau takut akan hidup kita berdasarkan warna kulit kita.

"Will Smith mengatakan yang terbaik, rasisme tidak menjadi lebih buruk, ini sedang difilmkan. Hanya sekarang bahwa dunia dilengkapi dengan kamera dengan sangat baik sehingga masalah ini dapat terungkap dengan cara besar."*
 

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA