#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
KIsah Sepatu Bola Ajaib Berwarna Oranye Milik Lautaro Martinez
02 June 2020 00:26 WIB
LAUTARO Martinez adalah striker hebat yang sering terlibat dalam proses terciptanya gol. Bahkan sepatu bola miliknya pun punya pengaruh yang sama meski kini dipakai oleh pemain lain.

Semua itu dibuktikan oleh Julio Daniel Acosta, striker andalan Liniers De Bahia Blanca, klub yang berasal dari tempat kelahiran bintang FC Internazionale dan tim nasional Argentina itu.

“Lautaro memberi saya sepasang sepatu bola pada pertengahan tahun lalu sebelum kembali ke Italia,” kata Acosta kepada harian olahraga Katalunya, Mundo Deportivo


Baca Juga :
- Bukan Roma! De Rossi Justru Impikan Latih Tim Ini
- Sponsor Utama Kostum Inter Berjanji Membantu Membiayai Transfer Lionel Messi ke San Siro

“Kebanyakan orang mungkin akan menyimpan sepatu seperti itu sebagai kenang-kenangan. Tapi, saya memutuskan untuk memakainya dan sepatu itu membawa keberuntungan buat saya. Dengan sepatu Lauti (Lautaro), saya mencetak banyak gol dan kami jadi juara.”

Pria 36 tahun yang biasa dipanggil Julito ini adalah pemegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak bagi Liniers yang merupakan klub kesayangan Lautaro di masa kecil. “Saya sudah mencetak 260 gol lebih sedikit,” katanya. 

Saat masih muda, Acosta lebih mengutamakan pendidikannya di bidang teknik industry sehingga dia tidak mengejar pada kariernya sebagai pesepakbola dan bertahan di Bahia Blanca. Dia baru fokus sebagai pemain sepak bola setelah gagal menuntaskan pendidikannya.

Kini, Acosta yang telah menikah dengan Pamela dan memiliki seorang putra berusia 3 tahun bernama, menjalani kehidupan sehari-harinya dengan berjualan di pasar dan mencetak gol bagi Liniers yang berlaga di kompetisi kasta keempat liga Argentina. 

Sudah setahun berlalu sejak Acosta mendapatkan sepatu ajaib berwarna oranye dari Lautaro, tapi dia masih ingat dengan jelas rincian dari momen bersejarah dalam hidupnya tersebut.

“Ketika itu Lautaro menghabiskan waktu beberapa hari di Bahia bersama keluarganya. Dia adalah sosok yang sangat bersahaja dan sangat menyukai Liniers sehingga dia mau berlatih bersama kami,” kata Acosta.

“Lapangannya saat itu tidak sebagus sekarang. Bola bisa memantul tanpa arah yang jelas dan permukaan lapangan yang buruk bahkan bisa membuat ankle kita keseleo.”

“Usai berlatih kami melakukan peregangan. Lauti kemudian melepaskan sepatunya dan meninggalkannya di tengah lapangan saat dia menghampiri penggemarnya yang setia menunggunya di pinggir lapangan. 

“Dia meladeni para penggemarnya selama beberapa saat. Jadi, saya mengambil sepatu bagus itu dan menyembunyikannya bersama sepatu saya yang hancur, ha ha ha! Tapi, dia kemudian kembali dan mulai menanyakan sepatunya. Kami semua coba mengalihkan perhatiannya dengan mengajaknya bercanda. 

“Dia ikut tertawa, tapi dia langsung mengetahui bahwa saya yang menyembunyikan sepatunya dan berkata: ‘Di mana sepatu itu? Pasti kamu (yang menyembunyikannya) Julio. Betul kan?’

“Saya pun mengakuinya dan ingin mengembalikan sepatu itu kepadanya, tapi dia menolaknya dan berkata: ‘Sepatu itu buat kamu, kamu menginginkannya bukan? Saya memberikan sepatu itu buat kamu.’ Dan sepatu itu pun menjadi milik saya.”

Presiden Liniers, Carlos Pablo, mengungkapkan bahwa Acosta adalah idola Lautaro saat masih anak-anak. 

“Mereka terpaut usia 14 tahun. Saat masih kecil, Lautaro sering menonton di lapangan. Dia adalah penggemar Liniers dan selalu merayakan gol-gol yang dicetak Julio. Saya ikut melihat momen pemberian sepatu itu dan saya bisa bilang bahwa saat itu Lautaro lebih bahagia daripada Julio.”


Baca Juga :
- Kesan Pertama di Persija Bikin Gustavo Chena Bertahan di Indonesia Selama 17 Tahun
- Kerap Cedera, Diego Perotti Salahkan Kualitas Lapangan di Italia

Acosta memang beruntung karena dia punya ukuran sepatu yang sama dengan Lautaro dan dia pun memakai sepatu itu untuk bertandng dan hasilnya sangat memuaskan.

“Saya mencetak delapan atau sembilan gol dengan memakai sepatu itu dan kami keluar sebagai juara Liga Wilayah Selatan. Jelas, sepatu itu sendiri yang melakukan semuanya, ha ha ha! Saya memakainya hampir dalam setiap pertandingan dan masih memakainya sampai sekarang.”

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA