#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS: Rivalitas Panas Singo Edan vs Bajul Ijo, Gara-gara Musik Rock?
01 June 2020 22:33 WIB
SELALU menarik melihat rapor head to head duel panas Derbi Jawa Timur Arema FC lawan Persebaya Surabaya. Sejauh ini dalam 28 tahun terakhir Singo Edan masih unggul dalam 30 head to head Bajul Ijo.

Rinciannya, Arema menang 14 kali dan Persebaya menang 10 kali. Sedangkan enam laga lainnya berakhir seri. Arema mencetak 34 gol sedangkan Persebaya 33 gol.

Tercatat ada 13 laga berlangsung di Stadion Gajayana Kota Malang dan Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten  Malang.


Baca Juga :
- Kapten Borneo FC Diego Michiels Tambah Porsi Latihan Mandiri Jelang Bergulirnya Liga 1
- Makin Wani! Bonek Gerak Cepat Bantu Atasi Covid-19, Gugus Tugas Menilai Suporter Persebaya Itu Sudah Berubah

Di Stadion Gelora 10 November Tambasari dan Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya berlangsung 12 pertemuan kedua tim. Persebaya Surabaya ungguli Arema 8-0, seri empat kali, dan selisih gol 24-7.

Namun Arema justru yang unggul 3-2 dengan selisih gol 8-7 atas Persebaya dalam lima laga di tempat netral. Sejauh ini tidak ada argumen jelas apa penyebab pasti awal munculnya rivalitas klasik panjang kedua tim di provinsi sepak bola Jawa Timur itu.

Ada yang menyatakan bahwa perseteruan kedua tim berawal dari rivalitas musisi ber-genre rock underground kedua kota ini pada awal 1970-an.

Di antara kedua kota itu sejak era Perserikatan (1950-an), Galatama, Liga Indonesia, dan bahkan Liga 1 kini, kerap terjadi migrasi atatu perpindahan pemain dan pelatih.

Terlepas dari sejarah masa lalu, yang pasti rivalitas keduanya ada tujuan yaitu memenangkan pertandingan.

“Duel ini jelas berbeda atmosfernya dibandingkan melawan tim lain. Tidak hanya  teknik, skill, dan taktik, paling utama itu mental,” kata Singgih Pitono.


Baca Juga :
- Andik Vermansah, Bayu Gatra, dan Dua Pemain Liga 1 Lainnya Saling Jegal dalam Laga Tarkam di Jember
- Persib Akan Menggelar Latihan Kembali setelah Semuanya Tuntas

“Ada kebanggaan  dalam diri saya, menjadi bagian dari sejarah 30 pertemuan kedua tim, dan pencetak gol pertama derbi panas ini pada tahun1992 lalu,” ia menambahkan.

Kebetulan pula, pencetak gol terakhir atau gol ke-67 dari semua pertemuan kedua tim, juga dari Arema, yakni Elias Alderete. “Dia pemain dan saya asisten pelatih tim,” kata Singgih lagi.*Noval Luthfianto/05

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA