#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Bukan Tim Halu, RB Depok Ternyata Didirikan Para Kepala Sekolah
01 June 2020 09:28 WIB
DEPOK - Red Bull Depok atau yang sementara ini mengubah nama menjadi RB Depok mengklaim bukan yang berhalusinasi.

Humas RB Depok Didy Kurniawan menegaskan timnya sangat serius untuk mengikuti Liga 3. Saat ini mereka mengklaim telah mengakuisisi klub Liga 3 Jawa Barat.

Setelah slot keanggotaan PSSI telah di tangan mereka tinggal berkomunikasi dengan Askot Depok.


Baca Juga :
- Pemain Asing Bhayangkara FC: PSSI Terlambat, Indonesia Perlu Mencontoh Liga Korea
- Asprov Jatim Berikan Dispensasi Klub tak Ikuti Liga 3

Bahkan, proses negosiasi dengan pihak Red Bull Austria juga terus dijalankan oleh perwakilan manajemen yang dibantu mantan Direktur Teknik Red Bull.

“Fokus utama kami sebenarnya di akademi. Sebab, Liga 3  itu kan biasanya digelar Agustus. Apalagi Liga 3 Jawa Barat (Jabar) sering molor. Otomatis dari Januari harus ada aktivitas. Supaya berkembang maka kami kembangkan akademi,” kata Didy.

“Kebetulan juga yang mendirikan RB Depok ini para kepala sekolah swasta di Kota Depok. Presiden kita pun kepala sekolah.”

Dengan begitu, RB Depok dinilai akan mempunyai bibit pemain dan modal suporter dari siswa-siswi sekolah.

“Kita lihat di Liga Pelajar antusiasmenya tinggi, tapi sayang banyak pemain-pemain bagus tidak tersalurkan. Akhirnya, (sekarang) pada tawuran atau apa (karena tidak ada jenjang lanjutan),” kata Didy.

Bicara pendanaan, menurut Didy, anggaran yang disiapkan manajemen standar untuk klub Liga 3 pada umumnya. Mulai biaya bermain kandang tandang dan untuk kontrak pemain yang nilainya beragam: besar dan kecil.

“Kalau kita ambil (bek naturalisasi) Mohamadou Al Hadji tahu sendirikan nilainya berapa. Otomatis angkanya sudah diangka M-lah untuk tembus Liga 2,” kata Didy.

Didy berharap kehadiran RB Depok dapat lebih menggeliatkan sepak bola di Kota Belimbing ini, julukan Depok.

“Pasca Liga 3 Jabar tahun lalu selesai, kami berdiskusi karena tim Depok semua berkutat di Liga 3. Kami ingin ada tim Depok yang main di Liga 2. Tapi, tantangan kita yaitu membentuk tim yang penontonnya penuh, jangan sampai bikin tim penonton tidak ada,” kata Didy.

“Karena itu kami realistis pakai Stadion Mahakam Depok. Kapasitas 2000 penonton, tapi penuh. Dari pada ngablu stadion 10 ribu yang nonton 100 orang.”


Baca Juga :
- Siap Jadi WNI, Marc Klok Bicara Update Proses Naturalisasinya
- Sambut Liga 3, Asprov PSSI Jateng Segera Ajak Klub Berdialog

 

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA