#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Gede Widiade: Ngurus Persija dan Persiba Punya Gereget Berbeda, Kayak Ketoprak dan Gado-gado
31 May 2020 14:15 WIB
JAKARTA – Gede Widiade yang kini menjabat Presiden Klub Persiba Balikpapan merupakan sosok yang ikut berjasa dalam mengantarkan Persija Jakarta merebut juara Liga 1 2018.

Melalui, keahilannya dalam manajerial tim dan bisnis, Gede Widiade berhasil membawa Macan Kemayoran mengakhiri puasa gelar selama 17 tahun. Tentu di samping tangan dingin pelatih dan kualitas pemain juga ikut mendukung.

Selama dua musim menjabat sebagai Direktur Utama Persija, Gede Widiade mengaku tidak akan pernah bisa melupakan tim Macan Kemayoran. Lalu, apa perbedaan dan tantangan menangani Persija Jakarta dengan Persiba Balikpapan?


Baca Juga :
- Pasrah! Geoffrey Castillion Tak Ingin Mundur dari Persib Bandung
- Luis Edmundo Sempat Kesulitan di Indonesia Sebelum Menjadi Legenda Persita

“Begini saya orang Surabaya yang besar dan tinggal, serta usaha di Jakarta. Saya diminta bantu Persija. Tantangannya itu kalau ibarat angka 10. 9,5 poinnya itu finansial (Persija) jelek dan 0,5 itu jimat,” kata Gede Widiade.

“0,5 itu berkah dari Tuhan. Apa itu? Jakmania dan wartawan. Saya melihat  (dua hal) itu (yang membuat) Persija bisa bangkit. Jakmania dan wartawan di belakang saya, yang bisa membuat 9,5 itu jadi nol. Ternyata sangat mudah.”

Ditargetkan mengantarkan Persija juara dalam tiga tahun, ternyata cukup dua musim bagi Gede membawa tim Macan Kemayoran angkat trofi. Usai mengantarkan Persija juara Liga 1 2018, Gede Widiade tidak lagi bersama Persija karena keputusan pemilik saham klub.

“Karena saya tidak punya hidden agenda. Saya tidak sulit (bawa Persija berprestasi), Menteri, Gubernur, Wali Kota Bekasi, Kapolda, dan Kapolri tolong saya. Tidak ada yang sulit bagi saya di Persija, target juara 3 tahun, ternyata 2 tahun sudah juara,” ucap Gede Widiade.

Sedangkan, kalau Persiba Balikpapan bagi Gede tantangannya relatif tidak sulit. Selain melihat potensi klub, Gede mengakui membeli saham Persiba karena ingin membantu kerabat-kerabatnya yang kesulitan mengurus tim Beruang Madu.

“Kalau Persiba ini tim besar, Syahrir Taher (Ketum Persiba yang lama) itu orangtua saya. Wali Kota Balikpapan juga saudara dan sahabat saya.  Jadi, saya akan bantu mati-matian, sebaik dan semaksimal mungkin,” kata pengusaha asal Surabaya itu.

Namun, mengurus Persiba bukan tanpa kendala. Menurut Gede, klub tersebut kurang mendapat dukungan dari pengusaha daerah.


Baca Juga :
- Evan Dimas Beri Wejangan ke Para Pemain Muda Persija yang Sedang TC Timnas U-16
- Siap Jadi WNI, Marc Klok Bicara Update Proses Naturalisasinya

“Ternyata pengusaha Balikpapan sangat tidak peduli Persiba. Bagi saya tidak masalah. Tapi, sangat disayangkan pengusaha Balikpapan kurang bantu sepak bola yang menjadi  kesukaan masyarakat Balikpapan,” ujar mantan CEO Persebaya itu.

“Jadi jelas, kalau keduanya (Persija dan Persiba) punya gereget berbeda. Kayak ketoprak dan gado-gado,” mantan manajer timnas U-23 ini menambahkan.*04

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA