#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Steve Bruce, Gol Penentu Gelar hingga Membersihkan Air Kotoran Tinja di Ruang Ganti MU
31 May 2020 12:25 WIB
MANCHESTER – Sekali Manchester United (MU), dia tetaplah MU. Steve Bruce memang tidak akan dapat dipisahkan dari sejarah Tim Setan Merah.

Sebagai pemain, Bruce bagian penting dari sukses MU asuhan Alex Ferguson ketika meraih sejumlah gelar, di antaranya tiga gelar Liga Primer (1992/93, 1993/94, dan 1995/96).

Meski sukses sebagai pemain, karier Bruce sebagai pelatih hanya menangani klub-klub seperti Sheffield United, Huddersfield Town, Wigan Athletic, Sunderland, atau Aston Villa, hingga kini menangani Newcastle United.


Baca Juga :
- Mason Greenwood Tak Berhenti Bikin Gol, Solskjaer Berikan Kebebasan
- Pogba Akhiri Puasa Gol 453 Hari, MU Pangkas Villa 3-0

Ya, Bruce tidak pernah memiliki kesempatan untuk menjadi pelatih MU, klub yang sangat berarti dalam perjalanan karier sosok yang kini berusia 59 ini sebagai pemain.

Dalam masa kariernya di MU, Bruce kemudian menjadi salah satu bek terbaik di Liga Primer. Total, Bruce tampil dalam 414 pertandingan untuk MU sejak 1987 hingga 1996 dalam semua ajang dan mencetak 51 gol, dengan 36 gol di antaranya di Liga Primer.

Karena itu pula, wajar jika kemudian MU selalu ada di hatinya. Kecintaannya terhadp Tim Setan Merah terlihat pada 2010 silam ketika dirinya membersihkan ruang ganti MU di Stadium of Light (kandang Sunderland) dipenuhi kotoran yang bercampur dengan tinja.

Saat itu, Bruce masih sebagai pelatih Sunderland. Timnya menjamu MU dalam laga Liga Primer 2 Oktober 2010. MU saat itu tentu saja asuhan Alex Ferguson yang merupakan mantan bos (pelatihnya) Bruce.

Namun, persiapan pertandingan itu tidak sesuai dengan harapan karena ada kebocoran pipa air pembuangan kotoran di ruang ganti Tim Setan Merah di stadion tersebut. Kit man MU saat itu, Albert Morgan, ingat betul situasi dan kondisi di ruang ganti timnya.

“Kotoran ada di mana-mana, air kotor juga menetes dari langit-langit, mengenai kaus, sepatu, kaus kaki, dan perlatan lainnya. Kotoran itu kemudian memenuhi lantai yang tingginya hampir tiga inci,”kata Morgan kepada Daily Mail, hari ini.

Morgan dikenal sosok yang legendaris dalam tugasnya dalam mempersiapkan semua keperluan pemain sejak 1993 hingga 2013. Ketika itulah, Morgan kemudian melihat Bruce datang dengan sikat dan alat pembersih lainnya.

“Saya melihatnya masuk ke ruang ganti kami dan menyapu semua kotoran yang bercampur dengan tinja itu keluar ruang ganti. Itu menjadi pemandangan yang masih saya ingat sampai saat ini,” kata Morgan lagi.

“Sementara dia (Bruce) mempersihkan kotoran dan air tersebut, kami memasukkan semua kostum ke kantung plastik hitam besar dan membuangnya,” Morgan menambahkan.

Sebagai pelatih dari tim tuan rumah, Bruce boleh jadi merasa bertanggung jawab dalam memastikan tim tamu mendapatkan fasilitas yang baik, termasuk ruang ganti.

Meski demikian, menurut Morgan, aksi tersebut belum tentu dilakukan jika pelatihnya bukanlah Bruce. Mengurusi air tinja, tentu dapat dilakukan petugas stadion atau staf Sunderland.

Namun, Bruce melakukannya karena ada keterikatan yang sangat besar antara dirinya dan MU, termasuk juga dengan Fergie.

Sebelum dikenal sebagai bek tangguh dan menjadi salah satu legenda hidup MU yang membawa tim ini meraih gelar, Bruce tidak akan mencapai predikat tersebut tanpa peran Fergi. Ya, Bruce adalah pembelian pertama Ferguson ketika pelatih asal Skotlandia ini resmi sebagai pelatih MU pada 1986.

Gol Penting Bruce

Meski demikian, perjalanan Fergie memberikan gelar untuk MU membutuhkan waktu uang cukup panjang. Gelar Liga Primer pertama yang diraihnya baru direngkuh pada 1992/93 atau musim pertama ketika level tertinggi sepak bola Inggris ini dinamanakan Liga Primer (Premier League).

Steve Bruce ketika merayakan gol penentu kemenangan saat lawan Sheffield Wednesday, 10 April 1993 -Topskor/istimewa

Dan, semua itu diraih setelah Fergie memutuskan untuk memberikan jabatan kapten dari Bryan Robson kepada Bruce. Dan, momen yang sangat penting tersebut terjadi pada laga 10 April 1993 menghadapi Sheffield Wednesday atau ketika lima laga kompetisi akan berakhir.

Bruce mencetak dua gol penting, gol yang tidak akan dilupakan oleh dirinya, pendukung MU, dan Ferguson ketika itu. Kedua gol tandukan itu diciptakan pula dalam menit terakhir. Yang pertama menit ke-86 dan yang kedua menit ke-90.

Dengan kemenangan tersebut, MU pun tampil sebagai juara untuk kali pertama di Liga Primer. Mereka juga mengakhiri penantian panjang tim ini yang selama 26 tahun sebelumnya tidak pernah meraih gelar Liga Primer.


Baca Juga :
- Solskajer Tak Mau MU Bergantung pada Man-Cty untuk Tembus Tiket Liga Champions
- INFOGRAFIS: Guardiola Puji David Silva Setinggi Langit karena Assistnya

“Itu memang gol penting yang juga menjadi penentu kami meraih gelar. Sejumlah orang akan selalu mengingat saya karena dua gol yang saya ciptakan saat lawan Sheffield,” kata Bruce, tersenyum.

Dan, ada yang selalu mengingat bahwa Bruce pun pernah membersihkan ruang ganti MU uang terendam air kotoran tinja karena rasa cintanya terhadap MU.*

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA