#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS: Inter Siapkan Duet Lu-Ca, Bobotnya: Lebih dari 600 Gol!
31 May 2020 10:35 WIB
MILAN – Dari Lu-La menjadi Lu-Ca. Dari duet Lukaku-Lautaro, FC Internazionale bakal memiliki duet baru dengan panggilan Lu-Ca yaitu Lukaku-Cavani.

Edinson Cavani menjadi opsi pertama bagi Inter sebagai pengganti Lautaro Martinez yang belakangan memang semakin dekat bergabung ke Barcelona. Untuk saat ini, I Nerazzurri memang masih menunggu kepastian kepergian Lautaro.

Meski demikian, pasukan Antonio Conte mencoba mengantisipasi dengan membidik sejumlah penyerang. Dan, Cavani adalah target utama tim raksasa Seri A asal Milan ini.


Baca Juga :
- Antonio Conte Tidak Ingin Inter seperti Lazio yang Kalah dalam Dua Laga Beruntun
- Resmi Sanksi Empat Laga dan Denda untuk Patric karena Mengigit Pemain Lecce

Usia Cavani memang sudah 33 tahun, atau 11 tahun lebih tua dibandingkan dengan Lautaro. Meski demikian, penyerang asal Uruguay tersebut memperlihatkan dirinya masih sebagai mesin gol.

Lebih penting lagi, Cavani sarat pengalaman, termasuk pernah bermain di Seri A tepatnya ketika bersama Napoli pada 2010 hingga 2013. Bentuk transfer Cavani ke Inter pun sudah terlihat, sebagai bagian dari pertukaran Mauro Icardi ke klub Cavani saat ini, Paris Saint Germain (PSG).

Dalam perjalanan kariernya sebagai pemain, dengan gol-golnya di Palermo, Napoli, dan PSG, The Matador total telah mencetak 341 gol. Sedangkan Lukaku antara Anderlecht, dan performanya di klub Inggris (West Brom, Everton, Manchester United), dan di Inter, total 210 gol.

Dengan demikian, dari level klub, “duet” ini mencetak total 511 gol. Jika ditambah dengan di timnas, Cavani mencetak 50 gol dan Lautaro 52 gol. Ya, duet ini memiliki bobot total 600 gol dalam karier.

Jumlah tersebut merupakan jaminan bahwa Inter memiliki duet dengan produktivitas yang tinggi. Rencana Inter menjadikan Cavani sebagai penyerang baru mereka juga tepat jika melihat rata-rata gol yang diciptakannya di setiap klub.

Ketika di Napoli, The Matador mampu rata-rata mencetak 0,75 gol per pertandingan. Di PSG, memang menurun rata-rata 0,66 gol. Sedangkan musim ini, Cavani hanya mencetak tujuh gol dari 22 pertandingan. Meski demikian, rata-rata golnya musim ini bersama PSG dengan 1 gol setiap 157 menit tidaklah buruk.

Cavani hanya membutuhkan tempat atau kesempatan yang membuatnya selalu tampil dalam setiap pertandingan. Apalagi jika melihat rapornya saat kali terakhir bermain di Seri A pada 2013 (29 gol), dan di Ligue 1 pada musim terbaiknya yaitu 2017 mencetak 35 gol.

Sedangkan Lukaku tidak jauh berbeda dalam rata-rata gol yang bisa diciptakannya dalam satu laga. Bintang 27 tahun ini telah membuktikan kepada Inter sebagai penyerang yang haus gol.


Baca Juga :
- Kejar Gol Immobile, Ronaldo Bisa Torehkan Rekor Unik
- Milan Jaga Tiga Tren Positif, Stefano Pioli Tak Ingin Buang Energi, Berikutnya Napoli!

Pada musim pertamanya, Lukaku menorehkan total 23 gol dari 35 laga,di antaranya 17 gol dari 25 laga Seri A musim ini.

Khusus di Seri A musim ini, rata-rata Lukaku mampu mencetak 0,68 gol pertandingan, tertinggi dalam kariernya. Pencapaian terbaik sebelumnya terjadi ketika masih di Everton, dia hanya mampu mencetak 0,67 gol per pertandingan (25 gol dari 37 laga).*

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA