#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ronaldo Mengenang Kepergian Simoni: Dia adalah Konduktor dan Kami Orkestranya
22 May 2020 23:55 WIB
MILAN – Sebelum Roberto Mancini, Jose Mourinho, dan sebelum Leonardo, ada Luigi Simoni. Gigi—panggilian orang Italia untuk nama Luigi—satu dari 17 pelatih dalam sejarah I Nerazzurri yang membawa klub ini meraih gelar.

Bersama Simoni, Inter meraih gelar Piala UEFA (Liga Europa) pada 1997/98 setelah mengalahkan Lazio dalam all Italian final di Stadion Parc Des Princes, Paris (Prancis).

Dalam petandingan tersebut, Inter menang 3-0 lewat gol Ivan Zamorano, Javier Zanetti, dan Ronaldo Nazario. Gelar ini sangat berharga bagi Inter, khususnya suporter I Nerazzurri.


Baca Juga :
- Giorgio Chiellini soal Kelemahan Higuain: Dia Terlalu Sensitif!
- Inter atau Atletico, Keduanya Bagus untuk Edinson Cavani

Sukses yang mengobati kekecewaan musim sebelumnya setelah pada ajang yang sama, Inter gagal merengkuh trofi tersebut di bawah asuhan Roy Hodgson, setelah kalah dari klub Jerman, Schalke 04 dalam adu penalti.

Bagi Simoni, gelar tersebut memang tidak cukup karena pada musim itu, Inter telah mengeluarkan dana yang fantastis untuk membawa Ronaldo ke Giuseppe Meazza.

Meski demikian, pencapaian ini tetap tercatat sebagai bagian dari sukses Simoni bersama Inter sebagai pelatih.

Karena Simoni, Ronaldo yang ketika itu baru 20 tahun mampu menjawab tekanan dengan sejumlah gol yang diciptakannya. Total, Il Fenomeno mencetak 34 gol dalam semua ajang dengan perincian 25 di Seri A, 3 Piala Italia, dan 6 di Piala UEFA.

Setelah Inter, Simoni kemudian melatih Piacenza, Torino, CSKS Sofia, Ancona, Napoli, Siena, Lucchese, dan terakhir melatih Gubbio pada 2011 silam meski ketika itu jabatannya adalah pelatih sementara.

Tanpa Simoni, Inter tidak akan mengobati kekecewaan ketika gagal di final Piala UEFA 1996/97 dan tanpa Gigi pula, Ronaldo tidak akan mencapai jumlah gol tersebut pada musim pertamanya di Seri A.

Pada musim itulah, Gigi mampu membuat Ronaldo bermain maksimal sebelum kemudian mengalami cedera lutut yang membuatnya absen dalam banyak pertandingan pada 1998/99 setelah Simoni pergi melatih Piacenza.

Pria kelahiran Pisa, Italia, pada 22 Januari 1939 ini wafat pada Jumat (22/5). Simoni meninggal setelah hampir setahun dirawat di rumah sakit sejak 22 Juni 2019, waktu ketika dia mengalami stroke di rumahnya.

“Bagi saya, Simoni bukan hanya sosok pelatih. Dia pria yang bijaksana, sosok yang sangat baik. Dia tidak pernah meminta Anda untuk melakukan sesuatu namun menjelaskan mengapa hal itu perlu dilakukan,” kata Ronaldo, dalam media sosial pribadinya, setelah menerima kabar kepergian Simoni.

Bagi Ronaldo, Simoni menjadi bagian penting dalam kariernya. “Dia adalah konduktor, kami yang memainkan orkestranya. Saya selalu mengingat senyumnya, dan selalu berbicara dengan suara yang tenang. Kami memenangkan gelar dan bisa saja meraih banyak gelar. Terima kasih mister, kamu mengajarkan banyak hal kepada saya,” Ronaldo menambahkan.

Kepergian Simoni pun membuat Italia kehilangan salah satu pelatih legendaris. Selain momen terbaiknya membawa Inter meraih trofi Piala UEFA, pada musim yang nsama pula dia mampu membuat Inter menjadi pesaing Juventus, meski akhirnya harus mengakhiri musim di peringkat kedua.


Baca Juga :
- Neymar Digeser Jadi Target Cadangan, Barcelona Prioritaskan Perekrutan Lautaro dan Pjanic
- Sebelum Pergi, Maldini Diuji Mampukah Meyakinkan Donnarumma Bertahan di Milan

Total, 17 klub berada di bawah kepelatihan Simoni sepanjang 40 tahun kariernya sebagai pelatih. “Setelah bermain dalam 368 pertandingan, termasuk 187 laga Seri A, mencetak 32 gol, Simoni memulai kariernya sebagai pelatih di Genoa di Seri A pada 1974/75,” demikian pernyataan FIGC dalam mengenang sosok Simoni.

Massimo Moratti merupakan pemilik sekaligus presiden Inter ketika tim ini meraih gelar Piala UEFA bersama Simoni. “Dia sosok besar dalam sejarah Inter dan dia bagian dari sejarah tim ini ketika mencoba meraih gelar Seri A dan dia pantas menerima gelar tersebut,” kata Moratti.*

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA