#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Yanto Basna Sebut Dua Nama Striker Liga 1 yang Paling Merepotkannya, Lebih Berbahaya daripada Teerasil Dangda
22 May 2020 23:44 WIB
JAKARTA – Rudolof Yanto Basna memang sudah dua tahun terakhir ini meninggalkan Indonesia untuk merantau ke luar negeri.

Bek berusia 24 tahun ini saat ini memperkuat klub kasta tertinggi Thailand  (Thai League 1), PT Prachuap, setelah sempat singgah di dua klub Thailand lainnya, Khon Kaen dan Sukhothai.

Meski demikian Basna, sapaannya, masih ingat betul performa para penyerang Liga 1 yang pernah ia hadapi. Menurut mantan pemain Mitra Kukar ini, ada dua striker berbahaya yang kerap merepotkannya saat masih bermain di Indonesia.


Baca Juga :
- WARJOK Olahraga: JIKA PENSIUN, RUBEN SANADI INGIN JADI PENCARI BAKAT
- INFOGRAFIS: Bijak, Yanto Basna Ungkap Resep Menjadi Pemain Bertahan yang Baik

“Kalau pemain lokal, tentunya Boaz Solossa. Kalau asing ya Ezechiel N’Douassel,” kata Basna dalam live Instagram, Jumat (22/05/2020).

Pemain asal Sorong, Papua, ini bahkan menilai Boaz lebih berbahaya dibanding bintang penyerang Thailand, Teerasil Dangda, yang juga pernah dihadapinya.

“Teerasil memang berbahaya, tapi hanya kalau dia menguasai bola. Sedangkan kakak Boaz, mau pegang bola atau tidak, tetap berbahaya. Meski saya juga mengakui Teerasil adalah penyerang yang pintar, terutama dalam penempatan bola,” Basna menuturkan.

Pemain yang pernah menyandang ban kapten timnas Indonesia itu juga mengakui Boaz adalah pemain yang menjadi inspirasinya, meskipun posisinya bertolak belakang dengan kapten Persipura Jayapura itu.

“Bahkan kalau ditanya soal pemain bertahan yang jadi inspirasi, saya malah bingung menjawabnya,” ucap Basna.

Yang menarik, meski sama-sama dari Papua, Basna belum pernah satu klub dengan idolanya itu. Selepas memperkuat Deportivo Indonesia di Uruguay, pada 2013 ia bergabung dengan Sriwijaya FC.

Setelah itu ia hijrah ke Mitra Kukar pada 2014-2016. Di klub asal Tenggarong, Kalimantan Timur, inilah Basna memiliki kenangan indah.

“Bersama Mitra Kukar saya meraih juara Piala Jenderal Soedirman 2015 sekaligus “terpilih menjadi pemain terbaik turnamen tersebut. Itu momen yang tidak terlupakan. Apalagi waktu itu saya masih sangat muda,” kata Basna.

Setelah membela Mitra Kukar, ia kemudian sempat pindah ke Persib Bandung antara 2016-2017, dan kemudian ke Sriwijaya FC pada 2017 sebelum hengkang ke Thailand.

Ia mengaku sempat kesulitan beradaptasi saat awal-awal bermain di Thailand, terutama karena bahasa dan budaya yang berbeda.


Baca Juga :
- Tak Bisa Mudik ke Wamena, Asmina Kogoya Terkurung di Kediri
- Dicoret Seleksi Timnas, Febri Hariyadi Ungkap Perasaannya

Namun, lama kelamaan Basna bisa beradaptasi dan semakin betah. Bahkan, ia sempat terpilih dalam skuat Thai League 2019 ASEAN Best XI.

“Tapi saya juga tidak mau lama-lama di Thailand. Setelah ini saya ingin merantau lagi ke negara lainnya, target saya Korea atau Jepang,” katanya. *05  

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA