#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Adjat Sudrajat Kerap Mengkritik demi Kebaikan Persib
22 May 2020 22:06 WIB
BANDUNG - Adjat Sudrajat dikenal sebagai legenda Persib yang memiliki karakter keras. Namanya begitu melambung di masa kejayaannya pada era 1980-an.

Sosok Adjat  jika di era sekarang sudah mencapai miliaran harganya. Ia memiliki kelebihan yakni sundulannya. Jika bola sudah di depannya dan lalu menyundulnya, 99 persen tak ada yang meleset.

Penyelesaian akhir lewat kepalanya itu, membuat bobotoh terkagum-kagum. Ya, berkat dia pula Persib terangkat. Namun, bagi Adjat, setiap pujian tidak akan membuatnya menjadi lemah. Baginya, setiap pujian adalah cacian.


Baca Juga :
- Victor Igbonefo Pilih Kompetisi Liga 1 Dilanjutkan daripada Turnamen Pengganti
- PSBB Diperpanjang, Pelatih Persib Mengaku Sulit Kumpulkan Pemain

Karena itu, setiap kali ia mencetak gol lantas pujian datang kepadanya, bukan berarti ia bangga. Namun bagi Adjat justru menjadi pelecut untuk bermain lebih baik.

Karena itu pula saat pensiun sekarang ini, ia kerap melontarkan kritikan terhadap tim yang pernah membesarkan namanya itu. Namun, kritikan tersebut bagi Adjat dianggap hal positif.

Ia ingin, pemain saat ini sama sepertinya, ketika masih menjadi pemain di mana kritikan yang selalu ditujukan adalah motivasi. Sebalinya, pujian adalah cacian.

“Saya memang selalu mengkritik Persib tapi bukan berarti apriori, itu semata-mata demi kemajuan Persib, saya dengan teman-teman jika  untuk Persib mati di lapangan pun saya siap pada saat itu, ini demi kejayaan Persib,” kata Adjat menegaskan.

Meski demikian, Adjat tetap bangga terhadap Tim Maung Bandung saat ini. Dia menilai, Persib saat ini semakin maju dan berkembang pesat bahkan sudah hampir seratus persen klub profesional.

“Sebagai pemain yang pernah ikut membesarkan Persib, buat saya sangat membanggakan. Saat ini Persib semakin besar dan menjadi klub kaya,” kata Adjat menambahkan.

Perjalanan Adjat Sudrajat bersama Persib sangat mulus. Ia meniti karie dari klub amatir lalu terbidik oleh jajaran pengurus Persib untuk bergabung bersama pemain lain yang dibina Marek Janota.

Sejak dibina Adjat ketika itu sudah memperlihatkan karakter dan kualitasnya sebagai striker. Adjat pun masuk The Winning Team Persib 1986 bersama Boyke Adam, Robby Darwis, Yana Rodiana, Suryamin,  Wawan Karnawan, Ade Mulyono, Dede Rosadi, Djadjang Nurdjaman, Suhendar serta Adeng Hudaya.

Sebelas pemain inilah yang sebelumnya mendapat terpaan latihan secara profesional Marek Janota hingga membawa tim ini juara Kompetisi Perserikatan 1986.

Di masa pensiunnya, Adjat satu-satunya yang belum pernah mendapatkan kesempatan menjadi pelatih di bekas klubnya itu. Namun, totalitas tanpa batasnya terhadap sepak bola tetap ia jalankan.

Ia pernah menjadi asisten pelatih di tim PON Jawa Barat 2012. Lalu, di Pelita Bandung Raya klub yang juga pernah dia perkuat di era 1990-an.


Baca Juga :
- Sadar Akan Bahaya Covid-19, Vizcarra Jaga Keluarga Jangan Sampai Terpapar
- Dedi Kusnandar Jadikan Badminton sebagai Alternatif Menjaga Kebugaran

Di sisa usianya, pensiunan Bank BJB ini, memiliki sekolah sepak bola yang khusus mencetak calon-calon pemain andal seperti dirinya dan masuk Badan Tim Daerah (BTD) di Asprov PSSI Jawa Barat bersama para legenda lainnya.

“Meskipun saya sudah tak lagi menjadi pemain tetapi saya tetap tak jauh-jauh dengan sepak bola. Apalagi sekarang saya sudah pensiun dari bank memungkinkan saya banyak waktu untuk kembali membangun sepak bola di Bandung,” kata Adjat menambahkan.*

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA