#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS: Torehan Greysia Polii pada Sektor Ganda Putri bersama Lima Partnernya
22 May 2020 20:38 WIB
JAKARTA – Greysia Polii termasuk salah satu pemain senior di pelatnas Cipayung. Sudah 17 tahun ia berkarier dalam dunia bulu tangkis.

Pada usianya yang tahun ini akan menginjak 33 tahun, Greysia belum menunjukkan penurunan.

Sepanjang 2020, sebelum virus corona mewabah, bersama pasangannya saat ini, Apriyani Rahayu, Greysia meraih dua gelar sektor ganda putri BWF World Tour.


Baca Juga :
- Praveen Jordan: Tontowi Ahmad Itu Sosok yang Rendah Hati dan Haus Gelar
- Sony Dwi Kuncoro dan Ricky Karanda Soroti PBSI soal Sistem Degradasi di Pelatnas

Kedua gelar tersebut adalah Spain Masters 2020 dan Indonesia Masters 2020. Sebagai pemain berpengalaman, tentunya bukan hanya Apriyani yang pernah berpartner dengan Greysia.

Ada empat pebulu tangkis ganda putri lainnya yang pernah duet dengannya. Mereka adalah Jo Novita, Vita Marissa, Meiliana Jauhari, dan Nitya Krishinda.

Di antara mereka memang ada yang hanya sekejap berpasangan tanpa meraih gelar, dan ada pula yang awet serta meraih beberapa gelar.

Namun, bagi Greysia, seluruh partnernya adalah yang terbaik baginya. “Enggak ada perbandingan karena menurut saya kita semua memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing,” kata Greysia dalam live Instagram bersama PBSI belum lama ini.

Menurut Greysia, Jo Novita merupakan tipe orang yang sangat bersemangat. Bahkan meski lebih senior, Jo juga terkadang tidak sungkan meminta saran darinya.

“Jo orangnya semangat tapi butuh diayomi, butuh strategi. Tapi dengan pengalaman dia, saya ikut saja terus apa yang dia katakan,” Greysia menuturkan.

Sedangkan Vita Marissa diakuinya memiliki teknik bermain yang sangat bagus sehingga ia hanya cukup mengikuti saran dari seniornya itu. “Saya tinggal mengikuti dan punya semangat doang,” ucap Greysia.

Kondisi berbeda dialaminya saat berpasangan dengan Nitya Krishinda. Memiliki usia yang tidak terpaut jauh, keduanya tak sungkan untuk saling mengingatkan satu sama lain.

“Sama Titin (sapaan Nitya), ada irama lebih. Egonya diturunin, bisa mengingatkan satu sama lain,” Greysia menuturkan.

Namun, ketika dipasangkan kali pertama dengan Apriyani pada 2017, Greysia merasa cara komunikasi yang dilakukan berubah 180 derajat.

Bila sebelumnya ia berperan sebagai junior yang hanya mengikuti perkataan seniornya, kali ini Greysialah yang justru harus lebih bertanggung jawab.


Baca Juga :
- Tontowi Ahmad Merasa Mendapat Perlakuan Tidak Pantas dari PBSI, Susy Susanti Klarifikasi
- Lima Lawan Terberat Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir

Tidak hanya kepada Apriyani, melainkan juga yang lainnya di pelatnas. Sebagai pemain senior, Greysia dituntut memberikan contoh yang baik kepada para pemain junior.

“Kalau sekarang memang apa pun yang saya perbuat akan mereka tiru. Kalau skill, mental, dan fisik ya memang sudah di atas dan seimbang. Yang berbeda itu cara komunikasi antara junior dan senior,” ucapnya.*05

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA