#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
"Saya Tidak Akan Pernah Memaafkannya!" Romelu Lukaku Masih Sakit Hati dengan Pelatih Andre Villas-Boas
22 May 2020 19:08 WIB
MILAN – Sudah hampir sembilan tahun Romelu Lukaku meninggalkan Chelsea, tapi dia belum bisa melupakan pengalaman pahitnya di klub London tersebut. Terutama kemarahannya terhadap pelatih Andre Villas-Boas yang tidak mencantumkan namanya dalam daftar pemain The Blues di Liga Champions 2011/12.

Lukaku dibeli Chelsea dari Anderlecht pada musim panas 2011 dengan nilai transfer 17 juta paun (Rp305,6 miliar). Tapi, striker asal Belgia ini jarang dimainkan oleh pelatih Villas-Boas dan menghabiskan waktu di bangku cadangan pada musim debutnya.

Lukaku hanya memainkan delapan pertandingan di Liga Primer dan hanya sekali sebagai starter. Kesempatan itu juga baru didapatkan striker jangkung tersebut (190cm) pada pengujung musim, setelah pelatih asal Portugal itu dipecat.


Baca Juga :
- Ungguli Virgil Van Dijk dan John Terry, Rio Ferdinand Terpilih sebagai Bek Terbaik Liga Primer Sepanjang Masa
- Juventus Siap Menerkam Willian Jika Cabut dari Chelsea

Peluang Lukaku untuk tampil Liga Champions bahkan telah tertutup sejak awal musim lantaran Villas-Boas tidak memasukkannya dalam daftar skuat Chelsea di kompetisi itu.

Tapi, Roberto Di Matteo, asisten pelatih yang menggantikan Villas-Boas, tetap memboyong Lukaku dan semua pemain The Blues yang cedera dan terganjal sanksi bersama rombongan skuat yang terbang ke Muenchen untuk memainkan final Liga Champions lawan Bayern Muenchen.

Chelsea akhirnya memenangi pertandingan itu lewat adu penalti untuk merebut gelar Liga Champions pertama sepanjang sejarah mereka.

Tapi, Lukaku mengaku tidak merasa sepenuhnya menjadi bagian dari sukses tersebut.

“(Roberto) Di Matteo bilang kepada saya bahwa saya akan tetap bersama skuat hingga final,” ujar Lukaku kepada Het Laatste Nieuws

“Dia berpikir bahwa semua orang harus ikut, termasuk para pemain yang terkena sanksi dan mereka yang tidak masuk skuat Liga Champions. Saya sangat berterima kasih kepada dia atas semua itu.”

Lukaku ikut larut dalam selebrasi kemenangan Chelsea di Muenchen, tapi dia mengaku tidak terlalu berbahagia.

“Kemenangan ini adalah salah satu yang selalu saya mimpikan. Kita pasti ingin merayakan sesuatu seperti itu bersama semua anggota tim saat itu,” ujar Lukaku yang kini berseragam FC Internazionale. 

“Itu terasa menyenangkan pada usia 19. Saya ikut berbahagia untuk klub itu, tapi ada seorang manusia yang telah merenggut banyak hal dari saya: pelatih sebelumnya (Villas-Boas). Saya tidak pernah memaafkan dia atas semua itu.”

Lukaku mengaku dirinya menolak untuk ikut memegang trofi Liga Champions saat para pemain Chelsea melakukan selebrasi. 

“Saya sama sekali tidak menyentuh trofi itu dengan satu jari pun,” katanya. “Karena saya tidak berperan dalam memenangi trofi itu. 

“Ini sikap yang saya pertahankan sejak usia 11 tahun: jika saya tidak memberikan kontribusi apa-apa, maka itu bukan trofi saya. 

“Hany jika kita memberikan kontribusi dalam meraih piala atau gelar, kita juga bisa memamerkannya.”

Mantan striker Manchester United itu menjelaskan perseteruannya yang panjang dengan Villas-Boas selama kariernya di Stamford Bridge.

“Saya pernah dimainkan di kiri depan, kemudian di kanan depan. Kita tidak akan bisa berkembang dengan cara seperti itu. 


Baca Juga :
- Khawatir Diserang Corona, Chelsea Kehilangan Kante Sepanjang Sisa Musim
- Inter Tak Sanggup Bayar Opsi, Victor Moses Tampaknya Dipulangkan ke Chelsea

“Kemudian, pada titik tertentu kita harus memikirkan diri kita sendiri. Jadi, saya sampaikan kepada pihak klub  keluhan saya soal itu. Saya tahu, Villas-Boas juga dalam tekanan. Tapi, dia juga tidak seharusnya memperlakukan saya seperti itu. 

“Di Matteo menangani saya dengan cara yang sepenuhnya berbeda, dia langsung melibatkan saya dalam segala hal. Itu seharusnya terjadi lebih dini lagi. Sungguh, saya tidak akan pernah memaafkan pelatih sebelumnya.”

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA