#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Lima Trio Ikonis dalam Sejarah Real Madrid
20 May 2020 21:01 WIB
MADRID – Dalam sejarah Real Madrid, ada trio lini depan dari berbagai generasi tim raksasa asal Spanyol ini. Karim Benzema, Gareth Bale, dan Christiano Ronaldo atau yang lebih dikenal dengan BBC, bukanlah yang pertama.

Jauh sebelumnya, Madrid memiliki tradisi trio lini depan yang menakutkan, elegan, dan juga tentu memberikan kontribusi besar bagi klub, serta menjadi contoh dalam sepak bola Eropa.

Kali ini, Topskor.id mencoba kembali melihat lima trio terbaik dalam sejarah klub. Dimulai dari trio Davor Suker, Raul Gonzalez, dan Predrag Mijatovic, yang menjadi kunci sukses klub Ini mendominasi liga domestik dan ajang Eropa. Berikut lima trio ikonis Madrid tersebut:


Baca Juga :
- Karim Benzema Segera Mengakhiri Kesendirian di Lini Depan Real Madrid
- Benci Sergio Ramos, Bintang Muda Inggris Ini Tolak Tawaran Real Madrid

5. Raul, Mijatovic, Suker

Dapat dikatakan bahwa trio ini mewakili era modern Madrid yang berhasil membawa tim ini mengakhiri penantian panjang selama 32 tahun dalam meraih gelar Liga Champions. Trio ini sebenarnya sudah terbentuk sejak 1996/97 ketika klub di bawah asuhan Fabio Capello.

Musim itu, Suker bergabung dari Sevilla sedangkan Mijatovic dari Valencia. Keduanya duet Balkan yang melengkapi anak emas Madrid, Raul, di lini depan. Total, ketiganya menorehkan 59 gol untuk Madrid saat itu (Suker 24 gol, Raul 21, dan Pedja 14).

Bersama ketiganya, Madrid berhasil meraih gelar La Liga, mengakhiri dominasi Barcelona. Duet ini kemudian berlanjut pada musim berikutnya dengan membawa Los Merengues juara Liga Champions mengalahkan Juventus di final pada 20 Mei 1998. Namun, di La Liga, Madrid hanya di posisi keempat saat itu.

4. Butragueno, Michel, Hugo Sanchez

Emiliano Butragueno, Michel, dan Hugo Sanchez. Madrid pernah memiliki lima pemain dengan sebutan La Quinta del Buitre. Sebutan tersebut, dalam bahasa Indonesia berarti Lima Burung Bangkai. Sebutan yang menyeramkan memang.

Namun, memang demikianlah sebutan tersebut karena mengarah kepada keganasan mereka dalam melakukan tekanan serta mencetak gol. Lima Burung Bangkai ini diberikan oleh salah satu wartawan Spanyol untuk lima pemain yang memang berasal dari akademi atau kelahiran Madrid.

Mereka adalah Emiliano Butragueno, sosok paling kharismatik dan pemain prominence di timnya. Sedangkan empat pemain lainnya adalah Manuel Sanchis, Rafael Martin Vazquez, Michel, dan Miguel Pardeza.

Lalu, pada perjalanannya, meski keempatnya sukses pada era 1980, kelompok itu pun berakhir. Namun ketika itu pula ada sosok Hugo Sanchez. Dan, dalam sejarah klub, Hugo Sanchez yang merupakan asal Meksiko menjadi bagian penting dalam koleksi gol Madrid.

Total lima kali Hugo Sanchez meraih gelar pencetak gol terbanyak La Liga, empat di antaranya beruntun (1984-1988 dan 1989/90). Meski demikian, trio ini hanya sukses di ajang domestik dengan di antaranya lima gelar La Liga. Sedangkan di ajang Eropa meraih Piala UEFA  ndua kali beruntun 1984/85 dan 1985/86.

3. Raul, Figo, Zidane

Inilah trio era Los Galacticos, masa ketika Madrid mendatangkan sejumlah bintang kelas dunia. Ketiganya membawa Madrid juara Liga Champions 2001/02 yang ditandai dengan gol voli Zinedine Zidane.

Raul sendiri merupakan pemain yang tersisa dari tim juara Liga Champions 1997/98. Zidane dan Figo dalam trio ini bukanlah sosok yang mencetak banyak gol meski demikian keduanya menjadi sangat penting dalam permainan tim.

Raul kemudian menjadi pencetak gol terbanyak La Liga dengan 24 gol. Ketiganya memperlihatkan kerja sama yang sangat baik meski mereka dalam posisi yang berbeda. Raul sebagai penyerang, Zidane playmaker, dan Figo pemain sayap.

2. Gento, Puskas, Di Stefano

Ini trio fenomenal dalam sejarah Madrid. Paco Gento, Ferenc Puskas, dan Alfredo Di Stefano. Salah satu pencapaian fenomonel adalah ketika membawa Madrid juara Liga (Piala Champions) untuk kali kelima dalam sejarah mengalahkan klub asal Jerman, Eintracht Franckfurt.

Dalam final pada 18 Mei 1960 tersebut, Di Stefano dan Puskas yang memborong gol Madrid. Di Stefano hattrick sedangkan Puaskas mencetak empat gol. Ketiganya merupakan trio terbaik dalam sejarah sepak bola Eropa. Trio yang akan diingat pada era 1950-an.

Pers terkenal Prancis, France Football, pernah menempatkan ketiganya sebagai trio terbaik yang pernah meraih gelar Liga Champions, di posis pertama pada 2018 lalu.

1. Bale, Benzema, Ronaldo

Inilah trio Madrid di posisi pertama dari aspek pencapaian gol dan trofi ketiganya. Masing-masing membentuk trio yang kuat dalam menyerang. Bersama trio ini, Madrid berhasil meraih empat gelar Liga Champions dalam lima tahun.

Dimulai pada 2013/14, 2015/16, 2016/17, dan 2017/18. Mereka juga membawa Madrid meraih gelar La Liga pada 2011/12 dan 2016/17. Bahkan, ketiganya pun membentuk persaingan dengan trio Barcelona: Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar (MSN).


Baca Juga :
- Inilah Eksperimen Zidane untuk Lini Depan Madrid dalam 12 Laga pada 2020
- Gian Piero Gasperini Mengakui Dirinya Positif Covid-19 saat menghadapi Valencia

Salah satu contoh produktivitas trio BBC terjadi pada 2014/15 ketika mereka total mencetak 100 gol. Jumlah itu meningkat setelah di musim sebelumnya menorehkan 97 gol. Pada 2014/15, Ronaldo total mencetak 61 gol, Benzema 22 gol dan Bale 17 gol.

Madrid sebelumnya juga pernah memiliki trio Ronaldo, Benzema, dan Gonzalo Higuain yang mencetak total 118 gol pada 2011/12 tapi pencpaian trio ini tidak sesukses trio BBC.*

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA