#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Masih “Apa Selanjutnya”
19 May 2020 12:45 WIB
HARAPAN menyaksikan kompetisi sepak bola Tanah Air sepertinya memang masih jauh. Selama kita tidak hidup dalam kehidupan yang pernah kita kenal, harapan tersebut masih harus menunggu untuk bisa terwujud.

Lagi pula, jangan dulu bicara soal kompetisi sepak bola karena badan atau lembaga penyelenggaranya saja seolah enggan membahas kemungkinan tersebut.  

Rapat Komite Eksekutif PSSI sudah dilakukan, Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS juga baru selesai, kemarin. Semuanya dilakukan dengan cara virtual, online, atau video call.


Baca Juga :
- Hadiah Juara Liga 2 2020 Rp 500 Juta, Begini Rincian Subsidi PT LIB untuk Kontestan Liga 2 2020
- PT LIB Pastikan Kickoff Lanjutan Liga 2 2020 Pada 17 Oktober

Jujur saja, pertemuan tersebut, khususnya RUPS, sebenarnya yang paling dinanti-nantikan. Namun, apa mau dikata yang diputuskan justru tidak menyentuh substansi.

Apa substansi tersebut? Sederhana saja yaitu tentang kelanjutan kompetisi. Disebutkan memang, tapi tidak ada pembahasan yang benar-benar sistematis, hanya permukaan.

Ujung-ujungnya ya kembali lagi menunggu sampai akhir Mei nanti setelah pemerintah mengumumkan apakah dilanjutkan atau tidaknya kondisi darurat nasional ini karena wabah pandemi corona.

Hasil atau isu terbesar dari pertemuan RUPS justru tentang keputusan pengunduran diri direktur utama dari PT Liga Indonesia Baru beserta sejumlah komisaris lainnya.

Tentu, itu juga keputusan penting. Setidaknya, PT LIB telah menyelesaikan satu dari sejumlah isu yang terjadi di tubuh lembaga operator kompetisi tersebut. Isu tentang nepotisme contohnya, yang menjadi aroma yang memang tidak sedap.

Isu tentang, benar atau tidak, terkait tidak terbentuknya kerja sama yang baik antara PSSI dan PT LIB, sudah terselesaikan dengan adanya keputusan dalam RUPS tersebut.

Sekali lagi, benar atau tidak bahwa situasi tersebut terjadi, kita hanya bisa melihat hasil akhirnya dari RUPS tersebut. Lalu, jadikanlah semua itu sebagai pelajaran khususnya bagi mereka, pengurus baru di PT LIB.

Yang menjadi pertanyaan, mengapa substansi tersebut tidak menjadi pembahasan utama di dalam RUPS? Harusnya ada pembahasan tentang kelanjutan kompetisi. Kata “harus” karena selama ini, publik justru menantikan jawabannya. Ya atau tidak. Dilanjutkan atau ditunda. Itu saja.

Keputusan itu penting untuk memberikan pemahaman. Petama menyadarkan bahwa tidak mungkin melanjutkan kompetisi dengan kondisi pandemi virus corona saat ini.

Yang kedua bisa pula menyadarkan bahwa sebenarnya kompetisi bisa dilanjutkan meski dalam kondisi seperti saat ini.

Dari RUPS kemarin pula, jelas bahwa pembahasan tentang kelanjutan kompetisi ternyata bukanlah poin atau wacana yang paling utama. Opsi untuk segera melanjutkan kompetisi ternyata bukanlah pilihan untuk saat ini.

Padahal, dilanjutkan atau tidaknya kompetisi menjadi keputusan penting karena ini akan menjadi pegangan bagi bagi semua klub peserta apa yang dapat mereka lakukan kemudian.

Seharusnya dan idealnya, ada langkah-langkah atau pandangan yang konstruktif dari PT LIB atau PSSI. Kita semua menantikan sikap atau aksi tersebut. Dengan situasi pandemi saat ini, yang dapat dilakukan adalah mempersiapkan semua kemungkinan yang dibutuhkan.

Sambil menunggu keputusan pemerintah, PSSI dan PT LIB alangkah baiknya sudah memiliki rencana bagaimana kompetisi nanti berjalan. Contoh sederhana, seperti kemungkinan pertandingan tanpa penonton.

Lalu, bagaimana mereka mempersiapkan semua aspek dalam menggelar pertandingan dalam kondisi pandemi ini, atau tentang proses teknis setiap klub atau pemain yang akan tampil.

Bagaimana penempatan pemain, ofisial, tim medis, atau perlukah melibatkan level tim medis yang lebih tinggi. Apakah pemain boleh merayakan gol dengan cara bersama-sama, jika tidak apa sanksinya bagi yang melakukan.

Semua poin-poin tersebut harusnya sudah disampaikan secara resmi kepada klub. Sederhana saja, ibarat mau bertempur harus punya persiapan. Jangan membuat klub menunggu. Karena persiapan yang lebih awal akan jauh lebih baik.

Bahkan, jika perlu lakukan diskusi dengan sejumlah pihak termasuk pemerintah dalam hal ini Kemenpora atau BOPI. Itu merupakan proses yang panjang dan sangat penting karena ini menyangkut kesehatan dan nyawa pemain, pelatih, hingga ofisial klub dan lain-lain.

Jangan kemudian memutuskan bahwa liga berlanjut tapi hanya dengan rencana yang biasa saja. Yang dihadapi adalah virus berbahaya karena itu dibutuhkan rencana dan protokoler yang detail dan aman.

Saya berharap, semoga PT LIB atau PSSI sudah memiliki semua itu. Lalu, jika kompetisi tidak dilanjutkan, apa rencana selanjutnya. Apa keputusan atau saran PSSI kepada klub-klub peserta, bagaimana dengan kontrak pemain yang biayanya harus ditanggung para klub peserta.

Apa rencana PSSI dalam situasi pandemi corona ini terkait agenda Piala Dunia U-20 nanti. Bagaimana dengan program timnas, apakah ada perubahan.

Jadi, kita memang masih harus menunggu setidaknya sampai 29 Mei ketika pemerintah memutuskan terkait bencana pandemi virus corona yang terjadi saat ini. Namun, dalam situasi menunggu, semoga kita segera mendengar apa rencana kedua lembaga ini terhadap dua kemungkinan tersebut.


Baca Juga :
- Momen Sakral Pernikahan, Kiper Madura United Satria Tama Sedih Teringat Pesan Almarhum Ayah
- PSM Makassar Berharap Tuah Stadion Sultan Agung Berlanjut saat Berkandang di Bantul

Untuk sementara pula, memang tidak ada pertarungan di lapangan karena saat ini pertarungan yang utama adalah “bertarung untuk tetap hidup dan tetap sehat”.

Jadi, jangan kehilangan harapan dan jangan kalah dari virus corona. Semoga pandemi virus corona ini akan berakhir dan kita semua dapat hidup dalam kehidupan seperti yang pernah kita kenal beberapa waktu lalu.*

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA