#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Tridente PSSI Digiring ke Formula 4-5-1
15 May 2020 18:51 WIB
Che Guevara. Revolusioner Kuba itu pada akhir 1967 terpojok. Ia kelelahan dan mulai ditinggal anak buahnya. Begitu pulakah nasib Cucu Somantri?

Menjelang Kongres PSSI 2019, rumor beredar, akan ada trisula di PSSI. Tiga serangkai yang saling melengkapi. Ibarat ujung tombak dalam sepak bola, ini formasi 4-3-3. 

Cucu Somantri di kanan, Iwan Budianto di kiri, dan Mochamad Iriawan di tengah (posisinya tegak dan lebih tajam). Pada 2 November 2019 hal itu jadi nyata. 


Baca Juga :
- Madura United Konsisten, Setop Liga 1 2020!
- PSSI Punya Protokol Kesehatan Ketat Jika Kompetisi Dilanjutkan

Iriawan terpilih sebagai Ketua Umum PSSI, Cucu sebagai Wakil Ketua Umum I, dan Iwan menjadi Wakil Ketua Umum II. 
Dalam prakteknya, ini pada tataran wacana pada November 2019, Iriawan akan membangun aset PSSI dan membimbing timnas Indonesia meraih prestasi di pentas internasional, Cucu memimpin PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan Iwan sebagai pelaksana Piala Dunia U-20 2021. 

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT LIB di Bali pada pertengahan Desember 2019, mengesahkan Cucu sebagai Direktur Utama. Sebagai purnawirawan TNI, Cucu diharapkan bisa membuat PT LIB disegani: menyusun jadwal kompetisi yang ideal sesuai dengan agenda FIFA dan bisa dipercaya lingkaran bisnis Indonesia. 

Tiga bulan berselang, tepatnya pada 10 Maret 2020, PSSI lewat Iwan Bule, sapaan Iriawan, mengumumkan: Iwan Budianto ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Piala Dunia U-20 2021. Latar belakang IB, sapaan akrab pemilik saham Mayoritas Arema FC ini, sebagai pebisnis diharapkan menyukseskan ajang prestisius tersebut. 

Bisnis dan Nepotisme
Ibarat virus corona yang saat ini mewabah; belum diketahui penyebab pasti awal mula virus berjenis flu ini, konflik awal di dalam internal PT LIB pun tidak diketahui pasti. Hanya ada rumor dan isu, dari mulai analisis logis, propaganda, hingga konspirasi. 

Satu yang pasti, “gempa” di PT LIB mulai terasa menjelang sepak-mula Liga 1 2020. Beberapa hari menjelang laga pembuka Liga 1 2020, antara Persebaya kontra Persik pada 29 Februari 2020. Penyebabnya, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk, selaku pemegang hak siar Liga 1 2020, tak terima dengan kerja sama PT LIB dengan MNC Vision Network. 

Percikan bisnis siaran inilah yang menyulut bara di dalam internal PT LIB. Bisa dibilang, mulai ada gesekan antara Direktur Utama (Cucu Somantri) dengan Direktur Bisnis (Rudy Kangdra). 

Pada saat bersamaan, anak Cucu Somantri, Pradana Aditya Wicaksana, mulai tampil dalam agenda-agenda PT LIB. Awalnya, tak ada yang mengenal Pradana Aditya. Meski sering muncul, nyaris tak ada yang mengulasnya. Pemuda yang juga politikus ini kurang familiar dalam lingkup sepak bola, sehingga anggaplah, kasarnya tak dianggap. 

Nama Pradana Aditya mencuat setelah beredar dokumen susunan perusahaan PT LIB pada akhir April 2020. Dalam dokumen tersebut tertulis nama Pradana sebagai General Manager PT LIB. Narasi yang muncul adalah nepotisme dalam tubuh PT LIB.

Tak lama setelahnya, tersebar berita yang mengutip percakapan antara Rudy Kangdra dengan Hanif Marjuni, Humas PT LIB. Komunikasi internal itu mengulas keberadaan Pradana Aditya. 
Hanif Marjuni dipersalahkan Rudy Kangdra karena membantah ke media massa bahwa anak Cucu Somantri bekerja di PT LIB, sebab yang bersangkutan telah terlibat dan mendapatkan fasilitas dari PT LIB. Hanif berargumen, pernyataannya itu sesuai dengan perintah Cucu Somantri. 

Beberapa hari setelahnya, kembali beredar surat, yang intinya pernyataan mosi tidak percaya akan kepemimpinan Cucu Somantri di PT LIB dan ditandatangani tiga orang. Ketiganya yakni Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno, Direktur Bisnis PT LIB, Rudy Kangdra, dan Direktur Keuangan PT LIB, Anthony Chandra Kartawiria. 

Mesin politik di internal PSSI pun berputar. Akhirnya, pada 12 Mei 2020, selepas rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI, diputuskan harus ada RUPS Luar Biasa PT LIB. PSSI pun menetapkan tanggal 18 Mei sebagai waktu pelaksanaan RUPS Luar Biasa. 

Jenderal Tiarap 
Berdasarkan pemberitaan Skor.id pada 12 April 2020, diketahui Iriawan tampil tunggal di PSSI, menyerupai istilah one man show. Tolak ukurnya, pemberitaan di laman resmi PSSI dari 2 November 2019 hingga 11 April 2020, yang berjumlah 425 berita, didominasi pernyataan mantan Kapolda Metro Jaya tersebut. 

Namun, setelah Ratu Tisha Destria, Sekjen PSSI sejak era Edy Rahmayadi mundur, purnawirawan polisi berbintang dua itu menjaga jarak. Kutipannya tak lagi mendominasi. Apalagi setelah Yunus Nusi disepakati menjadi Plt. Sekjen PSSI. 

Seorang jurnalis senior menulis di media sosial, jenderal telah tiarap. Entah siapa yang dimaksud, apakah Cucu Somantri atau Mochamad Iriawan, yang sama-sama berbintang dua dari instansi masing-masing. Yang pasti, keduanya sama-sama mengurangi gerakannya di media atau disarankan mengurangi. 

Sepertinya, tridente PSSI yang awalnya dianggap sangat ideal, mulai pecah. Iwan seolah tak ikut pusaran, Cucu seperti nyaris kehilangan nyali, dan Mochamad Iriawan terpaksa hibernasi.
 
Ibaratnya, kini formasi 4-3-3 PSSI diubah ke gaya lama: 4-5-1. Iriawan ujung tombak, lima gelandang, empat bek, satu kiper dan dua pemain cadangan adalah anggota Exco PSSI. 


Baca Juga :
- PSSI: Asosiasi Pelatih Ingin Kompetisi Dilanjutkan dengan Protokol Kesehatan
- PSSI Bertemu Menpora Matangkan Persiapan Piala Dunia U-20 2021

Banyak kata-kata Che Guevara yang populer. Namun, dua kutipan ini kiranya tepat untuk diberikan kepada Iriawan, Cucu, dan Iwan. Pertama, “Keberanian yang membuat kalian akan tahan dalam situasi apapun! Nyali sama harganya dengan nyawa. Jika itu hilang, niscaya tak ada gunanya kau hidup!” Kedua, “Revolusi bukanlah apel yang jatuh ketika matang. Kamu harus membuatnya jatuh!” 

Akankah relasi-kekerabatan-tridente PSSI terberai? Jika Ebit G Ade mendendangkan, “Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang,” tak salah kiranya kini bertanya ke dua jenderal purnawirawan di PSSI seperti dinyanyikan Didi Kempot, "Opo ora eling naliko semono kebak kembang wangi jeroning dodo.”*Abdul Susila

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA