#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Move On
15 May 2020 03:25 WIB
MENUNGGU adalah pekerjaan membosankan. Diam di rumah melulu tentu menjengkelkan. Tapi, di tengah pandemi Covid-19, stay at home adalah sebuah pilihan. Presiden Jokowi pun anjurkan demikian. 

Lebih dari separuh populasi dunia berada di bawah lockdown sejak virus Corona muncul. Namun WHO memperingatkan tidak ada jaminan melonggarkan pembatasan tidak akan memicu datangnya gelombang kedua virus Corona.

Pandemi virus corona memang bikin nelangsa. Apalagi buat insan olahraga. Tiap hari biasa bergerak kini tak bisa kemana-mana. Biasanya menghirup udara segar, kini tidak lagi. Bosan, itu pasti. Hampir tiga bulan Indonesia dikepungnya. 


Baca Juga :
- Menanti Pemerintah 'Menyulap' Tiga Lapangan 'Kampung' di Solo Jadi Berstandar FIFA untuk Piala Dunia U-20
- Vespa Pink, Jari-jari Menari hingga Doping Maradona

Rasanya dunia sudah tak ada kehidupan lain. Televisi, media online, cetak, didominasi virus corona. Bikin otak lelah. Media terus menerus memberitakan peningkatan jumlah kumulatif kasus dan kematian. Tambah parno!

Profesor Dr. John Ionnidis Universitas Stanford, AS: corona ini adalah wabah kepanikan massal. Entah ini propaganda untuk melawan keniscahyaan atau bukan. Tapi, saya sepakat kegelisahan harus dilawan. Jangan biarkan tubuh ini jadi ambyar karena ketakutan berlebihan. Saatnya move on dari kepanikan. 

Move on adalah serapan dari bahasa Inggris yang bermakna ‘pindah’. Tapi banyak orang yang mengasumsikan kata move disini dengan arti yang berbeda, seperti pindah kelain hati, pindah ke lingkungan lain. Tergantung perspektif dan siapa individu yang menggunakan kata ini.

Dalam konteks olahraga, move on dapat diartikan perpindahan dari tempat yang lazim ke tempat yang mungkin tidak biasa. Biasanya dibanjiri penonton, kini melompong. Bisa juga dari bentuk real menjadi virtual. Pendek kata berolahraga lewat media sosial pun tak masalah.

Apapun bentuknya, olahraga tak boleh sirna. Kreativitas harus tetap dijaga. Beda nuansa tidak masalah. Media segmentasi olahraga juga tak boleh kehilangan cerita. Dengan kemajuan teknologi, kini bisa memanfaatkan live-streaming dan konten di media sosial.

Dalam beberapa peristiwa besar, netizen, termasuk penggemar olahraga beralih ke media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter sebab mereka tidak hanya ingin menyaksikan pertandingan. Mereka ingin andil dalam percakapan.

Cristiano Ronaldo misalnya. Meski dalam karantina, tak henti berolahraga. Dia terus melatih daya tahan tubuhnya dengan latihan fisik. Superstar Juventus itu berbagi aktivitasnya di akun Instagramnya.

Kemenpora lewat Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga meluncurkan gerakan senam Stay at Home (SaH). SaH dilombakan pada 1 Mei 2020 lalu. Periode pertama adalah Lomba Senam Individu di Instagram (pengumuman pemenang pada 14 Mei), dilanjutkan periode kedua adalah Lomba Senam Individu di Facebook (pengumuman pemenang pada 11 Juni), dan periode ketiga adalah Lomba Senam Individu di Youtube (pengumuman pemenang pada 25 Juni). 

Berikutnya dilanjutkan dengan periode keempat: Lomba Senam Keluarga di Instagram (pengumuman pemenang pada 9 Juli). Periode kelima Lomba Senam Keluarga di Facebook (pengumuman pemenang pada 23 Juli). Periode penutup, Lomba Senam Keluarga di Youtube (pengumuman pemenang pada 6 Agustus).

Ardila Sutjiadi, petenis putri nasional, juga mengajak move on olahraga lewat media sosial. #1MenitFitLawanCovid diperagakan @dila11. 

Dia berbagi gerakan olahraganya yang berguna untuk melatih tubuh secara menyeluruh. Misalnya plank toe tap, straight leg, jumping lunges, single leg deadlift dan lainnya. 

Mantan sprinter Indonesia Suryo Agung juga berbagi tips di akun Instagram. Yuk olahraga #1MenitFitLawanCovid! Latih kelincahan dengan menggunakan ladder bareng atlet atletik (sprinter) @suryoagung100m. 

Suryo Agung pelari spesialis 100 meter. Dia dikenal sebagai manusia tercepat se-Asia Tenggara. Dua kali memecahkan rekor 100 m putra SEA Games. Catatan waktu terbaiknya saat ini adalah 10,17 detik pada SEA Games 2009.

Skor.id dan Topskor.id juga tak henti menggali kreativitas. Berbagai menu disajikan tim kreatif. Tentu semua digalang bersama atlet nasional. Sebut Live IG Ngabuburit. Hal ini untuk mendekatkan antara atlet dan penggemarnya. Mereka bisa juga interaksi secara langsung. 

Misalnya ketika Hanifan Yudani, atlet pencak silat nasional, tampil Live IG pada Sabtu 9 Mei lalu. Kemudian Yussa Nugraha (pemain Indonesia di Belanda), Rani Mulyasari (Futsal Persiba Famale). 

Komunitas suporter seperti Chelsea Indonesia Supporters Club juga ikut partisipasi. Komunitas Badminton (Mabar PB Star Dex) juga mengajak ngobrol bareng. Tentunya khusus penikmat olahraga tepuk bulu. 

Cukup? 
Belum! Masih banyak lagi kreasi yang diramu. Thomas Teddy, mantan pebasket Indonesia yang kini tinggal di Los Angeles, AS, juga akan menyapa pencinta basket di Tanah Air, Minggu (17/5) pukul 11.00 WIB. Mantan pemain PanAsia itu ingin berbagi tips soal perjalanan kariernya. 


Baca Juga :
- Hinca Panjaitan Siapkan Donasi Selamatkan Maria Lawalata 
- Menpora RI Zainudin Amali Bawa Kemenpora Raih Penilaian WTP dari BPK RI

Kreativitas seperti ini memang mutlak dibutuhkan. Terlebih  dalam kondisi pandemi Covid-19. Ide yang sederhana, tapi efektif dapat memecahkan suatu masalah. Percayalah, dibalik masalah pasti ada hikmah. 

Semoga virus corona berlalu, pelaku olahraga bisa menikmati arena sesungguhnya. Kembali move on ke dunia nyata.*
 

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA